Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 160


__ADS_3

Di rumah, Risya sedang berkutat dengan alat tempur nya, dia akan memasak untuk makan malam dan Brian yang bertugas membuat makanan penutup nya.


"Yang mau buat dessert apa?" Tanya Risya sambil memotong sayuran di talenan.


"Puding mangga atau coklat, Yang?" Balik tanya Brian, dia bingung memilih rasa puding instan di tangan nya.


"Mangga enak, tapi coklat lebih enak sayang. Coklat aja,"


"Okey." Jawab Brian, dia mulai memasak air dan memasukkan bubuk pudding instan itu, mengaduk nya secara merata.


"Sayang, besok rencana nya aku mau pulang dulu ke rumah. Gapapa kan?"


"Ya gapapa dong, lagian kamu udah sebulanan tinggal disini." Jawab Risya, dia mengaduk makanan di wajan.


Tiba-tiba saja, Brian memeluk Risya dari belakang. Menyandarkan wajah nya di pundak Risya yang terbuka, karena dia hanya memakai dress dengan tali bihun.


"Kenapa sayang?"


"Gak mau ninggalin kamu." Rengek Brian.


"Yaudah, setelah ketemu orang tua kamu, kamu balik lagi aja kesini. Temenin aku disini, bobo bareng aku lagi." Jawab Risya. Dia mematikan kompor karena masakan nya sudah matang, Brian juga sudah selesai memasak pudding dan memasukkan nya ke dalam cetakan.


"Itu sudah pasti sayang, aku pasti kembali kesini. Aku mencintaimu Marisya ku." Ucap Brian lalu mengecup pipi bulat Risya.


"Aku juga mencintaimu mu, Brianku." Jawab Risya, lalu berbalik dan membalas kecupan Brian.


"Kamu sudah selesai datang bulan kan?"


"Belum sayang, masih ada. Kenapa, mau jatah ya?" Tanya Risya sambil mencolek hidung mancung kekasih nya. Brian tersenyum dan mengangguk.


"Mungkin besok atau lusa sudah selesai, pas kamu pulang kesini aku sudah selesai datang bulan, jadi kamu bisa mendapat jatah." Jawab Risya.


"Terus sekarang sebagai perpisahan kita ngapain?"


"Cium atau raba-rabaa boleh ya, tapi jangan sampai masuk."


"Nanggung, si juniorr pasti bangun Yang, sesak nanti." Jawab Brian.


"Bisa pake tangan atau mulut sayang, tapi kita makan dulu ya? Aku udah laper."


"Tadi di pesta nya Ica kamu makan nya banyak sayang." Cetus Brian.


"Lalu, apa aku gak boleh laper?"


"Nggak gitu sayang, yaudah ayo makan." Ajak Brian, menarik Risya ke meja makan.

__ADS_1


"Tapi masakan nya belum di pindah ke wadah, sayang."


"Tak apa, aku yang akan melayani mu sayangku." Jawab Brian sambil tersenyum manis, membuat Risya gemas dan melabuhkan ciuman bertubi-tubi di wajah kekasih nya itu.


"Sayang, basahh..."


"Biasa nya juga suka aku cium."


"Iya, aku suka tapi gak gini juga sayangku." Ucap Brian sambil tertawa, dia tak mengelap bekas ciuman Risya dan memilih segera membawa makanan nya.


"Yang, jangan lupa itu pudding nya di masukkin kulkas."


"Kenapa harus?" Tanya Brian polos.


"Kamu itu tampan tapi polos amat, ya biar cepet jadi pudding sayang, nanti dingin lebih enak."


"Aahh iya sayang, maaf aku lupa." Ucap Brian sambil terkekeh.


Risya menggelengkan kepala nya, kekasih tampan nya itu tau cara berhubungan badan tapi tak tau cara membuat pudding agar cepat jadi. Apa dia tak pernah melihat orang membuat pudding ya?


Brian benar-benar melayani Risya, bahkan menyuapi gadis itu. Meski awalnya menolak, tapi Risya tak punya pilihan lain saat Brian menunjukkan ekspresi sendu nya.


"Sayang, sudah selesai makan nya?" Tanya Risya.


"Aku mau beresin piring nya terus di cuci."


