Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 140 Telepon dan nasi goreng


__ADS_3

Malam harinya Dendy mencoba menelpon Dina lagi. Dendy sangat berharap bisa berbicara dengan Dina walaupun hanya melalui telepon. Lama ia menunggu telepon kos Dina diangkat tapi tak kunjung ada yang mengangkatnya.


Dendy mengulangi menekan nomor telepon kos Dina sampai tiga kali. Dendy merasa kacau, telepon tidak ada yang mengangkat bahkan Dina juga tidak menelepon balik.


Ia was-was, berpikir yang tidak-tidak tentang Dina. Dari mulai Dina mengabaikannya, punya pacar lagi, sampai ia berpikir Dina terkena musibah. Dendy uring-uringan, mamanya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat perilaku Dendy.


Dengan langkah gontai ia naik ke lantai dua, biasanya di saat-saat ia butuh teman berkeluh kesah selalu ada Gilang. Tapi Gilang sekarang telah kuliah di luar kota.


Dendy mencoba memejamkan matanya, tapi ia tak kunjung bisa tidur. Ia melihat jam yang menggantung di dindingnya, ternyata masih pukul setengah sembilan malam.


Ia kembali turun ke bawah. Ia mencoba lagi menelepon Dina. Lama ia menunggu sambungan teleponnya diangkat, dan akhirnya ada yang mengangkatnya.


^^^☎️halo, malam^^^


"halo...Dina ada?"


^^^☎️sebentar^^^


Terdengar suara gagang telepon diletakkan, dan sayup-sayup terdengar suara memanggil nama Dina. Sayup-sayup terdengar langkah kaki mendekat dan kemudian suara seseorang yang sangat ia rindukan terdengar dari seberang


^^^☎️halo^^^


"halo...Dina?"


^^^☎️ iyaa...ada apa?^^^


"kamu kemana saja? Beberapa hari aku telepon kamu tidak ada terus!"


^^^☎️maaf sayang...aku benar-benar sibuk, baru hari ini aku bisa sedikit beristirahat^^^


"kamu sehat?"


^^^☎️iya aku sehat^^^


" sesibuk apa sampai kamu lupa menelepon aku balik?"


^^^☎️ untuk makan saja sampai aku lupa, aku juga ingin menelepon kamu, tapi saat aku pulang dari kampus aku sudah lelah, bahkan semalam aku pulang jam sebelas malam^^^


"bukan karena kamu bertemu cowok yang lebih tampan dariku kan?"


^^^☎️ ayolah sayang... Aku tidak seperti itu, kamu cukup percaya aku, aku tidak meminta lebih darimu^^^


"iya...iya sayang...aku hanya rindu dan kawatir"


^^^ ☎️sabtu nanti ada kejutan untukmu ^^^

__ADS_1


"apa itu?"


^^^☎️ lihat saja besok, kalau aku beri tahu sekarang bukan kejutan namanya^^^


"besok ada kegiatan di kampus?"


^^^☎️tidak ada, aku hanya mau ke perpustakaan dan toko buku, persiapan masuk kuliah senin depan^^^


"sayang...aku rindu..."


^^^☎️ iya sama...aku juga, sudah...ini sudah malam, besok kamu masuk sekolah bukan?^^^


"iya.."


^^^☎️tidur...mimpi indah...miss you^^^


"iya sayang...jaga diri baik-baik ya..."


Dendy menutup teleponnya, hatinya berbunga-bunga. Rasa rindunya sedikit terobati, memang sudah resikonya berhubungan jarak jauh. Entah sampai kapan ia bisa menjalaninya.


.


Pagi harinya Dina bangun agak siang, karena ia tidak ada acara di kampus. Ia berencana pergi ke perpustakaan dan toko buku untuk membeli perlengkapan kuliah bersama kedua temannya.


Baru saja ia membuka matanya, pintu kamarnya sudah diketuk dari luar.


"iya kak terima kasih" ucap Dina sambil berteriak dari dalam kamarnya


"siapa yang sepagi ini sudah datang? Bukannya mereka ke sini nanti jam sembilan" gerutu Dina sambil berjalan ke arah pintu kamarnya


Saat membuka pintu kamarnya, betapa terkejutnya Dina. Di depan pintu kamarnya sudah ada Bimo yang berdiri membawa bungkusan dan tersenyum ke arahnya.


