
Seminggu berlalu, Dina telah kembali ke kota J. Ia mulai disibukkan dengan persiapan kuliah semester kedua. Dina mengambil hasil nilai semester lalu di tata usaha. Dina cukup puas dengan hasil yang ia raih, nilainya cukup bagus.
Perkuliahan baru akan dilaksanakan setelah semua mahasiswa mengisi kartu rencana studi mereka. Mereka mengambil mata kuliah atau SKS (Satuan Kredit Semester) berdasarkan nilai semester lalu, jika nilainya baik maka bisa mengambil banyak SKS sesuai dengan standar nilai di kampusnya, jika kurang mereka hanya bisa mengambil SKS sedikit.
Dina bisa memaksimalkan jumlah SKS yang ia ambil karena nilainya cukup bagus. Bahkan Dina bisa mengambil mata kuliah yang diperuntukkan untuk beberapa semester di atasnya. Berbeda dengan kedua temannya yang hanya bisa mengambil sedikit.
Di semester kedua ini, Dina harus terpisah dengan teman-temannya karena ada mata kuliah yang ia ambil tidak sama dengan kedua temannya. Jadwal kuliah mereka hanya sedikit yang berbarengan.
"aku banyak kuliah paginya " ucap Dina lesu
"resiko ambil SKS banyak" Berta terkekeh
"siapa suruh ambil banyak-banyak...seperti kita tidak banyak dan bisa santai" ucap Caca santai
"bisa ambil banyak, sayang kalau tidak dimaksimalkan....." ucap Dina
"dari kemarin aku tidak melihat bodyguard mu Din?" Berta mengedarkan sekeliling, Dina hanya mengedikkan bahunya.
"ayo kita pulang...aku mau tidur...masih ingin menikmati libur kita yang tinggal beberapa hari lagi" ucap Berta
"ayo...ayo...kita pulang, lama-lama di kampus sudah seperti satpam kampus saja kita" Caca tergelak.
Mereka bertiga pulang berjalan kaki, menikmati jalanan yang masih belum ramai hilir mudik mahasiswa karena kampus-kampus di sekitar kampus Dina masih libur.
Dina masuk ke kosnya, di kosnya hampir semua sudah kembali dari liburannya karena sebagian besar berkuliah di universitas A. Dina naik ke lantai dua, seperti biasa kamar Tere menjadi base camp Dina dan kawan-kawan.
"eh Din...sudah jadi ke ibu kos?" tanya Ter penasaran
"sudah kak..." jawab Dina sambil menyambar keripik di meja tv kamar Tere
"terus apa kata ibu kos?" tanya Tia penasaran
"ibu kos bilang belum tahu...katanya memang mau pindah tapi belum tahu kapan, katanya masa habis kos kamar ujung masih tiga bulan lagi" terang Dina sambil makan keripik
"katak kak Sofia yang dulu menempati kamar Reni, belum ada anak kamar bawah suka main ke kamar atas, ee...sekarang Dina betah di kamar atas" Tere tergelak
"memangnya ada apa kak? Kenapa bisa begitu?" tanya Reni penasaran
"dulu yang menempati kamar kamu dan yang di sebelah tangga itu bermusuhan dengan yang menempati kamar Tia, makanya anak bawah dan anak atas tidak pernah akur" terang Tere
"oh...begitu kak...terus-terus mereka bermusuhan karena apa?" tanya Reni penasaran
__ADS_1
"katanya sih karena rebutan cowok" ucap Tere
"sampai begitu ya kak, kalau aku cowokku direbut aku lepas kak, buat apa mempertahankan cowok yang tidak setia" ucap Dina kesal
"kenapa kamu jadi kesal Din?" tanya Reni bingung
"ya kesal saja...buat apa cowok diperebutkan, suruh cowoknya pilih yang mana, kalau dia setia pasti lebih memilih kita, betul tidak Tia?" ucap Dina sedikit menggebu
"iya...betul...memangnya cowok cuma satu?!" Tia tergelak
"santai kali kau bilang begitu...aku....satu saja belum dapat-dapat dari dulu" ucap Tere kesal
Dina, Tia dan Tere serempak tertawa kencang. Mereka kadang saling meledek tapi mereka tidak ada yang merasa tersinggung karena mereka tahu jika ledekan itu hanya bercanda, selain itu mereka menyadari sebagai anak rantau yang jauh dari keluarga mereka harus saling menjaga.
