Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 101


__ADS_3

Setelah pesanan nya selesai, Hani dan Bimo memutuskan segera pulang ke apartemen. Bimo sempat menawari gadis nya untuk makan di tempat, tapi gadis itu menolak dan kekeuh ingin makan di rumah.


"Yakin gak mau makan disini, Honey?" Tanya Bimo memastikan, khawatir saja kalau gadis itu berubah mood setelah di rumah.


"Di rumah aja, pengen sambil nonton drama."


"Oke, yaudah ayo pulang." Bimo kembali menggandeng tangan Hani mesra, Hani pun tak menolak, dia terlalu gugup untuk menolak tautan tangan Bimo.


....


Bimo melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, lagian dia tak buru-buru, hanya Hani yang terlihat tak nyaman.


"Kenapa? Kok duduk nya gak tenang."


"Bisa ngebut? Kalau bisa, ngebut ya.." Pinta Hani.


"Iya, tapi kenapa?"


"Bisa gak, gak usah banyak tanya, cepetan aja bawa mobil nya." Pinta Hani ketus, dia merasakan rasa sakit melilit di perut nya, juga rasa tak nyaman di bagian bawah nya.


Bimo menurut saja dari pada gadis itu mengamuk dan mengoceh banyak, dia paling tak suka jika wanita banyak omong atau bawel, cerewet. Tapi setelah bertemu dengan Hani, gadis itu jadi pengecualian.


Bimo memarkir mobil nya di parkiran apartemen, Hani segera keluar dari mobil dan terlihat memeriksa kursi yang tadi dia duduki.


Gadis itu buru-buru meraih tissu yang ada di dashboard dengan cepat, mengelap sesuatu yang entah apa.


"Lagi apa sayang?"


"Ini semua gara-gara kamu bawa mobil nya pelan, tuh liat di jok mobil kamu ada apa?"


Bimo melotot saat melihat noda merah mengotori jok mobil nya, tapi dia lebih mengkhawatirkan keadaan gadis nya yang terlihat melipat-lipat rok nya karena tembus.


Pria itu membuka jas nya dan melilitkan nya di pinggang Hani, membuat gadis itu terkejut bukan main.


"Ayo masuk sayang."


"Itu gimana?" Tanya Hani.


"Kan bisa di cuci, Honey. Ayo fokus pada mu saja, punya stok pembalut?" Tanya Bimo perhatian.


"Kayaknya ada, tadi aku beli juga deng."


"Yaudah ayo masuk." Ajak Bimo, menarik pelan tangan Hani masuk ke dalam apartemen.


Setelah selesai berganti dalaman dan memakai roti jepang, gadis itu pun terlelap dalam pelukan hangat Bimo, tentu nya setelah gadis itu kenyang memakan dua porsi ayam goreng ala korea.

__ADS_1


....


Pagi hari nya, Bimo di sibukan dengan pencarian sabun mandi nya.


"Honey.." Pekik Bimo dari dalam kamar mandi, membuat Hani yang masih terlelap segera terbangun dari tidur lelap nya.


"Iya, kenapa sayang?" Hani membuka sedikit pintu kamar mandi yang tak di kunci.


"Sabun mandi kemana?"


"Ohhh aku lupa nyimpen yang baru, sebentar ya." Hani buru-buru mengambil stok sabun mandi baru dan memberikan nya pada Bimo yang sudah polos di kamar mandi.


Hani membuka pintu ruang ganti, menyiapkan kemeja, setelan jas, sepatu dan dasi yang serasi dengan setelan yang akan pria itu kenakan hari ini.


Setelah di rasa cukup, dia menggantung nya di luar lemari dan membereskan tempat tidur, agar rapi.


"Honey, mau ke bar jam berapa?" Tanya Bimo sambil mengusap rambut nya dengan handuk kecil.


"Jam 7 aja, kan gak boleh pulang lebih dari jam 10."


"Oke, baiklah. Aku antar ya?"


"Boleh dong, sana pakai baju, perut mu menggoda." Celetuk Hani, membuat Bimo tersenyum nakal.


"Cieee wajah nya merah." Ledek Bimo.


"Jahil banget sih, awas ya!" Hani kesal, dia membuka sendal rumahan nya dan pura-pura akan melempar nya ke arah Bimo, membuat pria itu refleks berlari masuk ke dalam ruang ganti.


"Nyebelin banget, untung aja ganteng!" Gerutu Hani, lalu melanjutkan kembali kegiatan nya.


....


Hani sedang memasak sarapan, dia akan memasak telur ceplok cabe merah, simpel, cepat tapi rasa nya enak.


Bimo turun dari kamar nya, aroma menggoda membuat nya mengikuti bau itu berasal, dan dapur adalah jawaban nya.


"Masak apa sayang? Wangi nya sampe seisi rumah." Bimo mengintip di balik punggung Hani.


"Telur ceplok yang aku kasih bumbu cabe merah, di jamin enak."


"Aku gak sabar mau makan." Bimo duduk dan menunggu Hani menyajikan makanan nya dengan antusias.


Hingga satu piring nasi dan dua telur ceplok berbalut bumbu yang melimpah nan menggoda tersaji di depan mata.


"Aku makan ya, Honey?"

__ADS_1


"Makan aja, yang kenyang." Bimo menyuapkan nasi beserta telur itu, mengunyah nya pelan.


"Gimana? Enak?" Tanya Hani penasaran dengan pendapat pria itu tentang masakan nya.


"Kamu kasih bumbu apa aja? Enak banget, padahal cuma telor di ceplok doang kan?"


"Cuma bumbu basic aja, suka?"


"Banget, sering-sering masak gini ya."


"Kalau terlalu sering nanti bosan, lagi pun di kulkas masih ada daging. Mau di masakin apa nanti malem?" Tanya Hani.


"Aku suka rendang, gimana kalau masak rendang? Kamu bisa kan?"


"Bisa kok, nanti aku masakin ya. Makan dulu yang kenyang biar semangat kerja nya."


"Iya sayang. Aneh aja, ini kenapa bisa seenak ini."


"Aku masak nya dengan penuh kasih sayang, jadi nya enak." Jawab Hani membuat Bimo melongo.


"Iya deh, kamu udah pinter gombal."


"Gombal dimana nya? Emang beneran kok, kalau masak itu harus ikhlas dan sepenuh hati."


"Oke sayang, aku selesai." Bimo bangkit dari duduk nya, meraih jas dan menyampirkan nya di tangan kiri.


"Hati-hati di jalan ya, jangan pulang larut."


"Iya, makan buah yang banyak ya,"


"Siap kapten." Bimo tersenyum, lalu mengusap pelan rambut Hani.


Bimo pergi ngantor dan Hani akan di rumah seharian ini. Meskipun bosan, tapi pria itu melarang keras dirinya bekerja.


"Ngemil ah, buah yang kemaren penasaran rasanya." Gadis itu kembali ke dapur, membuka kulkas dan mencuci buah plum yang kemarin dia beli, juga berbagai buah lain nya.


Selesai mencuci nya, gadis itu duduk di sofa ruang keluarga, menyalakan televisi dan menonton drama kesukaan nya dengan di temani buah-buahan sehat.


Dirinya benar-benar di ratukan oleh orang yang tepat, begitu juga Ica.


....


🌷🌷🌷


Laki-laki yang bertanggung jawab adalah laki-laki yang meratukan wanita nya, memprioritaskan wanita nya sebelum apapun.😊

__ADS_1


__ADS_2