
Mobil yang ditumpangi Dina masih setengah perjalanan menuju ke sekolah. Di dalam mobil tersebut semua hanya diam karena yang ikut menumpang mobil tersebut sebagian anak kelas satu yang belum begitu tahu perangai pak Har. Mereka hanya diam menyimak pembicaraan yang bisa disebut perdebatan yang tidak berfaedah.
"Din...itu si Widi bagaimana, kasihan anak orang Din" tanya Pak Har sambil sibuk mengemudi
"tidak ada yang perlu dipermasalahkan pak" Dina mengernyit heran kenapa tiba-tiba pak Har menanyakan masalah hubungan dia dan Widi padahal Pak Har sudah tau seperti apa hubungan antara dia dan widi
"Widi itu kurang apa sih Din? kok kamu tidak mau jadi pacarnya dia" pertanyaan Pak Har mulai serius
"pacar??" Dina mengernyit "Widi tidak pernah bilang apa-apa pak apalagi nembak saya"
"Lhoh selama ini dia tidak pernah bilang kalau dia suka sama kamu?"
"kalau suka sih...pernah bilang... tapi tidak bilang mau pacaran sama saya" jawab Dina sambil menatap wajah serius Pak Har
"apa selama ini yang Widi lakukan ke kamu belum menunjukkan kalau dia memang ingin jadi pacar kamu Din?" Pak Har menoleh ke arah Dina
"tidak tahu lah pak... Widi kan anak kesayangan bapak, ya bapak pasti membel Widi " Dina mencebik
"terus apa kurangnya Widi di mata kamu?"
"tidak ada yang kurang pak....cuma Widi memang bukan tipe saya lebih nyaman jika dijadikan teman daripada pacar "jawab Dina jujur
"apa karena dia kerempeng seperti papan triplek?" Pak Har tergelak
"hahhh...?"
"terus itu sama Gilang kamu pacaran sama dia? bukannya Gilang dekat dengan Maya?"
Maya adalah teman sekelas Dina, dulunya Maya sekelas sama Gilang. hunbungan Gilang dan Maya cukup dekat sama seperti Dina dan Widi tapi mereka juga tidak ada kejelasan. Pacar bukan teman biasa juga bukan.
"Bapak sendiri 'kan juga tahu saya sama Gilang juga sudah dekat dari kelas satu sama seperti dengan Widi, jadi ya cuma berteman saja" terang Dina jengah. kenapa juga guru yang satu ini ikut mengurusi masalah pribadinya
Tidak seperti guru-guru yang lain yang hanya bisa memerintah murid-muridnya. Pak Har adalah guru yang dekat dengan murid-muridnya karena beliau yang tidak pernah menciptakan jarak. Cara mengajarnya 'pun juga santai meskipun beliau guru fisika. Istilahnya Pak Har itu orangnya merakyat.
Di dalam mobil Pak Har juga menyalakan radionya, biar yang menumpang di mobilnya tidak pada bosan.
"Ini..ni... Din... dengarkan lagu ini, setiap Widi ada di studio kalau kamu tidak ada lagu ini pasti di putar olehnya" Ucap Pak Har sambil mengeraskan volume radio di mobilnya
*Aku tak mengerti apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah begitu hebatnya
__ADS_1
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tahu
Aku persembahkan hidupku untukmu
Telah kurelakan hatiku padamu
Namun kau masih bisu, diam seribu bahasa
Dan hati kecilku bicara (oh-wo)
Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk s'luruh hatiku
Semoga waktu akan mengilhami
Sisi hatimu yang beku
Semoga akan datang keajaiban
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tahu
Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk s'luruh hatiku
Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk s'luruh hatiku
Baru kusadari (uh, baru kusadari)
__ADS_1
Cintaku bertepuk sebelah tangan (bertepuk sebelah tangan)
Kau buat remuk s'luruh hatiku
S'luruh hatiku, oh-ho, yeah*
(Pupus ~Dewa)
Dina menatap serius ke arah Pak Har sambil mendengarkan lagu yang sedang diputar di radio.
"Di studio itu punya lagu favoritnya sendiri-sendiri" Pak Har terkekeh "kebanyakan lagu-lagu sedih, yang belum aku tahu cuma lagu favoritmu Din" Pak Har tergelak menceritakan kebiasaan anak-anak radio kalau lagi di studio.
Dina memang ikut tim pendiri radio sekolah, tapi dia jarang ikut anak-anak radio siaran. Dina hanya sesekali ke studio itupun tidak lama hanya kalau ada jam kosong atau istirahat jam sore barulah Dina bisa berlama-lama di studio.
Jarak rumah Dina ke sekolah lah yang menjadi alasan kenapa dia tidak bisa sering-sering kumpul di studio. Ada waktunya setelah pulang sekolah itu saja sudah terlalu sore jika harus ikut siaran sama teman-temannya yang lain bisa dipastikan saampai rumah sudah malam.
Dina merasa tersindir mendengar lagu yang sedang diputar di radio. Tapi Dina juga tidak sepenuhnya salah. Dina hanya seorang cewek biasa yang butuh kepastian bukan hanya sekedar perhatian terus menerus. Dina hanya tidak mau jadi cewek yang ke GeeRan.
Belum lagi Sampai sekarang Mas Bimo juga sesekali masih menghubungi Dina. Membuat Dina jadi bimbang untuk pindah ke lain hati meskipun dia sudah dikecewakan oleh Mas Bimo. Hal itu hanya Dina dan mas Bimo yang tahu. Karena menurut Dina tidak perlu ada orang lain yang tahu apa yang dia rasakan sekarang.
Lagu yang didengarkan Dina habis bertepatan dengan mereka telah sampai di depan gerbang sekolah mereka. Dina pun bergegas turun dari mobil dan mengucapkan terima kasih kepada Pak Har yang sudah mau memberinya tumpangan.
Lalu Dina pun berjalan menuju ke rumah Budhenya yang tetletak tidak jauh dari sekolahnya. Dina ke rumah budhenya untuk menunggu dijemput papanya. Karena sudah kesepakatan dengan papanya jika ada kegiatan apa pun kalau tidak bawa motor disuruh menunggu dijemput di rumah budhenya.
Di tempat lain, tepatnya masih di jalan dari puncak ke arah kota K Dendy masih melajukan motornya dengan kencang. Gilang yang berada di boncengan belakang sudah tidak bisa berkata apa-apa hanya bisa berdoa semoga mereka selamat sampai di rumah.
"Den, nanti turunkan aku di lampu merah dekat rumah saja, aku jalan kaki saja...!!." ucap Gilang setengah berteriak agar didengar oleh Dendy yang sedang fokus mengemudikan motornya
"ya..." hanya kata itu yang terucap dari mulut Dendy
Akhirnya mereka tiba di lampu merah dekat rumah Dendy. Dendy menurunkan kakak sepupunya di pinggir jalan, tanpa pamit dendy melajukan motornya dengan kencang tujuannya adalah sekolah Dina. Gilang yang melihat itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak biasanya Dendy bersikap seperti itu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
*Terima kasih bestie... yang sudah meluangkan waktu untuk membaca novel receh ini dukung othor terus ya...tolong like comment vote kirim bunga, kopi atau yang lainnya Dan pencet tombol favorit tentunya. Mohon maaf kalau masih banyak typo di sana-sini 😉😉😉
Terima kasih sekebon bestie