"baru bangun?" tanya Bimo dengan senyum mengembang


"iya...kenapa mas pagi-pagi ada di sini?" tanya Dina seraya merapikan rambutnya


"aku membawa sarapan" ucap Bimo sambil mengangkat bungkusan yang ia bawa


"ya sudah mas duduk saja dulu, aku mau cuci muka dulu" ucap Dina sambil masuk ke kamarnya dan mebuka jendela, setelah itu ia masuk kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Ia mencuci mukanya dan tak lupa menggosok giginya.


Ia keluar kamarnya dengan membawa satu botol besar air minum dengan dua gelas plastik untuknya dan Bimo.


"ini nasi goreng spesial untuk kamu Din..." ucap Bimo sambil membuka bungkusan yang ia bawa


"beli dimana sepagi ini ada nasi goreng?" tanya Dina sambil menggeser botol yang tadi ia bawa

__ADS_1


"aku masak sendiri..." ucap Bimo dengan tersenyum menatap Dina


"yakin mas masak sendiri?" ucap Dina menatap datar ke arah Bimo


"yakinlah....mumpung belu masuk kuliah aku sempatkan memasak sarapan untukmu" ucap Bimo sengan senyuman mengembang


Bimo berusaha menebus semua kesalahan yang ia perbuat, ia berusaha memperlakukan Dina jauh lebih baik dari waktu dulu mereka maasih paacaran.


"ayo coba..." Bimo menyuapkan satu sendok nasi goreng ke dalam mulut Dina. Dina menerima suapan Bimo, dia terkejut ternyara masakan Bimo lumayan enak


"bagaimana? Enak tidak?" tanya Bimo dengan raut wajah penuh harap


"yakin ini mas Bimo yang masak?" tanya Dina


"yakin seratus persen...tidak enak ya?" tanya Bimo dengan raut wajah sedikit sedih


"enak...enak sekali malah..." ucap Dina tersenyum lebar.


Bimo menatap Dina yang sedang tersenyum. Ia bahagia sejak terakhir sebelum mereka putus baru kali ini ia melihat Dina tersenyum bahagia.


"ya sudah habiskan sarapannya, nanti aku antar kamu ke kampus dan ke toko buku" ucap Bimo menyendokkan nasi gorengnya untuk Dina


"mas kok tahu hari ini aku mau pergi?" tanya Dina penuh curiga


"semalam aku bertemu dengam temanmu, dia cerita pagi ini kalian ada janji pergi bersama" jawab Bimo santai


"aku bisa pergi sendiri mas..." ucap Dina kembali dengan wajah datar merasa tidak enak dengam kedua temannya


"ayolah Din....sampai kapan kamu bersikap acuh begini?" Bimo mulai tidak sabaran


"mas...kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, aku takut kalau kita dekat ada yang salah paham dengan kedekatan kita!" ucap Dina meninggi


"siapa Din...kalau aku jujur tidak ada yang akan marah, tapi entah dengan kamu" ucap Bimo sedikit marah


"aku masih mau pergi dengan mas Bimo, karena aku masih menganggap mas Bimo itu teman baikku" ucap Dina kesal


"hanya teman baik Din?" Bimo kecewa dengan ucapan Dina


"iya mas...memangnya maunya mas bagaimana?" tanya Dina makin kesal


"baik...baik...aku tidak akan memaksamu, tapi semalam temanmu cerita kalau dia hari ini mau pergi ke tempat neneknya, makanya dia memintaku menemani kamu" ucap Bimo jujur, karena semalam saat bertemu Caca, Caca sempat bilang mau pergi ke rumah neneknya


"kenapa mereka tidak bilang kepadaku?" gumam Dina


"aku tidak tahu Din...yang jelas aku tidak berbohong soal temanmu yang mau pergi" ucap Bimo "sekarang habiskan dulu makananmu"

__ADS_1


Mau tidak mau Dina menghabiskan makanan yang dibawa Bimo tadi. Ia hanya menghargai Bimo karena sudah bersusah payah memasakkan sarapan untuknya.


__ADS_2