Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 164 1st Anniversary


__ADS_3

Akhir minggu Dina tidak bisa pulang lagi karena ada tugas kelompok yang harus ia selesaikan. Dina sedih, ia sudah berjanji untuk pulang karena hari minggu ini adalah hari jadi mereka yang pertama.


Tugas yang hari senin harus ia kumpulkan, Dina terpaksa mengerjakan di akhir minggu karena teman-teman sekelompoknya hanya bisa mengerjakan di hari sabtu atau minggu.


Dina cemas, sedih, marah tapi sebisa mungkin ia tahan. Pikiran dan hatinya ada di rumah namun badannya berada di kos. Dina hanya bisa pasrah kali ini perasaannya benar-benar campur aduk.


Dengan setengah hati ia mengerjakan tugasnya di kos temannya yang tak jauh dari kosnya. Ia hanya ingin segera selesai semuanya dan bisa menelepon Dendy.


Sabtu malam, Dina dan teman-temannya telah menyelesaikan tugasnya. Hampir tengah malam Dina pulang ke kosnya. Ia benar-benar lelah. Masuk ke kamarnya Dina langsung tertidur pulas.


Pagi harinya, Dina terbangun pukul tujuh pagi. Dina tidak mendengar suara apapun, hening, seolah-olah tak ada tanda-tanda kehidupan di kosnya.


Dina membuka pintu kamarnya berniat untuk ke kamar atas. Dina menoleh ke kiri dan ke kanan, sepi, motor-motor yang biasa terparkir pun tidak ada.


Dina menutup kembali pintu kamarnya dan berniat ke kamar Tere. Di pintunya ada catatan entah siapa yang menulisnya.


'DINA ADA TELEPON DARI DENDY JAM 9 MALAM'


Dina bergegas ke kamar Tere, tapi di lantai dua pun juga sepi, entah semua kemana Dina tak tahu. Dina kembali ke bawah ke kamarnya. Dina pun mandi kemudian ia membereskan kamarnya.


Setelah tampak rapi Dina keluar dari kosnya untuk membeli makan. Di tengah jalan ia bertemu dengan Tia teman kosnya bersama pacarnya.


"kamu mau kemana Tia?" tanya Dina


"biasa...." Tia terkekeh


"yang lain kemana? Kenapa kos sepi?"


"tadi sekitar jam enam mereka berangkat ke pasar minggu pagi di universitas C" jawab Tia


"kenapa tidak ada yang memberitahu aku?"


"tadi pintu kamarmu sudah diketuk-ketuk tapi kamu belum bangun" ucap Tia "sudah dulu ya Din..."


Dina kembali ke kosnya, masih tetap sama, masih sepi. Dina pun makan sambil mendengarkan radio.


Terdengar ada yang memencet bel kosnya, Dina pun keluar dari kamarnya.


"cari siapa?" ucap Dina setengah berteriak


"Dina ada?" tanya seseorang tersebut


Dina pun mengambil kunci dan membuka pintu kosnya. Terlihat seorang cowok memakai ransel masih memakai helm berdiri membelakangi pintu.


"siapa ya...?" tanya Dina mengerutkan dahinya. Seingatnya ia tidak ada janji dengan siapapun.

__ADS_1


Cowok itu pun berbalik dan memandang Dina dengan senyum mengembang.


"aku..." ucap cowok itu. Dina termangu mulutnya terbuka lebar, tak menyangka mendapat kejutan.


"happy anniversary sayang..." Dendy mengeluarkan kotak kecil dari saku jaketnya dan memberikannya ke Dina


"ya ampun sayang...." Dina memeluk cowok itu dengan senyum bahagianya


"sudah...sudah...malu di lihat orang lewat" Dendy terkekeh


Dina melepaskan pelukannya "kenapa tidak bilang kalau mau ke sini?"


