Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 203 Mencari Cara


__ADS_3

Dendy mengajak Dina keluar untuk merayakan kelulusannya. Ia mengajak Dina makan di tempat favorit mereka kemudian berkeliling dan perhentian terakhir mereka di danau tempat mereka biasa menghabiskan waktu berdua.


"sayang....dua minggu lagi sepertinya aku tidak pulang, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Dina dengan nada sendu


"memangnya ada apa?" tanya Dendy lembut


"minggu depan aku ujian akhir semester"


"oh...aku kira ada apa...." Dendy terkekeh


"tapi setelah ujian aku mau ambil semester pendek, agar aku bisa cepat selesai kuliahnya" ucap Dina dengan raut wajah yang terlihat sedikit murung


"tidak apa-apa sayang...aku sudah pernah bilang jangan korbankan kuliahmu demi aku" ucap Dendy lembut dengan tatapan teduhnya


"tapi saat pendaftaran perguruan tinggi negeri aku tetap akan ikut lagi, aku masih ingin mencoba untuk masuk kedokteran, doakan aku ya..." ucap Dina menaikkan kedua sudut bibirnya ke atas


"iya pasti..." jawab Dendy lembut


"lantas kamu mau kuliah dimana?" tanya Dina dengan raut wajah serius


Deg....Dendy tak tahu harus menjawab apa, ia tak ingin Dina terlalu berharap padanya karena hari esok ia rasa pasti akan lebih sulit baginya ataupun Dina.


"aku juga akan mendaftar di perguruan tinggi negeri, ya...semoga saja lolos..." kilah Dendy


"kalau tidak lolos bagaimana?" tanya Dina serius


"entahlah belum terpikirkan olehku" Dendy menahan sesak di dadanya. Tak seperti dulu ketika ia beberapa kali membohongi Dina. Kali ini ia merasakan sesak yang teramat sangat.

__ADS_1


Ia merasakan seperti ada yang diambil dari dirinya. Dilema itu yang Dendy rasakan, jika ia mengutarakan apa yang ia alami saat ini apakah Dina akan mengerti. Apakah Dina mau menunggunya sampai ia lulus.


Tapi itu juga tak adil bagi Dina, sedangkan ia sendiri belum tahu pasti bisa lulus dengan cepat atau tidak. Ia tak mau juga membebani Dina dengan masalah yang tidak tahu apa penyebab sebenarnya.


Dendy semakin merasa bersalah terhadap Dina, Dina tak pernah mengecewakannya tapi ia yang selalu membuat Dina kecewa. Selama mereka berpacaran, Dina bisa menjaga hatinya hanya untuk dirinya meskipun mereka terpisah jarak.


"apapun pilihanmu aku akan selalu mendukungmu" ucap Dina tersenyum menatap Dendy


"aku tidak seperti dirimu, yang mempersiapkan semuanya dari awal, bahkan setelah luluspun aku masih bingung harus kuliah dimana" Dendy tertunduk.


Dina hanya tersenyum menanggapi ucapan Dendy, kadang-kadang ia merasa bahwa dirinya egois. Dina selalu menceritakan apa yang diinginkannya, apa yang ia lakukan tapi tak pernah menanyakan apa yang Dendy inginkan, apa yang Dendy rencanakan untuk masa depannya.


Dina merasa selama ini dirinya belum menjadi pacar yang baik, yang selalu mendengarkan keluh kesah Dendy. Selama ini Dina yang lebih sering berkeluh kesah.


Apalagi saat ia mengikuti egonya untuk kuliah di luar kota terlebih di kota J ia dekat lagi dengan mantan pacarnya. Terkadang ia merasa tak adil bagi Dendy selalu menunggunya pulang tapi ia sering menghabiskan waktu bersama mantan pacarnya.


"sebenarnya masih ingin berlama-lama di sini, tapi apa boleh buat" Dina tertunduk lesu


Dendy hanya tersenyum melihat Dina yang terlihat tak ingin beranjak dari tepi danau itu. Dalam benaknya ia berpikir untuk melepaskan Dina, ia tak ingin Dina akan lebih menderita jika mereka tetap bersama.


Dendy tak tahu apa yang akan papanya lakukan jika ia tidak memutuskan Dina. Jika hanya dirinya yang dimarahi atau dicaci oleh papanya tidak apa-apa, tapi jika Dina juga ikut menjadi sasaran amukan papanya, Dendy tak akan tega melihat Dina.


.


Hari-hari berlalu, Dina sibuk mempersiapkan ujian akhir semesternya. Ia pun tak menyadari jika Dendy sudah jarang menghubunginya. Ia pikir seperti yang sudah-sudah Dendy tak mau mengganggu dirinya belajar.


Dendy sudah memutuskan akan mengikuti kemauan papanya, ia tak mau Dina yang akan menjadi korban amukan papanya. Ia mencari cara agar Dina yang memutuskannya.

__ADS_1


Dendy bingung cara apa, karena selama ini Dina selalu memberinya kesempatan kedua setiap kesalahan yang ia perbuat. Bahkan ketika ia dekat dengan cewek dari masa lalunya Dina masih mau memaafkannya.


Karena ia bingung memikirkan cara apa agar Dina membencinya dan memutuskannya ia pun tak menyadari jika akhir-akhir ini mereka jarang berkomunikasi. Ia pun juga jarang berada di rumah, ia malas bertemu dengan papanya, ia masih merasa sakit hati dengan papanya.


Sampai hari ini pun papanya tidak menjelaskan apa penyebab perubahan sikap papanya yang begitu mendadak. Yang mamanya selalu tekankan hanya agar mereka menyelesaikan kuliah mereka dulu. Jika mereka bisa selesai dengan cepat terserah selanjutnya mereka akan bagaimana.


Satu minggu Dendy hanya beberapa kali mengirimkan pesan singkat untuk Dina, dan di minggu kedua Dendy bahkan hanya satu kali mengirim pesan singkat, hanya sebelum Dina memulai ujian akhir semesternya.


Dendy mulai menemukan cara agar Dina membencinya. Perlahan tapi pasti Dendy menghilang dan menutup semua pintu komunikasi mereka. Ia mengganti nomor poselnya, agar Dina tak bisa menghubunginya. Ia pun sudah berpesan pada Dodi agar menjauh dari Dina juga.


Dendy sudah mengatakan jalan mana yang ia pilih kepada tiga teman dekatnya agar jika sewaktu-waktu Dina mencarinya mereka bisa berkilah dan mengatakan jika mereka tidak tahu dimana dirinya berada.


Dendy sudah memantapkan hatinya, agar Dina membencinya dan akhirnya memutuskannya. Apapun konsekuensi yang akan ia terima ia sudah siap


.


.


.


.


B e r s a m b u n g


Novel ini tak lama lagi akan tamat, begaimana akhir dari perjalanan kisah Dina dan Dendy? Apakah Dina akan bertahan ataukah memilih untuk memutuskan Dendy?


Jangan lupa ritualnya ya bestie...please like, vote dan komennya ya

__ADS_1


__ADS_2