Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 76


__ADS_3

Dendy dan Dina berjalan beriringan ke tempat dimana motornya terparkir. Dendy menggandeng tangan Dina dengan mesra. Akhir-akhir ini mereka jarang menghabiskan waktu bersama karena kesibukan mereka masing-masing. Ada rasa rindu di hati mereka.


"Den.. Sepertinya aku bolos les saja" ucap Dina


"kenapa Din?" Dendy menghentikan langkahnya menatap Dina dengan tatapan heran


Dina menghentikan langkahnya dan menghela nafasnya "masak iya valentine aku malah sibuk les"


"memangnya kenapa kalau kamu les, biasanya juga tiap hari jumat dan sabtu kamu les Din" ucap Dendy


"seminggu terakhir kamu sibuk, aku sampai kesepian" Dina mencebik


Dendy terkekeh mendengar jawaban Dina, ternyata hanya karena ingin menghabiskan waktu bersamanya di hari valentine Dina bolos les


"Dina sayang.... maafkan aku yang tidak bisa membagi waktuku, tapi jangan karena hanya ingin bersamaku lantas kamu bolos les" ucap Dendy lembut memegang kedua bahu Dina


"ingat sebentar lagi kamu ujian akhir, kamu juga harus mempersiapkan tes masuk perguruan tinggi, masih banyak waktu Dina..." Dendy mencoba untuk memberi pengertian ke Dina


"bukan karena kamu mau berduaan dengan Nana 'kan?" Dina memicingkan matanya


"ya....ampun Dina... Kamu tidak percaya aku?"Dendy jengkel, raut wajahnya pun sudah tampak ingin marah


"iya...iya aku percaya, aku hanya menggoda kamu saja" Dina tergelak


"mulai jahil ya...hmmm... " Dendy mencubit hidung Dina


"kenapa selalu hidungku jadi sasaran " Dina mengerucutkan bibirnya


"menggemaskan" Dendy mencubit hidung Dina lagi


"jadi.... Kamu jadi bolos les hari ini?" tanya Dendy sambil memakai helmnya


"hmm.... Sepertinya jadi Den" ucap Dina sambil mengambil helmnya "aku kangen kamu" ucap Dina lirih


"apa Din?" Dendy menatap Dina yang belum jadi memakai helm


"ah...tidak apa-apa Den..." Dina memakai helmnya dan naik ke boncengan


"ini jadinya mau makan apa?"


"hmmmm...apa ya....aku bingung" Dina mengetuk-ngetukkan telunjuknya di dagunya.


"mie ayam mau Din?"


"iya mau...mau...asal makannya sama kamu aku mau" Dina terkekeh


"sekarang pegangan ya aku mau sedikit ngebut, takut kamu telat les" ucap Dendy mulai melajukan motor milik Dina


Karena Dina membonceng menyamping, jadi hanya satu tangan yang ia pakai untuk memeluk Dendy.

__ADS_1


Mereka berdua telah sampai di sebuah warung kecil yang menjual mie ayam. Meskipun warung itu kecil tapi tidak pernah sepi pengunjung. Kebanyakan anak-anak sekolah karena berada di area sekolahan. Dendy memesan dua mangkuk mie ayam dan dua gelas es teh.


Karena warung sedang ramai-ramainya mau tidak mau mereka harus duduk berhimpit-himpitan. Dua mangkuk mie ayam sudah terhidang tinggal es teh mereka yang belum tersaji karena pemilik warung mengaku sedang kehabisan es batu.


Dina dan Dendy menikmati makan siang mereka, sederhana hanya mie ayam, tapi mereka bahagia karena bisa makan siang berdua. Tidak cocok memang, di hari valentine mereka makan beramai-ramai tidak ada romantis-romantisnya.


Makanan mereka sudah habis, akhirnya yang mereka tunggu-tunggu tersaji juga, es teh penghilang dahaga setelah makan. Setelah menghabiskan es teh mereka, Dina berdiri hendak membayar makanan mereka. Namun ditahan oleh Dendy agar tetap duduk, dan Dendy lah yang membayar makanan mereka.