"kalau aku mengatakan mau ke sini bukan kejutan namanya" Dendy terkekeh


"ini untukmu tanganku pegal memegangnya" Dendy menyerahkan kotak yang tadi ia pegang


"apa ini?" Dina tak henti-hentinya tersenyum


"bukalah..." ucap Dendy


Dina membuka kotak tersebut, dan ia benar-benar takjub, tidak menyangka mendapat kejutan dari orang yang ia sayangi. "ini bagus sekali Den..." Dina tersenyum lebar melihat sebuah gelang yang berinisialkan namanya dan naman Dendy.


"sini aku pakaikan..." Dendy mengambil gelang tersebut dan memakaikannya di tangan Dina "cantik...secantik orangnya"


Dina tersipu mendapatkan pujian dari Dendy.


Dendy mengikuti Dina masuk ke kamar kosnya. Ia memperhatikan sekeliling, baru kali ini ia masuk ke kamar Dina.


Semua yang ada di kamar Dina tertata rapi. Foto mereka berdua pun ditempel di atas meja belajar Dina. Ia menjadi lega, selama ini ia takut Dina berpaling darinya.


"dari rumah jam berapa?" tanya Dina


"sekitar jam tujuh..." Dendy duduk bersender di kasur Dina


"mama papa tahu kamu ke sini?" tanya Dina dan dijawab dengan gelengan kepala dari Dendy.


Dina menghela nafasnya, ia merasa bersalah jika mama papanya Dendy tahu pasti Dendy akan terkena masalah. "lantas tahu dari mana kosku?" tanya Dina


"dari Dodi lah..." Dendy terkekeh


"oh iya...ya...aku lupa" Dina tergelak


"semalam kemana? Aku telepon kamu tidak ada?" tanya Dendy dengan wajah sendu


"mengerjakan tugas di tempat teman, jam sebelas malam aku baru pulang" jawab Dina sedikit merasa bersalah

__ADS_1


"teman...apa...teman...?" tanya Dendy dengan nada menggoda


"teman...satu kos dengan kakaknya Dodi, itu di ujung gang..." jawab Dina kesal kerena Dendy menggodanya.


"iya...iya...tidak usah marah begitu...sini..." Dendy mengulurkan tangannya


Dina mendekat duduk di sebelah Dendy dan menyandarkan kepalanya di bahu Dendy


"sudah setahun ya...." ucap Dendy sambil membelai bahu Dina


"iya...semoga selamanya" ucap Dina. Dendy hanya menanggapinya dengan senyuman.


"kosmu sepi? Teman-temanmu kemana?" tanya Dendy


"entah...katanya jalan-jalan ke pasar minggu pagi"


"kamu tidak ikut?" tanya Dendy lembut


"mereka sudah pergi sewaktu aku masih tidur, tadi temanku bilang pagi-pagi semua mengetok kamarku tapi aku tidak bangun-bangun juga" Dina mengerucutkan bibirnya


"tumben kamu susah dibangunkan" Dendy terkekeh


"aku lelah sekali Den, aku kuliah dua puluh empat SKS semester ini, banyak tugas, kemarin saj aku sampai malam di kos temanku" ucap Dina mengerucutkan bibirnya


"iya...iya...ingat jaga kesehatan, jangan makan yang pedas-pedas... Biasanya kamu suka lupa kalau sudah melihat sambal" Dendy terkekeh


"hehehe...kemarin aku habis makan mie ayam pedas" Dina menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"kamu itu..." Dendy mencubit hidung Dina gemas, kemudian memeluk Dina erat.


Dina bahagia, ia tidak menyangka bisa melalui satu tahun bersama Dendy. Sebelum-sebelumnya hubungannya selalu singkat. Bahkan ia seperti dipermainkan oleh pacarnya terdahulu.


Bersama Dendy, meskipun di awal penuh dengan ujian tapi mereka berdua mampu melalui semuanya. Bahkan Dendy sudah jaug berubah. Ia benar-benar menjadi sosok dambaan Dina.


.


.


.


B e r s a m b u n g


Jangan lupa ritualnya ya bestie


Mampir juga di 'JADIKAN AKU PACARMU'

__ADS_1


Terima kasih sekebon bestie...


__ADS_2