
Dendy menghabiskan makanannya dengan cepat, ia tidak ingin Dina terus-terusan melihat apa yang ia makan. Kasihan, karena ia tahu Dina sangat ingin makan mie yang ia makan. Makan makanan rumah sakit pasti membosankan.
Setelah selesai makan, Dendy membuang bungkus makananya di luar. Dendy masuk lagi ke dalam ruangan Dina. Ia mendapati Dina sedang duduk di sofa.
"kenapa kamu duduk di situ?" tanya Dendy
"aku bosan..." jawab Dina sedikit manja. Dendy hanya bisa tersenyum mendengar Dina sudah kembali mulai manja.
"ya sudah...sambil menonton tv saja ya..." Dendy menyalakan tv dan mencari acara yang bisa menghibur mereka
Makan siang untuk Dina sudah datang. Dendy berjalan mengambil makanan Dina dan mendorong meja pasien ke dekat sofa yang diduduki Dina.
"ayo makan dulu" Dendy mulai menyendok makanan dan menyuapkannya ke mulut Dina.
Seperti pagi tadi, Dina makan dengan lahap meskipun masih sedikit merasakan sakit di perutnya. Dan tidak butuh waktu lama Dina sudah menghabiskan makanannya. Dendy tersenyum melihat Dina kembali menghabiskan makanannya.
Dendy membereskan piring bekas Dina, bertepatan dengan dokter yang merawat Dina masuk. Dengan dibantu Dendy, Dina berjalan ke brankar, agar dokter mudah memeriksanya.
"bagaimana makannya?" tanya dokter sambil meriksa Dina
"habis terus dok, bahkan tidak butuh waktu lama" jawab Dendy menyahut sebelum Dina membuka mulutnya.
"oh...begitu ya...padahal kemarin sore kata perawat makannya tidak habis" ucap dokter itu sambil tersenyum "bagaimana, ada keluhan?"
"kalau berdiri agak lama masih sakit dok" jawab Dina
"baik...mau pulang atau di rumah sakit saja?" tanya dokter itu
"ya pulang dok, saya minggu depan ada tes masuk perguruan tinggi masak iya saya tidak belajar dulu?" gerutu Dina
Sedang dokter itu malah terkekeh, mendengar gerutuan Dina.
"memangnya kamu mau kuliah ambil jurusan apa?" tanya dokter itu
"saya ingin kuliah di kedokteran dok, ingin seperti dokter" ucap Dina tersenyum simpul
"oh...bagus...saya tunggu kamu menjadi dokter muda" ucap dokter itu menyemangati Dina "boleh pulang besok pagi ya...jaga kesehatan jangan sampai sakit lagi satu lagi sukses untuk tesnya" ucap dokter yang merawat Dina menyemangati dan kemudian keluar ruangan Dina
"obatmu belum diminum Din" ucap Dendy membawa obat yang harus diminum Dina ditangan kirinya dan di tangan kanannya membawa segelas air putih
Dina mengambil obat yang dibawa Dendy kemudian memasukkannya ke mulut dan meraih gelas yang dibawa Dendy kemudian meminumnya hingga tandas.
"besok aku ke rumahmu setelah aku pulang sekolah ya..." ucap Dendy
__ADS_1
"terserah kamu saja" ucap Dina sambil merebahkan badannya
"tidurlah...aku akan menjagamu" ucap Dendy membelai rambut Dina
.
.
Keesokan harinya, sesuai perkataan dokter yang merawatnya Dina sudah diperbolehkan pulang. Dina pulang bersama papanya, papanya Dina sengaja ijin sebentar untuk mengantar anak gadisnya pulang dari rumah sakit.
Sampai rumah, Dina tidak beristirahat melainkan mulai membuka buku latihan soal-soalnya. Ia merasa beberapa hari ke depan harus belajar mempersiapkan tes yang akan ia hadapi minggu depan. Mamanya Dina yang melihat itu hanya bisa menasehati Dina agar istirahat terlebih dahulu karena Dina baru saja pulang dari rumah sakit.
Dina hanya mendengarkan saja, ia tetap belajar. Tapi sewaktu ia berpikir agak keras perutnya masih terasa sakit, jadi Dina memutuskan untuk tidur terlebih dahulu.
.
.
