
Di dalam studio sudah ada Widi yang masih mengotak-atik peralatan agar lebih stabil jika dipakai untuk siaran. Di situ juga ada Angga, Anto dan Alex yang sedan mencoba peralatan siaran.
"Dina sudah lama tidak ke studio " ucap Angga teman sekelas Widi
"Dina habis sakit Ngga...." jawab Anto yang kebetulan satu kelas dengan Dina
"oohh....pantas saja...biasanya tiap habis dari kantin pasti mampir studio meski cuma sebentar " ucap Angga
"emang kakakku itu sakit apa To?" tanya Alex yang sudah menganggap Dina sebagai kakaknya dan di studio itu Alex yang usianya paling muda meski cuma hitungan bulan tapi tetap saja Alex yang paling kecil
"Katanya Dina mau ke sini, paling sekarang masih makan dulu di kantin" ucap Widi sambil membereskan peralatannya
"itu Dina..." ucap Angga menatap ke arah pintu studio
Dina masuk ke studio yang sudah hampir jadi itu. Dina langsung duduk di kursi seberang meja siaran
"lama tidak ke sini sudah semakin rapi saja... " ucap Dina sambil memperhatikan sekeliling
"Kamu sih... lama tidak ke sini jadi tidak tahu uang yang kamu keluarkan sudah jadi apa saja" ucap Angga
Mereka berlima terlibat perdebatan kecil soal apa yang mereka inginkan untuk studio radio yang sudah hampir rampung. Karena mereka berlima juga punya andil dalam mencari pendanaan demi terselesaikannya proyek pemancar radio sederhana.
Perdebatan itu membuat mereka lupa waktu bel jam pelajaran sore sudah berbunyi. Dina bergegas keluar studio meninggalkan keempat cowok-cowok tersebut yang masih bingung tiba-tiba Widi menjaga jarak dengan Dina. Padahal minggu lalu mereka masih tampak dekat.
................
Jam pelajaran sore sudah selesai Dina yang waktu pelajaran terakhir sudah mulai membereskan barang-barangnya langsung bergegas keluar menuju ke parkiran motor. Siswa-siswa kelas lain belum ada yang pulang baru kelasnya Dina yang sudah pulang. Dina segera memakai helmnya dan menyalakan motornya dan melajukannya keluar gerbang sekolah.
Satpam yang biasa disapa Dina hanya bisa geleng-geleng kepala, tumben sekali Dina buru-buru pulang. Semua siswa mulai keluar dari ruang kelas mereka masing-masing. Gilang menyempatkan melihat ke kelas Dina dan sudah kosong tidak ada siapa-siapa. Begitu juga Krisna sama seperti Gilang, menemukan ruang kelas yang sudah kosong.
__ADS_1
Dendy yang diminta untuk menjemput Gilang datang terlambat karena mama Tari lupa membangunkan anak sulungnya itu. Dendy menepikan motornya di depan gerbang sekolah dan melihat sekeliling mencari keberadaan kakak sepupunya itu. Tiba-tiba ada yang menepuk bahunya dari belakang. Dendy pun tersentak kaget
"melamun saja...mencari siapa? Dina sudah pulang dari tadi " ucap seseorang yang tak lain adalah kakak sepupunya
"eh....membuat aku kaget saja..."ucap Dendy sambil menyodorkan helm yang dia bawa dari rumah
"waktu aku pulang kelasnya sudah kosong, tumben-tumbenan anak IPA pulang cepat" Gilang terkekeh sambil memakai helmnya dan naik ke boncengannya Dendy
"dia sudah sehat kan?" tanya Dendy sambil menyalakan motor nya
"sudah....sudah sehat...sudah bisa makan nasi pecel di kantin sama mantan pacarnya" Gilang terkekeh
"hah....mantannya? " Dendy mematikan mesin motornya
"iya....mantannya waktu kelas satu, tadi aku tidak sengaja melihat dia di kantin waktu mencari temanku, ternyata dia sedang bersama Toni" terang Gilang
Dia menyalakan lagi motornya dan melajukannya dengan kecepatan agak tinggi untuk pulang. Mereka berdua hanya diam tidak ada pembicaraan apapun di antara mereka.