"kak...ada stok serial drama baru tidak?" tanya Reni
"coba nanti kita ke persewaan film yang di belakang kampus kita tanya ada yang baru tidak" ucap Tere antusias
"iya nanti sekalian cari makan malam ya kak..." ucap Dina
"tapi cowok-cowok kalian bagaimana?" tanya Tere menatap ke arah Dina dan Tia
"pacar di sana...di sini kan punya cadangan..." Tere tergelak
"kakak ini...!" Dina melempar Tere dengan bantal
"tenang kak...aku bebas minggu ini...pacarku semester ini sudah skripsi jadi dia jarang ke sini" ucap Tia
"bagus...kalau sampai ada yang pergi dengan cowoknya malam ini, maka ongkos sewa film dia yang bayar..." ucap Tere mendadak serius.
"setuju..!!!!" ucap Reni bersemangat
Dina dan Tia hanya mendengus kesal menghadapi dua temannya yang masih dalam tahap pencarian pacar harus ekstra sabar.
Pukul setengah tujuh malam, mereka berempat bersiap untuk keluar kos membeli makan dan ke tempat persewaan film. Tere sudah sangat yakin jika malam ini pasti ada yang mentraktir mereka menyewa serial drama.
Tere, Tia dan Reni turun menghampiri Dina di kamarnya yang terletak di dekat pintu masuk kos.
"kan....apa aku bilang...malam ini ada yang mentraktir kita menonton drama" ucap Tere menarik satu sudut bibirnya
"hah...memangnya siapa kak?" tanya Tia
__ADS_1
"itu...di depan mobil siapa coba?" senyum Tere semakin lebar
Dengan penuh kemenangan Tere mengetuk pintu kamar Dina. Dina membuka pintu kamarnya "iya kak...sudah siap semua?" ucap Dina santai
"malam ini kamu yang bayar sewa filmnya ya Din..." ucap Tere penuh kemenangan
"aku...?" Ucap Dina penuh tanda tanya
"kamu lihat, mobil siapa yang terparkir di depan?" tunjuk Tere ke depan kos mereka.
Bahu Dina merosot, malam ini ia harus mentraktir teman-teman satu kosnya menyewa serial drama. Dengan langkah gontai Dina membuka pintu kosnya, tapi tak ada siapapun di depan kosnya.
"ah...kak Tere itu hanya mobilnya yang sama..." ucap Dina penuh kemenangan
"masak sih...? Coba kulihat...." Tere mendekat ke arah mobil yang terparkir di depan kos mereka
"hehehe....iya...ya..." Tere menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"makanya itu kacamata diganti pakai kacamata kuda" Reni tergelak
Mereka berempat berjalan menyusuri jalanan sekitar kos mereka. Mencari warung yang buka, karena musim libur mahasiswa jadi banyak warung-warung yang juga ikut tutup.
Karena banyak yang tutup mereka memutuskan untuk berjalan ke depan kampus mereka tujuan mereka ke tenda kaki lima yang menjual aneka macam masakan china.
Dina sudah sering ke tempat itu karena Bimo yang mengajaknya. Seperti biasa Dina memesan nasi capcay kesukaannya. Mereka berempat mulai makan dan sesekali diiringi gelak canda tawa mereka.
.
.
.
B e r s a m b u n g
.
Jangan lupa ritualnya ya bestie, please like, vote dan komennya ya
jangan lupa mampir ke 'JADIKAN AKU PACARMU'
Terima kasih sekebon bestie
__ADS_1