Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 54


__ADS_3

Mereka berempat sudah menghabiskan semua makanan yang ada di depan mereka. Dendy melirik pergelangan tangannya ternyata waktu sudah menunjukkan pukul dua kurang lima menit.


"Din, aku antar kamu balik ke sekolah ya" ucap Dendy


Tiga pasang mata yang berada di meja itu sontak memandang ke arah Dendy yanh tiba-tiba berucap seperti itu.


"kenapa kalian malah melihat ke arahku, aku cuma mau mengantarkan Dina, ini sudah jam dua kurang lima menit" Dendy mendengus


"hah...sudah jam dua Den?" Dina terkejut dan bangkit dari duduknya "ayo...ayo...aku keburu telat jam pertama ada pelajaran kimia" Dina menarik lengan Dendy


"tadi ke sini bareng aku kenapa baliknya sama Dendy?" Gilang terkekeh


"enggak penting aku balik sama siapa, yang penting ayo sekarang vepat balik ke sekolah " ucap Dina


"iya...iya... Balik aja sama Dendy, aku masih mau minum es teler di sini dulu" ucap Gilang sambil menyenggol lengan Krisna


"iya sudah ayo Den...." Dina menyeret Dendy ke parkiran, Dendy hanya menurut saja karena tadi dia yang menawarkan untuk mengantar Dina


"iya...ayo cepetan naik, jangan lupa pegangan aku mau ngebut" ucap Dendy menyalakan motornya


Dendy melajukan motor miliknya sedikit kencang, karena takut Dina terlambat. Karena Dina takut jatuh dia memeluk pinggang Dendy. Dendy bersorak dalam hatinya karena berhasil membuat Dina memeluknya meski itu terpaksa. Agak sedikit licik memang caranya tapi Dina tidak terlihat marah karena Dina fokus dengan pemikirannya takut terlambat masuk kelas.


Mereka telah tiba di gerbang sekolah Dina turun dari boncengan motor Dendy


"Din...soal yang waktu itu.." ucap Dendy


"yang mana Den?" tanya Dina sambil melepas helmnya


"katanya mau tanya sesuatu ke aku?" tanya Dendy


"iya..iya...nanti saja aku telepon, aku sudah telat" ucap Dina buru masuk ke gerbang sekolahnya


"oh iya...terima kasih Den" Dina berhenti tepat di pintu gerbang dan melambaikan tanganya ke Dendy dengan senyum mengembang


Dendy membalas lambaian tangan Dina dengan senyum mengembang juga. Saat itu hati Dendy berbunga-bunga bagai taman bunga. Dendy kemudian melajukan motornya pulang ke rumahnya, sepanjang jalan dia senyum-senyum sendiri.


.


.


Di warung bakso, setelah Dina dan Dendy keluar dari warung Gilang dan Krisna bersorak karena rencana mereka bisa dibilang berhasil.


"padahal enggak susah mengajak Dina keluar, kenapa Dendy selalu mengeluh Dina susah ditemui" ucap Krisna


"Dendy saja yang kurang peka, mendekati cewek seperti Dina itu memang susah-susah gampang" ucap Gilang sambil menghabiskan es telernya


"kita tunggu saja selanjutnya bagaimana" ucap Krisna "eh...ini siapa yang mau bayar?"


"ya kamulah...'kan kamu yang punya ide" Gilang tergelak


"haish...kamu ya... Ayo patungan, meski dapat diskon ya tetep bayar Lang..." Krisna menengadahkan telapak tangnnya di depan Gilang


"iya....iya..." Gilang mencebik sambil mengeluarkan dompet dalam sakunya.

__ADS_1


Mereka kembali ke sekolah, mereka memang sengaja terlambat, tidak seperti Dina yang selalu takut untuk datang terlambat. Alasannya daripada dihukum sama guru lebih baik datang tepat waktu meskipun tidak memperhatikan penjelasan guru.


Dina bisa sedikit lega dua jam pelajaran di jam sore itu kosong, gurunya pulang lebih awal karena ada kepentingan keluarga. Dina bergegas pulang, jarang-jarang bisa pulang siang hari di saat matahari masih tinggi.


