
Beberapa bulan berlalu, Dendy tak lagi bertemu dengan Dina. Di kampus pun hampir tak pernah bertemu lagi. Hanya kadang sekilas ia melihat Dina, namun sewaktu ia ingin menghampiri, Dina sudah hilang begitu saja.
Ada rasa yang tak bisa ia ungkapkan, dan itu terkadang membuatnya menyesal. Menyesal memang tak ada gunanya, ia sendiri masih belum sadar jika sikapnya yang terkesan pasif itulah yang membuat Dina pergi darinya.
Cinta saja tidak cukup, seorang cewek butuh kepastian, ingin disayang ingin dimanja dan diperjuangkan.
POV Dendy
Aku bukan orang yang pandai dalam hal akademik, nilai-nilaiku tiap semester tidak begitu bagus. Setiap awal semester baru pasti ada saja matakuliah yang harus aku perbaiki nilainya.
Keputusanku untuk kuliah di kampus ini ternyata tidak seperti yang aku bayangkan. Di kampus ini, dosen-dosennya sebagian pelit memberikan nilai.
Mereka seperti tak mentolerir kesalahan sekecil apapun. Mungkin memang karena aku mengambil jurusan ekonomi yang dituntut untuk teliti.
Tapi semua harus aku hadapi, sudah telanjur tak mungkin aku hindari. Sejak perpisahanku dengan Dina, aku menjadi tak memiliki semangat untuk belajar lagi.
Pertemuan dengan Dina terakhir kalinya sedikit membuatku bersemangat kembali untuk kuliah. Tak bisa dipungkiri Dina membawa pengaruh besar dalam hidupku.
Dialah semangatku, dialah separuh jiwaku. Namun kini aku harus menerima kenyataan, Dina tak lagi ada di sisiku. Hari-hari tanpa dirinya terasa kosong.
Aku mencoba memulai hubungan yang baru dengan mahasiswi jurusan biologi. Namun sialnya dia sering mendatangi kos Dina karena teman baiknya satu kos dengan Dina.
Tak hanya sekali aku mengantar jemput dia di kos Dina. Hal itu membuat aku selalu mengingat kenananganku bersama Dina di tempat itu.
Hubungan itu tak bertahan lama, aku merasakan kejenuhan. Ia tak seperti Dina yang selalu ceria dan ia sering kali memaksaku mengantar jemput dia kemana saja.
Dan akupun memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengannya. Ternyata aku belum siap untuk menerima kehadiran orang baru di hatiku.
Pagi ini aku ada kuliah pagi, biasanya aku malas untuk berangkat kuliah pagi, entah mengapa hari ini aku menjadi semangat untuk pergi ke kampus.
__ADS_1
"tumben pagi-pagi sudah rapi" ucap Adi yang melihatku sudah rapi dan siap berangkat kuliah
"aku ada kuliah pagi, bukannya kamu juga ada kuliah pagi?" ucap Dendy
"iya" ucap Adi menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"cepatlah....nanti keburu siang" ucap Dendy kesal
Aku dan Adi pun berangkat ke kampus berdua. Aku tahu Adi pasti heran tiba-tiba aku menjadi rajin kuliah pagi. Biasanya dia selalu membangunkan aku untuk kuliah pagi namun aku malah memarahinya.
Hari ini aku kuliah dua mata kuliah dengan waktu yang berurutan. Setelah kuliah pagi aku pun menunggu Adi selesai kuliah karena di jam kedua aku satu kelas dengannya.
Aku berjalan bersama Adi ke ruang kuliahku selanjutnya. Dari kejauhan aku melihat seseorang yang selama ini kurindukan sedang duduk di kursi panjang di depan ruang sidang kampusku.
Aku bertanya-tanya kenapa ia ada di sini. Duduk sendiri di tempat yang jarang orang lalui. Aku menjadi bimbang haruskah aku melewatinya ataukah aku menghindarinya.
"Den.....bukankah itu Dina?" Adi menepuk bahuky membuyarkan lamunanku
"itu....yang duduk di depan ruang sidang, tapi....kenapa dia di situ...ruangan itu ruang sidang pascasarjana" ucap Adi. Aku mengerutkan dahiku, aku baru menyadari jika Dina duduk di tempat yang tidak semestinya mahasiswa sarjana di situ.
Adi menyeret aku untuk berjalan menghampiri Dina, aku semakij terpaku, aku seperti tidak memiliki keberanian untuk mengajaknya berbicara. Padahal aku sangat merindukannya.
Kamu ngapain di sini...?" Adi dengan santainya bertanya pada Dina, aku terdiam aku tak bisa berkata-kata ketika Dina menatap ke arahku. Oh....Tuhan dia semakin cantik, aku semakin terkesima. Aku merasa semakin tak pantas untuk mendapatkannya.
"sedang duduk..." jawab Dina santai
"iya...aku tahu kamu sedang duduk, tapi ngapain di sini? Bukannya kampus kamu di belakang?" Adi mencecar Dina, Adi memang orang yang tidak sabaran ia tipe orang yang sering memaksa orang untuk menjawab pertanyaannya jika jawaban yang ia dengar tak memuaskan dirinya.
"apa aku nggak boleh duduk di sini?" Dina mengacuhkan aku, apa aku ini tak terlihat sehingga ia mengacuhkan aku?
__ADS_1
"aneh saja Din...kamu duduk di sini sendirian, ya...nggak Den...?" Adi masih belum menyerah, ia melirik ke arahku, meminta pembenaran atas ucapannya.
"di sini sepi Din...kamu ngapain di sini?" akhirnya aku memberanikan diri membuka suara, aku juga penasaran apa yang Dina lakukan di tempat sepi seperti ini.
Di sudut ini hanya ada ruang perkuliahan serta ruang sidang program pascasarjana. Jarang sekali ada kegiatan di jam-jam seperti ini.
"ya ampun kalian ini....aku duduk di sini nggak boleh ya...aku mau cuci mata di sini, kali aja ada mahasiswa magister yang cakep?" Dina tampak kesal "Adi kapan kamu lulus?" lagi-lagi Dina tak menghiraukan aku
"tenang...sebentar lagi juga lulus, paling kita wisuda bareng nanti?" Adi menyombongkan dirinya, Adi tak jauh beda dengannya malas kuliah. Ia hanya pandai berbicara, pandai mempengaruhi orang lain.
Dina terkekeh "iya...iya...semoga kita bisa wisuda bareng"
Ah...senyuman itu, sungguh-sungguh membuatku tetpesona, andaikan senyum itu hanya untukku.
"Din...aku sama Adi ada kuliah, kamu nggak apa-apa di sini?" aku memberanikan diri kembali untuk bertanya pada Dina.
Dina tersenyum "kalian pergilah, aku masih ingin duduk di sini"
"hati-hati...di sini sepi...angker pula..." Adi menggoda Dina
"nggak usah kawatir....nanti juga ada yang menemani" Dina terlihat memaksakan senyumnya dan menatapku, aku bingung apakah aku harus membalas senyumannya, lagi-lagi aki tetpaku dengan tatapan dan senyumannya.
"yakin sendirian di sini?" Adi masih saja menggoda Dina. Aku tak tahan lagi membiarkan Adi menggoda Dina. Aku pun menarik tangan Adi agar menjauh dari Dina.
Semakin lama tingkah Adi semakin membuatku cemburu. Meskipun aku tahu Adi hanya berniat menggodanya namun tetap saja aku merasa kesal. Diam-diam aku tahu Adi pernah menaruh hati pada Dina saat aku dan dia masih bersama.
.
.
__ADS_1
.