Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 210


__ADS_3

Riska, perempuan cantik berdarah belanda adalah kakak angkat Risya. Dia sengaja datang atas undangan Zen, tadi malam dia sedang di negara lain mendapat telepon dari Zen dia langsung memesan tiket pesawat dan disinilah dia sekarang, menghadiri pernikahan adik angkat kesayangan nya. Riska dan Risya sangat dekat, di banding dengan Rosa yang notabene nya adalah kakak kandung nya, Risya lebih dekat dengan Riska.


Tapi setelah menikah, perempuan cantik itu harus ikut bersama suaminya, dan sekarang dia kesini juga bersama sang suami.


"Risya rindu kakak.."


"Kakak juga, Sayang. Kamu baik-baik saja kan? Lihatlah, kamu di kelilingi orang-orang baik." Ucap Riska, dia mengedarkan pandangannya menatap ke arah depan, tempat para tamu duduk termasuk ke 3 pasangan yang menatap ke arah altar dengan tatapan sendu.


Ya, ini adalah kejutan lain yang di berikan Zen. Sudah lama Zen tahu kalau pemilik perusahaan di negara sebelah adalah kakak angkat Risya dan perempuan itu mencari keberadaan sang adik angkat, tentunya ini bukan sebuah kebetulan kan? Ini adalah takdir yang sudah tuhan tentukan, dan memberikan jalan lewat pertemuan Zen dan Riska karena urusan pekerjaan.


"Kenapa kakak bisa tahu aku disini, dan hari ini aku menikah?"


"Tanya saja pada suami teman mu itu, Sya. Dia pria yang berkuasa, apa saja pasti bisa dia temukan." Jawab Riska membuat Zen tergelak, tapi itu memang kenyataan nya.


"Terimakasih Tuan Zen, terimakasih sudah membuat aku bertemu kakak ku."


"Sama-sama." Jawab Zen singkat.


Di tengah suasana haru itu, tiba-tiba saja ponsel Brian berdering nyaring membuat semua mata menatap pada pengantin pria itu.


"Maaf, sebentar aku mengangkat telepon dulu." Pamit Brian, Risya mengangguk dan membiarkan suami nya itu bicara di telpon yang entah dari siapa.


"Hallo, kenapa?" Tanya Brian, raut wajahnya berubah serius saat mendengar seseorang bicara di seberang telepon.


"Ap-apa? Kau tak bercanda kan?"


"........"


"Baik, aku kesana sekarang." Putus Brian, wajah nya berseri-seri. Entah apa yang di katakan seseorang itu hingga membuat Brian terlihat sangat bahagia.


"Sayang.."

__ADS_1


"Ya, kenapa sayang?"


"Ayo pergi, aku ada urusan mendadak dan penting." Ajak Brian.


"Pesta nya?"


"Tak apa lagipun kalian sudah resmi, pergilah dan hati-hati." Ucap Zen


"Makasih bang, minjem mobil ya."


"Pake aja, Bri." Jawab Zen datar, seolah meminjamkan mobil sedan mewah nya itu bukanlah sesuatu yang berat. Toh di rumah dia masih punya beberapa koleksi mobil lain yang tak kalah mewah nya.


Brian membukakan pintu untuk sang istri dan setelah memastikan nya sudah duduk tenang barulah dia menutup pintunya, memutari mobil dan duduk di kursi kemudi.


"Pakai sabuk nya Sayang." Risya menurut dan memakai sabuk pengaman.


"Hati-hati kena perut Yang."


"Ada deh, nanti kamu tau sendiri." Jawab Brian, dia mengemudikan mobil nya, sesekali dia menatap istrinya dan tersenyum lalu mengusap lembut puncak kepala Risya.


Risya menatap padatnya jalanan, setiap hari jalan raya memang tak pernah sepi dari pengendara roda dua maupun roda empat.


Singkatnya, mobil berhenti di depan rumah sakit. Brian kembali membukakan pintu untuk Risya dan menuntun nya berjalan pelan di sampingnya.


Brian menyatukan jemari mereka dan menggenggam nya dengan erat, dia menatap lurus ke depan dengan senyuman yang tak pernah pudar dari wajah tampan nya.


Brian membawa Risya ke dalam sebuah ruangan yang ternyata sudah ada wanita yang paling di benci oleh Brian, siapa lagi kalau bukan Soraya. Dia bersiap menyapa keduanya, namun saat melihat tatapan tajam dari sang putra membuat nya mengurungkan niat nya.


"Brian.."


"Bibi.." Brian memeluk bibi nya yang masih berbaring di ranjang rumah sakit, dia mengecupi wajah bibi nya itu bertubi-tubi.

__ADS_1


"Bibi sudah bangun, mana yang sakit Bi?"


"Tak ada Bri, bibi baik-baik saja." Jawab Bibi nya dengan senyuman manis yang membuat hati Brian tenang.


"Syukurlah Bi, Brian senang dengernya." Brian mengusap lembut rambut bibinya.


"Sayang, kemari." Panggil Brian, membuat Risya dengan canggung mendekat.


"Dia siapa Bri?"


"Ini Risya, Bi. Istri Brian." Jawab Brian membuat bibi nya itu terkekeh pelan.


"Akhirnya sang playboy menemukan tambatan hatinya, dia masih memakai gaun pengantin, apa kalian baru saja menikah?"


"Iya Bi, kami baru saja resmi tadi pagi." Jawab Brian.


Soraya melotot di belakang sepasang suami istri itu, bagaimana bisa putranya itu menikah tanpa mengundang nya?


"Brian?"


"Ya, kenapa?" Tanya Brian.


"Kenapa menikah tanpa mengundang ibu, nak?"


"Buat apa? Yang ada nanti kau membuat kekacauan!" Sindir Brian membuat Soraya terdiam seketika.


Bibi menatap Brian, apa hubungan anak dan ibu itu kembali memanas?


......


🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Maafin author gak up, author mau hiatus dulu. tapi tungguin aja ya, pasti up terus kok demi kalian😘😘


__ADS_2