Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 102


__ADS_3

Karena berkendara sambil memikirkan segala kemungkingan, perjalanan yang biasanya terasa lama, kini terasa cepat. Dina sudah sampai di depan rumah Dendy. Ia bertanya-tanya kenapa rumahnya Dendy sedikit ramai bahkan mobil papanya Dendy juga sudah terparkir di rumah.


Dina memarkirkan motor miliknya di depan pagar rumah Dendy. Kemudia ia berjalan masuk ke halaman rumah, di teras rumah tampak Dendy berbincang-bincang dengan cewek entah siapa. Ada sedikit rasa cemburu karena Dendy terlihat akrab dengan cewek itu.


Tapi sebentar...Dina mengamati cewek itu masih memakai seragam SMP, masak iya Dendy menduakannya lagi, dengan anak SMP pula. Dendy mendekati mereka berdua yang masih belum menyadari jika Dina sudah datang.


"eh...sayang sudah datang..." Dendy beranjak berdiri menhampiri Dina


Dina hanya tersenyum tidak menjawab ucapan Dendy. Pandangannya tertuju pada cewek yang memakai seragam SMP yang masih duduk dan tersenyum ke arahnya.


"eh...iya...kenalkan ini Dewi, adiknya mas Gilang" ucap Dendy yang mengetahui arah pandangan Dina.


"oh..ini kak Dina...aku Dewi kak, sepupu Dendy" ucap Dewi riang


"oh..." Dina hanya tersenyum lega karena mengetahui kalau mereka saudara sepupu.


"ayo Din... Masuk...di dalam saja" Dendy mengajak Dina masuk, sedangkan Dina hanya mengangguk


"aku tahu kamu sedang cemburu dengan Dewi" bisik Dendy


"hah.." Dina menoleh ke arah Dendy yang tersenyum ke arahnya


"dari kamu memarkirkan motormu aku sudah tahu kalau tatapanmu itu penuh rasa cemburu" Dendy terkekeh


"kamu sengaja ya..?" Dina mencebik


Mereka berdua berjalan ke ruang keluarga, dimana di situ sudah ada tantenya dan juga omnya Dendy. Mereka semua menatap Dina dan Dendy yang baru datang.


Dendy 'pun mengenalkan Dina ke om dan tantenya. Dina merasa sedikit malu karena dikenalkan dengan keluarga Dendy, sebelumnya ia berpikiran jika masih pacaran apalagi mereka masih SMA tidak perlu untuk mengenalkannya kepada keluarga besar.


"berhubung Dina sudah datang, ayo berangkat" papanya Dendy berdiri dari duduknya dan mengambil kunci mobil


"ini maksudnya apa ya Den, dari tadi itu hanya menunggu aku?" Dina menarik tangan Dendy dan berbisik padanya


"iya..." jawab Dendy singkat


"kenapa kamu tidak bilang dari kemarin?" Dina merasa tidak enak "sebenarnya ada acara apa Den?"


"mama ulang tahun hari ini" Dendy menggandeng tangan Dina keluar rumah lagi


"kenapa tidak bilang dari kemarin Den?" Dina kesal


"acaranya juga mendadak, baru semalam kepikiran" Dendy terkekeh

__ADS_1


Dina merasa tidak enak hati, mamanya Dendy ulang tahun, dia juga tidak diberi tahu harus datang ke rumah Dendy jam berapa.


"sudah, santai saja, aku juga baru saja sampai rumah langsung telepon kamu tadi" ucap Dendy yang tahu kalau Dina merasa tidak enak hati


Mereka duduk di teras rumah, sambil menunggu para orang tua bersiap-siap. Mereka sempat bercandan dengan Dewi yang masih duduk di teras.


"nah...itu mas Gilang sudah datang..." ucap Dewi bangkit berdiri menghampiri Gilang


"oh...aku kira aku yang paling akhir datang" Dina lega karena bukan hanya ia yang baru saja datang


"aku bilang apa, santai saja...hanya acara makan siang biasa tidak ada yang spesial" ucap Dendy menghibur Dina


"tetap saja Den, kalau kamu bilang dari semalam 'kan aku bisa ke sini duluan" Dina mencebik


"aku cium bibir kamu, kalau masih seperti itu" ucap Dendy menggoda


"selalu saja " Dina membuang mukanya.