Dina sudah sampai di rumah tetapi keadaan rumah terlihat sepi. Tetangganya bilang bahwa mama papa dan adik-adiknya sedang ke kota sebelah menghadiri undangan pernikahan teman papanya.


Dina masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu rumahnya dari dalam. Dina berbaring di kasur sambil mendengarkan radio. Masih belum berganti baju, dia masih memakai seragamnya. Dina teringat akan menelpon Dendy karena penasaran dengan sikap ketiga orang berbeda umur yang tadi menemaninya makan bakso.


tutt...tutt....tutt....


Sedikit lama menunggu telepon diangkat dari seberang sana. Dan suara wanita yang terdengar ramah yang mengangkat telepon Dina


^^^☎️ halo, sore..^^^


"selamat sore tante, Dendynya ada?"


^^^☎️ada...ada... Ini dari siapa?^^^


"ini Dina tante"


^^^☎️ sebentar ya...tante panggilkan Dendy dulu, sepertinya sedang tidur^^^


"kalau sedang tidur nanti saja saya telepon lagi tante"


^^^☎️ tante bangunkan saja ya...tunggu sebentar kalau tahu kamu yang telepon pasti langsung bangun^^^


"eh..iya tante...terima kasih maaf merepotkan"


^^^☎️ iya Din, ada apa?^^^


"ganggu kamu tidur ya?"


^^^☎️enggak...kamu dimana? Kok jam segini telepon?^^^


"di rumah Den, aku pulang awal tadi"


^^^☎️ kamu sakit?^^^


"dua jam terakhir kosong jadi aku pulang awal"


^^^☎️ oo...eh ada apa, tumben banget telepon?^^^


"mau tanya sesuatu sama kamu Den"


^^^☎️tanya apa?^^^


"tapi kamu harus jawab jujur ya... Kalau enggak aku enggak mau ketemu kamu lagi"


^^^☎️iya apa?^^^


"begini Den...sebenarnya kamu, Gilang Krisna ada apa? Kenapa akhir-akhir ini kalian sepertinya sengaja mendekati aku"


^^^☎️ hah... Memangnya kenapa Dina?^^^

__ADS_1


"bukannya aku merasa percaya diri atau gimana, cuma kalian bertiga sepertinya ada sesuatu, tempo hari aku tanya Krisna katanya disuruh tanya kamu saja"


Hening...tidak ada jawaban dari Dendy. Dendy bingung harus jawab apa, apakah ini sudah saatnya dia berterus terang tentang perasaannya kepada Dina.


"Den..."


^^^☎️ iya Din..... Misalkan aku terus terang apa kamu masih tetap mau ketemu aku?^^^


"tergantung Den... Aku cuma trauma saja, sebelum semua terlanjur lebih baik aku bertanya sekarang"


^^^☎️ Mereka cuma bantu aku Din^^^


"Bantu apa Den?"


^^^☎️ Sebenarnya sudah lama aku suka sama kamu^^^


"Hah...?"


^^^☎️ Mau enggak kamu jadi pacar aku?^^^


Hening lagi...


Dina belum bisa menjawab apa-apa. Dia bingung dengan perasaannya. Dina memang mulai membuka hati untuk Dendy tapi dia juga takut. Dina trauma kalau harus berpacaran lagi, belum lagi mendengar perkataan teman-teman Toni yang menjadikannya bahan taruhan.


Dina bimbang di satu sisi dia tahu Dendy orang yang beberapa waktu terakhir membuatnya nyaman di sisi lain traumanya akan sebuah hubungan masih tergambar jelas di kepalanya.


.


.


.


.


.


B E R S A M B U N G


Kira-kira Dendy bakal diterima nggak ya?...atau digantung dulu statusnya...


Yuk...mana pendukung Dendy kasih suaranya?


Atau ada yang jadi pendukung Widi?


Toni?


Krisna? Atau Gilang?


Komen-komen di bawah ya 😘😘


Yuk...bestie...tolong dukung karya othor ini like komen vote atau kirim bunga kopi sangat ditunggu ya....


Terima kasih sekebon ya bestie...

__ADS_1


__ADS_2