"kamu jadi bolos les?" tanya Dendy sambil berjalan keluar warung


"sekali-sekali bolos, aku ingin menikmati hari ini" ucap dina


"sekali-sekali katamu? Sudah beberapa kali kamu bolos les Din" ucap dendy lembut


"hehehehe..." Dina hanya tersenyum menampakkan dua baaris giginya


"jangan bolos ya Din"


"aku kangen kamu Den..." Dina merengek seperti anak kecil


"iya..iya... Terus kamu mau kemana?" Dendy tidak tega mendengar rengekan Dina


"kemana aja... Terserah kamu" ucap Dina


"kita kembali ke basecamp saja ya, masih ada yang perlu aku kerjakan"


"jadinya mau les atau mau ikut aku?" tanya Dendy berusaha untuk sabar karena tiba-tiba Dina merajuk


"les saja" Dina sudah memakai helmnya


"baik aku antar ke sekolah, nanti jam tiga aku jemput kamu, kalau mungkin kamu berubah pikiran" ucap Dendy masih berusaha sabar


"iya..." jawab Dina. Dendy hanya bisa menghela nafasnya. Salahnya juga beberapa hari ini dia tidak menyempatkan waktu untuk menemui Dina. Ia tahu Dina itu tidak menuntut lebih, hanya ingin bertemu walau hanya sebentar.


Dendy menurunkan Dina di gerbang sekolah bagian belakang. Kemudian ia bergegas melajukan motor milik Dina untuk kembali ke sekolahnya. Sesampainya di basecamp ternyata sudah ramai. Mereka hendak melaporkan hasil penjualan bingkisan valentine.


Di sana juga ada Nana, meski dia tidak tergabung dalam kepanitiaan camping yang akan datang, tapi dia sengaja ikut temannyaa yang juga salah satu panitia tersebut.


"aku kira tadi kamu ada di sini Den, tapi ternyata kamu baru datang" ucap Nana menghampiri Dendy yang baru memarkirkan motor milik Dina


"iya, habis mengantar Dina les" jawab Dendy tanpa melihat Nana


"manja.... Les saja minta diantar" Nana mengumpat dengan suara pelan, meski begitu Dendy masih bisa mendangarnya.


"aku yang mau mengaantar Dina, bukan dia yang meminta, lagipula apa urusanmu" ucap Dendy masih tidak mau menatap Nana


"apa hebatnya Dina? Sampai kamu tergila-gila begitu" ucap Nana ketus


"yang jelas dia lebih hebat dari segi apapun dibanding kamu" ucap Dendy menohok. Dendy kesal mengapa Nana selalu menjelek-jelekkan Dina. Masih segar dalam ingatan Dendy Nana menyebarkan isu kalau Dina perbut pacar orang.

__ADS_1


"ingat ya Na... Jangan sekali-sekali kamu ganggu Dina, atau kamu tahu akibatnya" Dendy terpaksa terang-terangan mengancam Nana agar dia berhenti mengganggu dia dengan dina.


Semua percakapan mereka disaksikan oleh semua teman-teman Dendy yang berada di situ tak terkecuali Krisna.


"itu yang membuat Dina kemarin nangis-nangis?" tanya Krisna


"hah... Dina menangis? Aku tidak tahu" ucap Dendy


"iya kapan hari aku pernah tidak sengaja melihat Dina berdebat sama temannya, masalah merebut pacar begitu habis itu aku melihat dia murung dan matanya berkaca-kaca" terang Krisna


"terus kamu enggak hibur dia begitu?" tanya Dendy


"mana berani aku, dia masih di depan kelasnya banyak anak-anak IPA juga waktu itu"


"hah.... Jadi dia dipermalukan begitu?"


"sepertinya, di situ banyak orang Den... Pasti banyak yang mendengarnya juga"


Dendy mengepalkan tangannya, ternyata masalah Dina sebesar itu. Pantas saja dia murung beberapa hari. Tapi ia tidak menceritakan kalau masalahnya seperti itu, batin Dendy.


"terima kasih ya Na... Tolong jaga Dina kalau di sekolah ya" ucap Dendy


"memangnya aku pengasuhnya? " Krisna mencebik


"maksudku kalau ada apa-apa kamu kabari aku begitu Na..."


"oke... Tapi kamu juga bantu aku ya..." ucap Krisna


"apa?"


"aku lapar...belum makan, kasihani aku " ucap Krisna memelas


"huh...dasar tukang makan, ya sudah ayo...makan nasi kucing di warung depan saja ya...."


Krisna dan Dendy berjalan ke warung depan sekolahnya. Tempat yang selalu dijadikan tempat membolos siswa-siswa sekolahnya.


.


.


.


.


B E R S A M B U N G


.


.

__ADS_1


__ADS_2