Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 18


__ADS_3

Di teras belakang, semua peserta makrab sudah menyelesaikan sarapannya. Masih ada beberapa panitia yang belum menyelesaikan makan paginya termasuk Widi dan Dina. Mereka masih asyik menikmati sarapan mereka sambil berbincang.


Satu per satu mulai beranjak meninggalkan teras belakang karena mereka sudah menyelesaikan makan paginya. Tinggallah Widi dan Dina mereka belum menghabiskan makanannya karena mereka datang paling akhir untuk sarapan.


"Din, aku duluan ya...." ucap salah satu teman Dina yang paling akhir menyelesaikan makannya


"lhoh...ini piring-piring siapa yang mau membantu membereskan?" protes dina sambil menunjuk-nunjuk piring-piring bekas dipakai makan peserta makrab


"Kan ada Widi..." ledek teman Dina sambil meninggalkan Dina yang sudah membuka mulutnya hendak menjawab ledekan temannya


"haish....kebiasaan...."gerutu Dina


"ya sudah Din, nanti aku bantu tidak usah kesal begitu..." ucap Widi


"iya...iya...." Dina masih tampak kesal dengan ulah teman-teman sesama panitia kenapa tidak ada yang mau membantu membereskan peralatan makan mereka. Padahal sebelum acara mereka sudah sepakat untuk membantu ibu catering untuk membereskan peralatan makan


"makanmu sudah selesai belum Din....?" tanya widi sambil mulai menumpuk piring-piring kotor bekas dipakai teman-temannya


"iya..sudah... ini piringnya, nanti tolong bawa ke dapur biar dicuci sama ibu catering" ucap Dina sambil menyodorkan piring kotornya


Widi membawa piring-piring kotor ke dapur dan Dina membersihkan meja dan menyapu lantai karena banyak makanan yang berceceran.


Setelah meletakkan piring-piring kotor di dapur Widi pun kembali ke teras belakang menghampiri Dina yang sedang menyapu lantai.

__ADS_1


"Din, kamu sedang dekat dengan adiknya Gilang?" tanya Widi dengan wajah seriusnya


"berteman biasa Wid, memang kenapa?" ucap Dina sambil berjalan ke belakan hendak membuang sampah


"uhmmm.... semalam kamu terlihat sangat dekat dengan dia" Widi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"ahh... hanya perasaanmu saja" ucap Dina sambil membereskan peralatan kebersihan yang tadi dia pakai


"aku mau mandi dulu sudah siang" lanjutnya sambil berlalu meninggalkan Widi yang masih tertegun mendengar jawaban ambigu dari Dina


 -------


Di tempat lain, tepatnya di sebuah rumah yang terletak di dekat vila tempat Dina dan teman-temannya makrab.


Dendy yang sejak semalam tidak bisa tidur karena hatinya sedang berbunga-bunga membangunkan kakak sepuunya yang masih terlelap dan sedang menjelajah alam mimpi.


"hmmmm......."


"ayolah bangun mas....sudah siang" dendy masih menggoyang-goyangkan badan Gilang


"ya ampun....masih gelap Den..."ucap Gilang dengan suara serak khas bangun tidur masih memejamkan matanya


"masih gelap apaan??"ucap Dendy sambil beranjak dari tempat tidur dan membuka gorden kamar Gilang

__ADS_1


"auwhhh....tutup lagi Den, aku mau tidur lagi" Gilang merasakan silau karena Dendy membuka gorden serta jendela kamarnya


"mas...ayolah bangun...."Dendy merengek seperti anak kecil


"satu jam lagi...!!."ucap Gilang penuh penekanan sambil membalik badannya memunggungi jendela serta mengambil bantal untuk menutupi wajaynya


Dendy tidak bisa berbuat apa-apa jika sudah seperti itu, membangunkan Gilang memang hal yang sangat sulit. Akhirnya Dendy pun ikut merebahkan dirinya di tempat tidur.


'Dina apa kamu sudah bangun? sedang apa kamu di sana? Semalam aku sangat bahagia, bisa jalan berdua dengan kamu, bercanda bernyanyi bersama kamu. Sepertinya kita punya kesamaan selain inisial nama kita, kita sama-sama suka alam. Sama-sama menyukai musik. Aku menyukaimu, aku sayang kamu. tapi aku masih belum percaya diri untuk bisa mengungkapkan perasaanku. Kalau bisa aku ingin mengulang yang semalam, meski aku belum berani mengungkapkan perasaanku berdekatan denganmu seperti semalam membuat aku sangat bahagia' Dendy berbicara dalam hatinya sambil menatap langit-langit kamar.


Lama-kelamaan Dendy 'pun ikut tertidur karena semalaman ia susah tidur. Dendy semalaman berpikir pagi ini ingin menemui Dina kembali. Mungkin kalau Dina mau, Dendy ingin mengantarkan Dina pulang setelah acara makrab tersebut.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


**Terima kasih bestie... yang sudah meluangkan waktu untuk membaca novel receh ini dukung othor terus ya...tolong like comment vote kirim bunga, kopi atau yang lainnya Dan pencet tombol favorit tentunya.


Terima kasih sekebon bestie


__ADS_2