Gilang tahu, saat ini Dendy pasti merasa cemburu mendengar apa yang telah dikatakannya tadi. Sebenarnya dia bisa saja menutupi semua tentang Dina. Tapi dia tidak mau adik sepupunya itu kecewa setelah tahu bagaiman Dina yang sebenarnya.
Tidak ada yang salah dengan Dina, mungkin dia kadan terlalu baik sama orang. Meski sudah pernah disakiti dan dikecewakan dia akan tetap bersikap baik kepada orang yang sudah menyakitinya. Banyak orang yang juga tidak suka dengan Dina, padahal dia tidak pernah merugikan mereka. Mungkin karena mereka iri karena Dina yang mudah bergaul dan teman-temannya sebagian besar adalah cowok-cowok.
Dina bisa dengan mudah berteman dengan cowok-cowok populer, yang dianggap tampan dan banyak disukai cewek-cewek. Dina juga dekat dengan guru-guru. Entah apa yang membuat mereka iri padahal Dina hanya cewek biasa-biasa saja.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Dina menghadapi tes catur wulan. Dina belajar dengan sungguh-sungguh untuk mempertahankan nilai-nilainya. Dina tidak berharap mendapatkan nilai paling bagus di antara teman-temannya, dia hanya berharap nilai-nilainya tidak lebih jelek dari kelas satu dan dua.
Jika nilai nya turun maka akan sulit baginya untuk masuk program unggulan. Dina hanya fokus dengan sekolahnya, selama kurang lebih dua bulan Dina juga datang ke sekolah mepet-mepet pulang pun dia juga selalu awal. Karena dia ingin memiliki waktu untuk istirahat dan belajar yang cukup.
Untuk mengikuti program unggulan dia harus berusaha mempertahankan nilai-nilai nya sampai tes catur wulan ini. Setelah itu dia bisa agak lega tinggal fokus untuk ujian akhir dan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi jika pengajuan program unggulannya ditolak.
__ADS_1
Seminggu berlalu tes telah usai, saatnya untuk bisa sedikit melonggarkan waktu belajar. Dina lebih memilih untuk main ke kelas IPS entah kenapa dia lebih nyaman bergaul dengan teman-temannya yang ada di kelas IPS.
Setiap istirahat pasti main ke kelas nya Ani, di sana Dina merasa mereka jauh lebih asyik dan banyak candaan-candaan. Dina tidak merasa dikucilkan atau tidak dianggap beda dengan kelasnya sendiri. Entah kenapa teman-temannya menjadi individualistis susah diajak becanda. Suasana di kelas menjadi semakin membuat tidak nyaman.
Dina berpikir di kelas dia sudah ketemu dengan anak-anak yang serius makanya di luar jam pelajaran dia ingin mencari sesuatu yang membuat dia bisa melupakan rasa sesak dan stresnya belajar.
.
.
.
.
.
.
Sekilas info Tentang sistem catur wulan (mohon maaf kalau salah) :
Sistem catur wulan ini dipakai pada kurikulum 94 diterapkan pada tahun ajaran 1994/1995 sampai 2003/2004. Pembelajaran dalam satu tahun itu dibagi menjadi 3 tahap setiap tahapnya itu berlangsung selama 4 bulan. Kalau sekarang kita mengenal sistem semester bukan catur wulan lagi karena sudah berganti kurikulum.
*maaf di part ini agak ga jelas ya othornya lagi ga enak badan...
yuk...bestie jempolnya digoyang...tolong like comentnya ya...
kirim kopi atau bunga sangat diharapkan ya bestie 😘😘😘😘
terima kasih sekebon 😚😚😚😚
__ADS_1