"ayo...siapa yang ikut mobil papa?" papanya Dendy berjalan keluar dan membuka pintu mobil


"kita boncengan saja ya Din" ucap Dendy


"aku terserah kamu Den..." Dina pasrah


"aku juga om..." ucap Gilang


"ya sudah kalau begitu kalian nanti yang kunci pintu rumah ya..." ucap papanya Dendy


Papanya Dendy mengeluarkan mobilnya dari halaman rumah. Mama, om dan tantenya serta adiknya Dendy naik mobil kemudian perlahan mobil yang dikendarai papanya Dendy meninggalkan rumah.


Gilang sudah berangkat bersama Dewi adiknya, tinggalah Dina dan Dendy di rumah yang masih harus mengunci semua pintu rumah Dendy. Setelah memastikan semua pintu dan jendela terkunci mereka berdua 'pun berangkat naik motornya Dina.


Dina masih merasa malu dan tak enak hati, hari ini dia dikenalkan dengan keluarga Dendy. Entah kejutan apa lagi yang menantinya nanti.


"kita ini mau makan di mana Den?" tanya Dina dari belakang


"daerah dekat rumah mas Gilang Din" ucap Dendy setengah berteriak


"jauhnya...." ucap Dina tapi tidak ditanggapi oleh Dendy


Setelah setengah jam bekendara akhirnya mereka telah sampai di sebuah rumah makan yang ada kolam pemancingannya. Setelah memarkirkan motornya Dendy dan Dina berjalan masuk ke dalam rumah makan.


Di sana terlihat Rio adik Dendy sedang memegang kail pancing ditemani papanya dan omnya tadi. Dendy berjalan ke arah gazebo yang telah dipesan oleh mamanya Dendy.

__ADS_1


Dina terkejut, ternyata di sana sudah ada saudara Dendy yang lain yang sudah duduk -duduk di sana. Dendy tahu kalau Dina merasa tidak nyaman, ia mengencangkan genggaman tangannya menenangkan Dina.


"itu papa dan mamanya mas Gilang" ucap Dendy, ia tahu apa yang ada dipikiran Dina.


"aduh Den...boleh tidak kalau aku pulang saja, aku merasa tidak enak karena aku bukan siapa-siapa" ucap Dina mulai gugup


"kamu itu pacarku Din, kamu juga sudah menjadi bagian keluargaku, mama sendiri tadi yang menyuruhku untuk mengajakmu" ucap Dendy meyakinkan Dina kalau semua akan baik-baik saja


"sudah ayo, ada aku, juga ada mas Gilang" ucap Dendy menarik tangan Dina lembut agar mengikuti langkahnya


Setelah sampai di gazebo, Dina dikenalkan kepada kedua orang tua Gilang. Dina merasa gugup berhadapan dengan keluarga Dendy bisa dibilang sepertiga keluarga besar Dendy.


Dina hanya diam mendengar obrolan keluarganya Dendy. Ia tidak mau dianggap tidak sopan karena ikut-ikutan dalam obrolan mereka. Mamanya Dendy menyadari sikap Dina, ia tahu pasti Dina merasa sungkan.


"dari tadi kenapa diam saja Din?" ucap mama Tari


"eh...iya tante hehehe..." Dina bingung harus jawab apa


"Din...besok kamu juga mau daftar STAN?" tanya Gilang mencoba mengajak Dina bicara


"iya...aku mau coba daftar Lang" jawab Dina


"kalau begitu aku bareng kamu ya...kita boncengan, soalnya tempat pendaftaran jauh dari sini" ucap Gilang


"iya Lang" jawab Dina tersenyum


"bukankah kamu mau kuliah kedokteran Din?" tanya mamanya Dendy


"iya tante...coba-coba saja, mana yang keterima, kalau cita-cita tetap kuliah di kedokteran" jawab Dina


Kedua orang tua Gilang hanya menyimak pembicaraan diantara Gilang dan Dina. Mereka tidak menyangka pacar Dendy anak yang pintar mengingat keponakannya mereka itu tergolong anak yang tidak mempedulikan sekolahnya.


Sedangkan Dendy merasa cemburu dengan kakak sepupunya. Enak saja mau pergi berdua dengan Dina, memangnya Gilang siapa mau mengajak Dina pergi meskipun untuk mendaftar kuliah.


.


.


.


B E R S A M B U N G


Jangan lupa ritualnya ya Bestie terima kasih sekebon 😘😘

__ADS_1


__ADS_2