
Selamat pagi...
Sebelum lanjut pastikan pencet tombol favorit
Terima kasih 😘😘
Â
................................
Dina dan Dendy beriringan mengendarai motor mereka masing-masing menembus rintik gerimis yang menambah suasana menjadi lebih romantis. Jalanan pun sepi seakan mendukung mereka yang sedang membutuhkan suasana yang romantis.
Perjalanan yang biasa Dina tempuh lima belas menit bertambah lama menjadi dua puluh lima menit. Tidak ada pembicaraan di antara mereka karena masing-masing fokus melihat jalan hanya sesekali saling pandang dan tersenyum.
Mereka sudah sampai di rumah Dina, sebenarnya Dendy enggan untuk mampir ke rumah Dina karena bajunya sudah sedikit basah. Dina memaksa agar Dendy mampir sebentar paling tidak minum sesuatu yang hangat agar Dendy tidak kedinginan.
Dina memasukkan motornya ke rumah dan bergegas meletakkan tas dan melepas sepatunya kemudian pergi ke dapur untuk membuatkan Dendy segelas teh hangat. Mamanya yang melihat Dina membuat teh hangat saat belum berganti pakaian menjadi heran.
"teh buat siapa Din?" tanya mama Vera
"itu ada teman di depan ma" ucap Dina mengangkat baki yang berisi segelas teh hangat
"mama sedang enggak punya cemilan, kalau mau mama pesankan bakso di depan" tawar mama Dina
"enggak usah ma, teh saja biar cepat pulang" ucap Dina tergelak dan berjalan keluar dari dapur, mama Vera hanya geleng-geleng kepala dengan anak gadisnya, jarang bawa teman main ke rumah alasannya di rumah waktunya istirahat jangan sampai diganggu oleh teman-teman yang suka usil.
"kedinginan Den?" tanya Dina berjalan mendekat ke arah Dendy yang duduk di kursi teras rumahnya Dina
"eh...enggak Din.. Enggak kok" ucap Dendy dengan senyum mengembang
"siapa suruh hujan-hujan mengikuti aku pulang" Dina mencebik "Ini diminum tehnya mumpung masih hangat" Dina menyodorkan segelas teh hangat yang tadi dia buat
"iya terima kasih Din" Dendy meminum teh hangat sambil menatap Dina "kemanisan Din" Dendy tersenyum jahil
"hah...kemanisan? Gulanya padahal enggak banyak" ucap Dina mengerutkan dahinya
"iya soalnya aku minumnya sambil lihat kamu" ucap Dendy dengan senyum sumringah
"haish...kamu itu ya..." Dina menyembunyikan wajahnya yang merah merona bak kepiting rebus
"Din, besok-besok kalau istirahat pergantian jam sore aku tunggu di depan sekolahmu ya" ucap Dendy
"mau apa Den?" tanya Dina menautkan kedua alisnya
"ketemu kamu, kalau mau aku temani makan juga aku mau"
"iya...iya..." Dina masih malu-malu padahal sebelum mereka resmi berpacaran sikapnya biasa-biasa saja entah kenapa setelah resmi jadi pacar Dina malah jadi pemalu di depan Dendy
"aku pulang dulu ya Din, sudah sore nanti kamu mandinya kemalaman" pamit Dendy
__ADS_1
"iya hati-hati di jalan, itu jaket kamu basah? Kalau basah pakai punyaku aku punya yang agak besar" ucap Dina
"enggak Din, enggak apa-apa ini jaket anti air kok" ucap Dendy menarik resleting jaketnya
"kalau anti air berarti tidak boleh kena air Den" ucap Dina tergelak
Dendy tersenyum melihat Dina mulai tidak pendiam seperti tadi, perlahan kegugupan di antara mereka mencair hilang terbawa suasana
"aku pulang dulu ya, besok berangkat hati-hati di jalan, atau mau aku jemput?" ucap Dendy sambil mengusap puncak kepala Dina
"aku berangkat sendiri saja Den, kalau kamu jemput aku dulu kejauhan kasihan kamu" ucap Dina
"hmm....ya sudah aku pulang ya" ucap Dendy naik ke atas motornya dan memakai helmnya
Dina melambaikan tangannya melihat Dendy keluar dari halaman rumahnya. Dina bergegas masuk ke dalam rumah dan mandi.
