Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 84


__ADS_3

Dendy dan Dina sudah selsesai makan. Dina membereskan piring bekas ia dan Dendy pakai, membawanya ke tempat cuci piring. Saat hendak mencuci piringnya tiba-tiba mamanya Dendy sudah ada di belakang mereka.


"sudah...taruh di situ saja, nanti tante yang cuci" ucap mamanya Dendy


"tidak apa-apa tante, biar saya yang cuci" ucap Dina sambil mengambil spons pencuci piring


"ya sudah... Tapi piring yang kamu pakai saja ya, yang lain biar tante saja yang cuci" mamanya Dendy berjalan meninggalkan dapur.


"sudah Din...biar mama saja nanti yang cuci, kamu duduk saja di depan" ucap Dendy yang melihat Dina mulai mencuci peralatan masak yang lain yang ada di tempat cuci piring. Dina hanya diam tidak menanggapi ucapan Dendy. Ia mencuci semua piring kotor dan peralaan masak yang ada di depannya.


Dendy melihat itu hanya pasrah, dilarang 'pun juga percuma, Dina pasti tidak akan mendengaarkannya. Lima belas menit kemudian Dina telah menyelesaikan cucian piringnya dan mencuci tangannya. Dendy yang dari tadi menemaninya mencuci mengambilkan handuk kecil untuk mengeringkan tangannya.


"ayo kita ke depan..." Dendy menarik tangan Dina


"iya...tapi tidak usah tarik-tarik begini Den" protes Dina


"eh...maaf " Dendy hanya tersenyum


Mereka berdua duduk di ruang keluarga yang mana mama dan papanya Dendy sedang menonton televisi di situ.


"sini duduk sini...." papanya Dendy menyuruh Dina duduk di kursi dekat ia duduk


"iya om..." ucap Dina sopan


"jadi bagaimana? Rencananya kalau lulus mau kuliah di mana?" tanya papanya Dendy


"rencana mau kuliah di universitas 'C' di kota sebelah om...kalau di terima " Dina menjawab dengan senyuman manisnya


"memangnya mau ambil jurusan apa?" tanya mama Tari


"fakultas kedokteran tante" jawab Dina


"oh...bagus...bagus itu... " ucap papanya Dendy


Dalam hatinya papanya Dendy merasa senang Dendy berpacaran dengan anak yang sopan dan pintar seperti Dina. Tapi yang jadi pertanyaan kenapa Dina mau sama anaknya yang tergolong anak berandalan.


"orang tuamu kerja dimana Din?" tanya papanya Dendy


"papa di kantor xx di jalan xxx om" jawab Dina


"oh...itu sebelah kantor om Din... Wah...kebetulan sekali ya..." jawab papanya Dendy


"oh..begitu ya om..." Dina tersenyum menanggapi ucapan papanya Dendy.


"om...tante...Dina pamit dulu, sudah sore...takut mama papa kawatir " Dina berpamitan


"Den...antar Dina sampai rumah ya... Kamu harus tanggung jawab sudah mengajak anak gadis orang pulang sore-sore begini" ucap Papanya Dendy

__ADS_1


"iya...iya... Pa...lagipula Dina juga tidak bawa motor, ya pasti aku antar tidak perlu disuruh-suruh" Dendy mencebik


"om tante pamit dulu" ucap dina menylami mama papa Dina


"bawa makanan ya Din... Itu kue-kuenya masih banyak tidak ada yang memakannya nanti" ucap mama Tari beranjak ke meja makan hendak membungkus makanan untuk dibawa pulang oleh Dina


"sudah tante...tidak perlu repot-repot..." Dina menolak tidak enak hati kalau harus dibawakan makanan oleh mamanya Dendy


"ini sudah tante bungkus...bawa ya... " mama Tari memaksa Dina untuk membawa makanan yang sudah ia bungkus


"baiklah tante terima kasih banyak" ucap Dina tulus


"hati-hati di jalan ya... Dendy jangan ngebut... Ingat pesan papa!"


"iya...iya ma...sudah...nanti keburu sore..." Dendy dan Dina berjalan beriringan keluar rumah


Dendy memasangkan Dina helm dan kemudian ia menyalakan motor barunya. Dina dan Dendy dalam perjalanan pulang ke rumah Dina. Tidak ada pembicaraan di antara mereka. Mereka sibuk menikmati pemandangan indah di sore hari.


