Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 160 Ciuman Pertama


__ADS_3

Libur akhir semester telah tiba. Dina optimis jika nilainya di semester ini akan baik. Dengan semangat yang membara Dina pagi-pagi sekali pulang ke kotanya. Ia ingi menghabiskan waktu liburannya bersama Dendy.


Ia sengaja tak memberitahu Dendy tentang kepulangannya, ia akan memberikan kejutan untuk Dendy. Ia pulang dengan menaiki bis umum. Pukul sepuluh pagi ia telah sampai di rumahnya.


Setelah beres-beres sebentar, Dina mengendarai motornya ke rumah Dendy. Dari luar rumah tampak sepi, Dina memencet bel rumahnya. Setelah menunggu beberapa saat, mamanya Dendy membuka pintunya.


Dengan semangat ia menyambut Dina yang baru saja datang dari kota J.


"kamu sudah libur Din?" tanya mamnya Dendy dengan senyum mengembang


"sudah tante..." jawab Dina dengan menarik kedua sudut bibirnya terangkat ke atas


"libur berapa lama?" tanya tante Tari


"sekitar tiga minggu tante" ucap Dina tersenyum simpul


"mumpung ada kamu, ayo temani tante masak" mamanya Dendy mengunci pintu pagar kemudian mengajak Dina masuk


"masak apa tante?" tanya Dina setelah sampai di dapur


"ini mau masak tumis kangkung dan ayam bakar" ucap mamanya Dendy


Dina membantu mamanya Dendy memasak, saat mereka berdua sedang asyik memasak Rio adiknya Dendy pulang diantar oleh tukang becak langganan mamanya.


Dina melanjutkan memasakknya karena mamanya Dendy membantu Rio membersihkan diri. Setelah semua matang Dina meletakkan hasil masakannya di meja makan.


Kemudian ia mencuci semua peralatan yang tadi dipakai waktu memasak.


"eh...ada kak Dina..." ucap Rio memasuki dapur


"ayo makan...piringnya sudah kakak letakkan di meja makan" ucap Dina lembut


"siap kak...!" ucap Rio sambil berlari ke arah meja makan


Dina hanya tersenyum melihat tingkah laku Rio, mirip sekali dengan adiknya.


"Din...habis ini tante tinggal ke rumah tantenya Dendy tidak apa-apa ya?" ucap mamanya Dendy memasuki dapur


"lama tidak tante?" tanya Dina


"pulangnya nanti menunggu di jemput papanya Dendy"

__ADS_1


"Rio juga ikut?"


"iya...dengan Rio, kamu tidak apa-apa ya tante tinggal di rumah, Dendy sebentar lagi pulang" ucap mamanya Dendy


"Dina pulang saja ya tante, tidak enak di rumah tante sendirian" ucap Dina tak enak hati


"kok pulang? Ya sudah tante menunggu sampai Dendy pulang kalau begitu" ucap mamanya Dendy berlalu dari dapur.


Dina duduk di ruang tengah menemani Rio yang sedang mengerjakan PR nya. Tak lama terdengar suara motor Dendy masuk ke halaman rumah.


"Din...itu Dendy sudah datang, tante tinggal dulu takut kesorean"


"baik tante" ucap Dina sambil membantu Rio membereskan buku-bukunya.


"ma...mama....!" teriak Dendy dari arah pintu rumah "mama masak apa?" Dendy berjalan masuk ke dalam rumah, belum menyadari jika Dina datang karena motor Dina terparkir tertutup mobil papanya Dendy.


"mama masak tumis kangkung dan ayam bakar...sudah ya mama pergi dulu...jaga rumah!" mamanya Dendy berjalan keluar rumah sambil menggandeng tangan Rio.


Dina hanya diam tak bersuara di tempat duduknya, ia ingin memberikan kejutan kepada Dendy. Dendy berjalan melewati ruang tengah menuju ruang makan, ia masih belum memyadari keberadaan Dina.


Dengan mengendap-endap Dina berjalan membuntuti Dendy, dan ketika Dendy berhenti di depan meja makan Dina menutup mata Dendy dengan kedua tangannya dari belakang.


"siapa?!" Dendy panik


"sayang...kapan kamu pulang?" tanya Dendy lembut


"yah...ketahuan deh..." Dina mengerucutkan bibirnya melepaskan kedua tangannya


Dendy membalik badannya dan menata Dina dengan senyum mengembang. "jangan cemberut begitu, nanti aku cium kamu" ucap Dendy terkekeh


"cium saja kalau berani!" Dina membuang mukanya mengerucutkan bibirnya


"jadi begitu?" Dendy tersenyum nakal kemudian ia memegang pinggang Dina dan mendekatkan wajahnya pada Dina.


Dia mencium pipi Dina bertubi-tubi, Dina pun merasa kegelian "sudah...sudah...makan dulu..." ucap Dina sambil tertawa kegelian


"siapa suruh menantang aku ?" Dendy terkekeh


"niatnya bikin kejutan gagal deh..." Dina cemberut lagi


"tahu tidak...kamu kalau seperti itu semakin imut dan cantik" ucap Dendy lembut sambil memegang bahu Dina.

__ADS_1


Dendy mendekatkan wajahnya kemudian ia mengecup bibir Dina perlahan. "aku merindukan kamu" ucap Dendy dengan senyum tipis


"aku juga rindu" ucap Dina lirih menahan debaran jantungnya, belum pernah ia sedekat ini dengan Dendy.


Perlahan Dendy mendorong tubuh Dina ke sofa ruang tengah, dengan perlahan ia mendudukkan Dina di sofa. Dina gugup, jantungnya berdebar-debar merasakan hembusan nafas Dendy yang menyapu wajahnya.


Perlahan Dendy mengecup bibir Dina lembut, merasa tidak ada penolakan dari Dina, ia mengulanginya lagi dengan lembut. Karena merasa Dina tidak menolaknya. Dendy mulai sedikit ******* bibir Dina.


Dina merasa terhipnotis dia pun memejamkan matanya. Dendy memegang tengkuk Dina memperdalam ciumannya. Dina bingung tak tahu harus berbuat apa, dia hanya diam dan pasrah. Tubuhnya lemas, seolah persendiannya lepas dari tulang-tulangnya.


Ini pengalaman pertama Dina dicium oleh cowok, rasanya seperti melayang, terbang ke angkasa. Dendy menyudahi ciumannya kemudian ia menatap Dina dengan tatapan teduh.


"maaf" ucap Dendy lembut


Dina diam tak bergeming, pengalaman pertama yang begitu mendebarkan.


"sayang..." Dendy mengusap bibir Dina dengan lembut. Dina membalas dengan senyuman.


Dina tidak marah, karena ia melakukannya dengan orang yang ia cintai. "ayo makan dulu" ucap Dina menetralkan debaran jantungnya


"iya..." ucap Dendy lembut


Mereka berdua berjalan ke meja makan, dengan perasaan berdebar-debar. Mereka berdua berusaha menetralkan apa yang sedang mereka rasakan saat ini.


Dina mengambilkan piring untuk Dendy "kita makan sepiring berdua saja ya...." ucap Dendy lembut dan dijawab anggukan oleh Dina.


Dina mengisi piring dengan nasi serta sayur dan lauknya. Mereka berdua makan dengan saling menyuapi. Dan sesekali bercanda, meluapkan kebahagiaan mereka karena bisa bersama lagi.


.


.


.


B e r s a m b u n g


.


Jangan lupa ritualnya ya bestie, like komen dan votenya ya


Mampir juga di karya 'JADIKAN AKU PACARMU'

__ADS_1


Terima kasih sekebon bestie...


__ADS_2