Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 13


__ADS_3

Setelah Dina meminjam gitar dari temannya diapun memberikannya kepada Gilang.


"Ayo Lang...nyanyi apa ssaja terserah yang penting nyanyi" ucap Dina


"kamu saja Den " ucap Gilang sambil memberikan gitarnya ke Dendy


"Kok aku mas, kan yang disuruh Dina kamu?" protes Dendy


"Kalau Gilang tidak mau ya sudah kamu saja Den " ucap Dina sambil tersenyum manis ke arah Dina


"aiihhh.... senyummu itu Din bikin aku makin jatuh cinta" batin Dendy


"Ya sudah kalau begitu... tapi jangan protes ya kalau suaraku jelek" Dendy hanya bisa pasrah. Sebenarnya dia malu dan tidak percaya diri bernyanyi sambil bermain gitar di depan Dina.


"Lagu ini buat seorang cewek yang aku kagumi" ucap Dendy


"Cie..cie...siapa itu Den, ada di sini kah orangnya? mau aku panggilkan?" ledek Dina


"itu kamu Din" ucap Dendy dalam hati "ada deh....tidak usah dipanggilkan"


Dendy pun mulai memainkan gitarnya sambil bernyanyi.


*Kau bunga nan semerbak


Tebarkan aroma cinta


Membuai hatiku


Menyentuh relung jiwaku


Kucium setiap kuncupmu


Wanginya menusuk jantungku


Luluhkan rasaku


Menuai buah cintaku


Ijinkanlah aku


Menyingahi hatimu


Oh untuk berlabuh


Ijinkanlah aku


Untuk memetikmu


Oh jadikan engkau melatiku ho


Kau bunga nan semerbak


Tebarkan aroma cinta


Luluhkan rasaku


Menuai buah cintaku


Ijinkanlah aku (ijikanlah aku)


Kau melatiku (menyingahi hatimu)


Ijinkanlah aku


Berlabuh di hatimu

__ADS_1


Izinkan aku (ijikanlah aku)


Kau melatiku (melatiku)


Izin kan aku


Berlabuh di hatimu


Izinkan aku oh hu ho


Kau melatiku (menyingahi hatimu)


Izin kan aku


Berlabuh di hatimu uh ho*


( Bunga ~Naff)


"Cie...cie...mengena sekali Den lagunya" ledek Dina


"Jangan begitu Din, aku malu"


"suaramu juga bagus Den, kenapa tadi menolak tidak mau bernyanyi" tanya Dina


"Lagi donk... lagu yang lain" lanjutnya


"Lagi Din? masih kurang?" Dendy membelalakkan matanya


"Iya aku senang mendengarkan musik tapi sayangnya tidak bisa bernyanyi" Dina menutup wajahnya malu " dan aku suka cowok yang bisa bermain gitar apalagi sambil bernyanyi" lanjutnya


Hati Dendy pun berbunga-bunga mendengar ucapan Dina. Dendy merasa ada jalan buat bisa lebih dekat lagi dengan Dina.


"oke...aku mau bernyanyi lagi tapi kamu harus ikut bernyanyi" ucap dendy


"kalau kamu tidak mau ya sudah aku juga tidak jadi nyanyi lagi"


"iya deh... tapi jangan ketawain aku kalau nyanyi ya, suaraku fals" Dina menutupi wajahnya dengan kedua tangannya


"oke....kita mulai"


Dendy dan Dina pun akhirnya bernyanyi berdua


*Di saat kita bersama


Di waktu kita tertawa, menangis, merenung


Oleh cinta


Kau coba hapuskan rasa


Rasa di mana kau melayang jauh dari jiwaku


Juga mimpiku


Biarlah, biarlah


Hariku dan harimu


Terbelenggu satu


Oleh ucapan manismu


Dan kau bisikkan kata cinta


Kau t'lah percikkan rasa sayang

__ADS_1


Pastikan kita seirama


Walau terikat rasa hina


Sekilas kau tampak layu


Jika kau rindukan gelak tawa yang warnai


Lembar jalan kita


Reguk dan teguklah


Mimpiku dan mimpimu


Terbelenggu satu


Oleh ucapan janjimu


Dan kau bisikkan kata cinta


Kau t'lah percikkan rasa sayang


Pastikan kita seirama


Walau terikat rasa hina


Dan kau bisikkan kata cinta


Kau t'lah percikkan rasa sayang


Pastikan kita seirama


Walau terikat rasa hina


Dan kau bisikkan kata cinta


Kau t'lah percikkan rasa sayang


Akankah kita seirama


Saat terikat rasa hina*


(Kita ~ Sheila on 7)


"cie... cie... kalian kompak sekali" Gilang meledek Dendy dan Dina


"apaan sih Lang?" dina tersipu malu sedangkan Dendy hanya diam jantungnya berdetak lebih cepat karena sikap Dina ke dia.


"Din...kamu tidak tidur?".....


hayoo.... kira-kira siapa yang barusan nanya Dina??? jeng..jeng...jeng....


.


.


.


.


.


**Terima kasih bestie... yang sudah meluangkan waktu untuk membaca novel receh ini dukung othor terus ya...tolong like comment vote kirim bunga, kopi atau yang lainnya Dan pencet tombol favorit tentunya.


Terima kasih sekebon bestie

__ADS_1


__ADS_2