.
.
Di rumah Dendy, Gilang sudah menunggu kepulangan adik sepupunya penasaran dengan cerita sebenarnya. Dia merasa ketinggalan cerita padahal dia tidak pernah pergi kemanapun tapi sepertinya banyak cerita yang dia lewatkan.
Deru suara sepeda motor mendekat, Gilang yang berada di teras bangkit berdiri berjalan ke pagar memgharap Dendy yang pulang. Tapi ternyata yang datang adalah Krisna dan Adi teman dekat Dendy.
"aku kira Dendy ternyata perusuh "Gilang mencebik balik badan tidak jadi membuka pintu pagar
"buka sendiri, biasanya juga buka sendiri" Gilang kembali duduk di teras rumah Dendy
Adi turun dari boncengan membuka pintu pagar sedangkan Krisna memasukkan motor yang dia naiki ke halaman rumah.
"Dendy mana?" tanya Adi
"pacaran" jawab Gilang ketus
"pacaran sama siapa? Biasanya kalian kemana-mana bertiga kok sampai enggak tahu Dendy kemana" ucap Adi bingung
Adi memang agak sedikit lambat merespon apalagi tentang masalah percintaan, tetapi kalau soal akademik dia tergolong siswa yang pandai bahkan dia bisa masuk kelas percepatan di sekolahnya.
"nanti kamu juga tahu siapa pacar Dendy" ucap Gilang berbarengan dengan Dendy yang masuk ke halaman rumahnya sambil bersiul-siul bahagia
"sepertinya ada yang sedang bahagia nih...sampai lupa pulang" sindir Gilang
"terus gitu.... Enggak bisa lihat adiknya bahagia " Dendy mencebik
"ya habisnya jadian enggak bilang-bilang, tiba-tiba pergi entah kemana tanpa kabar" giliran Gilang mencebik
Dendy hanya berlalu tidak menanggapi ucapan Gilang. Dendy berjalan masuk ke dalam rumah masih sambil bersiul-siul sampai-sampai mengabaikan mamanya yang duduk di depan televisi.
Dendy masuk ke kamar mandi, mengguyur badannya karena habis terkena air hujan. Setelah dirasa bersih Dendy keluar dan berpakaian lalu keluar menghampiri teman-temannya.
__ADS_1
"Kalian jam segini ada di sini mau apa?" tanya Dendy ke Krisna dan Adi
"mau menunggu traktiran" ucap Krisna
"Dendy ulang tahun ya? Selamat ya Den..." ucap Adi bangkit mengulurkan tangannya ke Dendy
"Selamat sore..." ucap Dendy menanggapi uluran tangan Adi
"kok selamat sore?" ucap Adi bingung
"sekarang siang atau malam?" tanya Dendy
"masih sore Den" ucap Adi dengan polosnya sedang Krisna dan Gilang senyum-senum menahan tawa mereka
"ya...itu sudah tahu kalau masih sore, hari ini tidak ada yang ulang tahun" ucap Dendy menarik kursi dan duduk di sebelah Adi
"itu tadi kenapa Krisna minta ditraktir?" tanya Adi mengerutkan dahinya
"tanya sendiri sama Krisna" Dendy gemas dengan teman yang satu itu, pintar tapi polosnya minta ampun
"jadi ceritanya.... Kamu masih berhutang cerita kepada kami Den" ucap Gilang mengangkat salah satu sudut bibirnya
"enggak ada yang perlu diceritakan, semua sudah tahu kan kalau aku dan Dina sudah resmi pacaran?" tanya Dendy
"iya..." jawab Gilang dan Krisna serentak sedangkan Adi bingung menyimak kemana arah pembicaraan mereka
"ya sudah, sudah jelas berarti" ucap Dendy menyalakan rokok kemudian menghisapnya
"terus kapan kita ditraktir" tanya Adi semangat
"besok" ucap Dendy asal
Gilang dan Krisna masih belum puas dengan jawaban Dendy. Mereka berharap Dendy mau bercerita lebih detail lagi. Tapi yang ditanya tidak mau menjawab ya apa boleh buat.
.
.
.
.
.
B E R S A M B U N G
Yuk bestie digoyang jempolnya, please like comment dan vote ya
Terima kasih sekebon bestie 😘😘
__ADS_1