Tak butuh waktu lama, mereka berdua sudah sampai di rumah Dina.


"mau mampir dulu?" tanya Dina turun dari boncengan


"tidak Din, sudah terlalu sore, aku pulang saja ya" ucap dendy


"iya...terima kasih ya sudah dijemput dan diantar, terima kasih juga untuk makanannya" Dina mengangkat bungkusan makanan yang ia pegang


"sama-sama....jangan lupa besok ya..." ucap Dendy


"iya...ya sudah aku masuk dulu, kamu hati-hati di jalan" ucap Dina kemudian ia membalikkan badan dan berjalan masul le dalam rumah dengan hati riang.


Keesokan harinya, Dina sudah bersiap-siap keluar rumah. Dina sudah memakai jaket dan mengambil kunci motornya


"mau kemana Din minggu-minggu begini" tanya papanya Dina


"mau pergi sama teman pa..." ucap Dina


"teman yang kemarin itu?"


"bu..bukan pa...pergi dengan Ani yang rumahnya belakang SMP ku itu lho pa..." Dina sedikit berbohong


"ya sudah pulangnya jangan sore-sore... Mama papa mau ada acara, kamu jaga adik-adik kamu di rumah"


"baik pa...Dina berangkat dulu" Dina berjalan ke depan rumah, karena tadi pagi dia sudah sempat keluar mengantar mamanya pergi ke pasar jadi motornya sudah terparkir di depan rumah


Dina melajukan motornya ke rumah Ani dengan kecepatan sedang. Karena hari minggu jalanan tidak terlalu ramai jadi Dina tidak butuh waktu lama untuk sampai di rumah Ani.


Dina memarkirkan motornya di depan rumah Ani. Tampak Ani sudah duduk di teras berpakaian rapi siap untuk berangkat.

__ADS_1


"sudah lama menunggu An?" tanya Dina tanpa melepas helmnya


"belum..belum lama Din, ya sudah ayo...kita berangkat" Ani bergegas menutup pintu rumahnya


"bapak ibu kemana An ?" tanya Dina


"ada...di belakang sedang berkebun" ucap Ani


"oh...ya sudah ayo...tapi kita ke rumah Dendy dulu ya" Dina naik motornya dan menyalakan mesinnya


"Dendy? siapa Din?" Ani mengerutkan daginya


"adiknya Gilang" ucap Dina


"kenapa kita kesana?" Ani sudah memakai helmnya dan naik ke boncengan


"karena yang mengajak menonton film itu dia An"


"oh..."


Ani bertanya-tanya bukannya kemarin Dina yang mengajaknya menonton film. Kenapa jadi Dendy. Ada hubungan apa Dina dan Dendy? Semakin berpikir semakin bingung, akhirnya Ani memilih diam toh dia perginya dengan Dina jadi aman tidak perlu memikirkan soal beli tiket dan cemilan.


Mereka berdua telah sampai di rumah Dendy. Di sana sudah ada Krisna dan Adi yang berpakaian rapi.


"Masuk Din..." ucap Krisna membukakan pintu pagar untuk Dina


"Dendy dimana?"


"sebentar... Dendy sedang mengantar tantenya pulang" ucap krisna membantu memarkirkan motor milik Dina


"oh...kalian ikut menonton film?" Dina melepas helmnya dan menaruhnya di atas motornya


"jelas... Kami ikut... Mumpung ada teman yang mengajak" Krisna terkekeh


"bilang saja cari gratisan " Dina mencebik


"enak saja...kami bayar sendiri" protes Adi


"eh iya kenalkan ini teman baikku Ani..." Dina mengenalkan Ani kedua orang yang dari tadi sibuk memakan keripik singkong itu


Setelah sepuluh menit menunggu Dendy, sampai di rumahnya. Melihat di terasnya sudah ramai dan Dina juga sudah datang ia segera memarkirkan motor miliknya. Dan masuk ke dalam untuk meletakkan titipan tantenya.


B E R S A M B U NG


Yuk...bestie...jangan lupa...komen like da votenya ya...


Terima kasih sekebon bestie 😘😘

__ADS_1


__ADS_2