Hari berganti hari, Dendy yang ingin menemui Dina tidak ditanggapi oleh Dina, alasannya ia ingin fokus belajar. Sebagai gantinya Dina mau diantar Dendy waktu tes besok. Kebetulan waktu tes Dina di hari sabtu dan minggu dan hari sabtunya bertepatan hari tenang juga di sekolah Dendy. Karena minggu depannya Dendy yang harus mengikuti ujian kenaikan kelas.
.
Hari ini tes hari pertama, pagi-pagi sekali Dendy sudah sampai di rumah Dina. Ia menunggu Dina dengan sabar di teras rumah Dina. Tak berapa lama Dina keluar dari rumahnya sudah berpakaian rapi dan membawa helm.
Dendy melajukan motornya sedikit cepat, karena ia tidak ingin Dina terlambat datang ke lokasi tes. Sesampainya di lokasi tes, Dendy memarkirkan motornya, kemudian ia menemani Dina mencari dimana ruang tesnya.
"sudah...kamu tinggal saja, nanti jemput kalau aku sudah selesai" ucap Dina setelah menemukan ruang tesnya
"aku tunggu kamu Din" ucap Dendy
"ya sudah, terserah kamu"
"aku tunggu di sekitar sini ya..." ucap Dendy mengusap rambut Dina
Tes 'pun akan segera dimulai, semua peserta masuk ke ruangan dan duduk sesuai nomor mereka. Setelah mendengar pengarahan dari pengawas, pengawas mulai membagikan soal-soal.
Beberapa jam kemudian, semua telah selesai mengerjakan tes hari itu. Dina keluar dari ruangannya, dan mencari keberadaan Dendy. Ia bingung harus mencari dimana. Saat ia kebingungan mencari keberadaan Dendy, ada yang menepuk bahunya dari belakang. Dina menoleh ke belakang, ternyata Roy yang menepuk bahunya.
"kamu sendiri saja Din?" tanya Roy
"ah...tidak Roy..." jawab Dina dengan senyuman
"kamu sama siapa?" tanya Roy
__ADS_1
"sama teman Roy, tapi aku tidak tahu dia sekarang berada dimana" ucap Dina menoleh ke kiri dan ke kanan
"mungkin dia sudah pulang Din" ucap Roy
"tidak mungkin... Tadi dia bilang akan menungguku" ucap Dina masih kebingungan mencari Dendy
"oh...ya sudah...aku pulang dulu ya...eh mungkin temanmu menunggumu di kantin" ucap Roy
"memangnya di sebelah mana Roy?" tanya Dina
"di belakang gudung ini Din, kamu lurus saja...kemudian belok kiri nanti dari situ terlihat ada kantin" ucap Roy
"terima kasih Roy" ucap Dina
Dina berjalan menyusuri selasar gedung tempat ia tes tadi sesuai petunjuk dari Roy tadi. Benar saja ada kantin di situ, ia bergegas berjalan ke kantin. Dari kejauhan ia melihat Dendy sedang duduk menghadapnya dan di depannya ada seorang cewek ia tidak tahu siapa.
Dina berjalan mendekati Dendy, dadanya bergemuruh melihat Dendy sedang bersama cewek lain, tapi sebisa mungkin ia menahan amarahnya, ia tidak ingin gegabah dengan apa yang ia lihat. Setelah jarak Dina sudah lebih dekat Dendy melihat ke arahnya dan tersenyum
"sayang...sudah selesai?" tanya Dendy tersenyum, cewek yang ada di depannya itu sontak menengok ke belakang menatap Dina dengan tatapan sinis.
"iya sudah..." ucap Dina datar berjalan mendekati meja Dendy
"mau pulang sekarang atau nanti?" tanya Dendy lembut
"sepertinya kamu sedang sibuk" ucap Dina datar melirik ke arah cewek yang masih duduk depan Dendy
"tidak...dari tadi aku menunggu kamu selesai" ucap Dendy sambil menarik tangan Dina untuk duduk di sebelahnya "kamu mau makan dulu?" tanya Dendy
Dendy tidak menghiraukan cewek yang ada di depannya. Dendy memang sengaja memanas-manasi cewek yang ada di depannya agar segera pergi dari situ. Tapi cewek itu malah dengan santainya masih duduk di depan Dendy dan Dina.
.
.
.
B E R S A M B U N G
.
Jangan lupa ritualnya ya bestie
Please like, komen dan votenya ya
__ADS_1
Terima kasih sekebon besti 😘😘