
Dendy melihat ke segala penjuru halaman vila. Melihat ke arah twras tempat semalam dia menghabiskan malam minggunya bersama Dina. Dendy senyum-senyum sendiri jika mengingat kejadian semalam. Pertama kalinya Dendy bisa lebih dekat dengan Dina tanpa memikirkan bahan pembicaraan terlebih dahulu. Semua mengalir begitu saja karena Dina yang memang asyik orangnya dan apa yang Dina suka Dendy bisa melakukannya.
Gilang melihat adik sepupunya senyum-senyum sendiri merasa heran apa yang sedang dilihat oleh adik sepupunya sampai senyum-senyum sendiri.
Gilang 'pun melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Dendy. Tetepi Dendy tidak merespon lambaian tangan Gilang. Dan muncullah ide jahil Gilang mengerjai adik sepupunya.
"Den....Dina...Dina...!" Gilang menepuk bahu adik sepupunya mengagetkan Dendy yang sedang melamun sambil senyum-senyum sendiri
Teriakan Gilang sukses membuyarkan lamunan Dendy
"Eh..iya...Din...Dina...!" Dendy reflek berteriak memanggil nama Dina
Sontak anak-anak yang sedang beralu-lalang keluar masuk vila melihat ke arah Dendy. Mereka mengernyitkan dahinya mendengaar teriakan Dendy yang memanggil nama Dina.
Dendy akhirny sadar semua tatapan tertuju padanya
"Eh....maaf...maaf...." Dendy langsung mengangguk-anggukkan kepala meminta maaf sambil senyum kikuk dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal
Dendy menyenggol lengan kakak sepupunya yang berada di sebelah kanannya sambil membelalakkan matanya tanda protesnya kepada Gilang. Yang diprotes hanya senyum-senyum menahan tawanya.
"Mas Gilang membuatku malu saja...." gerutu Dendy
"Habisnya kamu aku panggil-panggil malah senyum-senyum sendiri" akhirnya tawa Gilang pecah mengingat kelakuan adik sepupunya yang lucu.
"Tolong aku mas.... tolong cari Dina, aku malu mau tanya-tanya" Dendy memohon agar Gilang membantunya
"Kamu sendiri saja yang tanya, mereka juga sebenarnya tahu kamu itu adik sepupuku"
"Ya tetap saja tidak enak mas tanya-tanya"
"Eh...itu ada Bayu...tanya saja ke Dia" Gilang menunjuk ke arah Bayu yang sedang merapikan kursi-kursi di teras depan vila
"kamu saja mas yang tanya" ucap Dendy memaksa Gilang untuk menanyakan keberadaan Dina karena sampai sekarang Dendy tidak tahu Dina sedang di mana, dengan siapa dan sedang apa.
"iya....iya... aku tanyakan...tapi traktir aku bakso selama seminggu ya...." Gilang meninggalkan Dendy yang masih mematung mendengar perkataan Gilang yang minta ditraktir bakso.
__ADS_1
"kalau harus traktir bakso seminggu uang jajanku habis, tidak bisa beli bensin waduh.....pasti dimarahi mama kalau seperti itu" Dendy menggerutu sambil mengikuti Gilang yang berjalan ke arah Bayu berada
"Yu...sudah selesai acaranya?" tanya Gilang mendekati Bayu
"ini tinggal acara penutupan, kamu ke sini lagi Lang?" Bayu menghentikan kegiatannya dan menjawab pertannyaan Gilang
"oh...sudah selesai....eh... Dina di mana?" tanya Gilang sambil celingukan melihat sekeliling
"tadi ada di dalam sedang beres-beres" ujar Bayu
"bisa minta tolong panggilkan Dina?"
"kamu langsung masuk saja Lang, mumpung pak Har belum datang tadi sih terakhir aku lihat sedang membereskan karpet-karpet di ruang tengah" terang Bayu
"tolong dong...panggilkan tidak enak sama teman-teman yang lain aku kan bukan panitia" Gilang memohon kepada Bayu agar mau menolongnya memanggil Dina
"ehh...Don...panggilkan Dina di dalam bilang ada Gilang mencarinya" Bayu meminta Doni yang kebetulan melewati mereka
"oke...." ucap Doni
"makasih Yu..." ucap Gilang tulus
Tak lama kemudian Dina keluar dengan tatapan bingung. Merasa tidak ada janji apapun dengan Gilang kenapa tiba-tiba Gilang muncul lagi di vila. Dina juga melihat Dendy ikut serta dengan Gilang ke vila. Dina makin dibuat bingung, kenapa mereka berdua datang ke vila padahal sudah siang, acara akan segera ditutup dan mereka semua akan pulang ke rumah masing-masing.
"Hai Din...." sapa Gilang dengan senyum ala bintang iklan pasta gigi
" Gilang.... ada apa? kenapa jam segini datang ke vila?" Dina bertanya kepada Gilang dengan wajah herannya
"Hehehehe....anu...Din" Gilang menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal
" anu....apa Lang? " Dina menyipitkan matanya menatap curiga kepada Gilang
"Ini....aku mengantar Dendy ke sini, katanya ingin bertemu kamu lagi" ucap Gilang
"Dendy...?" Dina mengernyitkan dahinya sembari menatap Dendy dan yang ditatap hanya senyum kikuk
__ADS_1
"hai Din...?" sapa Dendy
" Iya Den...ada apa mencari aku?"
"Bisa bicara berdua saja sebentar...?" Dendy bertanya kepada Dina masih dengan senyum kikuknya
"mau bicara apa? di sini saja kalau mau bicara" ucap Dina dengan senyum ramahnya
"hmmmm.... tidak enak ada teman-temanmu Din" Dendy menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"oh...ya sudah sebentar saja ya, soalnya ini mau acara penutupan, aku belum selesai beres-beres" ujar Dina
"iya tidak apa-apa, sebentar saja tidak akan lama kok" Dendy mengembangkan senyumnya
"Yu... tolong bantu bereskan karpet-karpet di dalam ya aku mau keluar sebentar" pesan Dina ke Bayu yang berada di sebelahnya
"jangan keluar area vila Din, sebentar lagi pak Har datang, takutnya kamu kena masalah sama Pak Har, semalam beliau mencari-cari kamu " pesan Bayu ke Dina
"oke Yu.... aku ke sebelah sana, kalau ada apa-apa panggil saja, aku tidak akan lama" ucap Dina sambil menunjuk pohon mangga yang rindang yang ada di halaman vila
"ayo Den...kita ke sana" Dina mengajak Dina ke bawah pohon yang dia tunjukkan ke Bayu tadi
"baik Din " Dendy menyetujui ajakan Dina
Dina berjalan ke arah sebuah pohon mangga yang besar yang terletak di halaman vila. Dendy mengikuti Dina dari belakang. Dia sedang menyusun kata-kata yang tepat untuk mengutarakan maksudnya menemui Dina siang ini di vila.
.
.
.
.
.
__ADS_1
*Terima kasih bestie... yang sudah meluangkan waktu untuk membaca novel receh ini dukung othor terus ya...tolong like comment vote kirim bunga, kopi atau yang lainnya Dan pencet tombol favorit tentunya.
Terima kasih sekebon bestie