"Aku yang akan melakukan nya sayang, kamu mandi dan bersiap lah melayani ku di kamar." Jawab Brian.


"Okey." Risya pergi ke kamar dan segera membersihkan tubuh nya, bersiap memberikan pelayanan pada Brian sebagai perpisahan karena Brian akan pulang besok pagi.


Setelah selesai, Risya memakai pakaian yang tipis, Brian membelikan nya saat kedua nya jalan-jalan di mall. Ini pertama kali nya Risya memakai pakaian semacam itu, karena biasa nya menolak saat Brian meminta nya memakai pakaian itu. Tapi kali ini dia memakai nya tanpa di minta, entah seperti apa reaksi Brian nanti.


"Sayang, sudah selesai?" Panggil Risya, karena Brian tak kunjung masuk kamar juga.


Takk lama, pria itu masuk dengan wajah kusut nya. Tapi saat melihat penampilan Risya yang begitu menantang, Brian langsung berbinar.


"Wahh sexy nya pacar ku, jadi gak sabar pengen gigit."


"Jangan di gigit sayang, sakit." Pinta Risya. Brian mendekat dan langsung memeluk Risya, menyurukkan wajah nya di ceruk leher gadis nya, menghirup aroma yang begitu menyegarkan.


"Wangi sekali sayang, aroma mu membuat aku candu." Risya melingkarkan kedua tangan nya di leher kokoh Brian, sedangkan pria itu sudah memulai permainan nya dengan menciumi leher jenjang Risya.


Brian menatap Risya yang nampak sangar cantik malam ini, dia tersenyum lalu mencium bibir Risya dengan mesra.


"Yang gak tahan.." Ucap Brian, dia merasakan sesak karena senjata nya yang bangkit membuat celana nya mengetat.

__ADS_1


"Buka aja yang, nanti aku makan." Brian menurut dan membuka celana nya dengan cepat.


Brian duduk di sisi ranjang dan Risya yang duduk di lantai, dia mendongak menatap wajah Brian yang sudah memerah karena gairahh nya, tak sulit memancing Brian agar bernafssu, cium saja pasti senjata nya langsung bangun.


Brian memejamkan mata nya saat Risya memulai permainan nya, memasukkan senjata laras panjang itu ke dalam mulut nya, bergerak maju mundur perlahan. Brian mengusap lembut kepala Risya, permainan seperti ini saja bisa membuat nya terasa terbang.


"Sayangg..." Risya melepaskan senjata milik Brian itu dan cairan milik Brian pun menyembur hingga mengenai wajah Risya.


"Ihhh, kenapa gak bilang mau meledak sih. Ihh jijik.." Gerutu Risya.


"Bagus buat masker sayang, huhh lega nya."


"Kebiasaan.." Gumam Risya sambil berdiri dan pergi ke kamar mandi, membasuh wajah nya yang kena cipratan cairan Brian.


"Bau nya amis banget."


Setelah selesai dia keluar dari kamar mandi dan melihat Brian sudah tepar, kebiasaan nya jika sudah meledak pasti langsung tidur tanpa ingat apa-apa.


"Sayangg, pake celana dulu!" Risya menggoyangkan lengan Brian.


"Ngantuk lho, Yang."


"Pake celana dulu sayang, aku geli lihat senjata kamu yang lemas itu."


"Iya-iya sayang," Brian bangkit dengan malas dan segera memakai celana nya, hanya celana boxer saja.


"Kesini sayang, pengen peluk." Brian merentangkan kedua tangan nya menunggu Risya masuk ke dalam pelukan nya.


Risya berbaring dan memeluk Brian, menyandarkan kepala nya di dada bidang Brian, tempat paling nyaman untuk dia tidur. Kedua nya pun tertidur lelap menuju alam mimpi yang indah.


.....


🌷🌷🌷


Si Brian, tadi kena sembur sekarang nyembur Risya lagi πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚



korban semburan abang BriπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


promosi novel f*zzo😘



rekomendasi novel yang sangat menarik untuk di baca, nyesel kalo gak mampir😊 yuk mampir ke karya temen author, di jamin bikin candu. Napen nya bunga teratai ya😘😘

__ADS_1


__ADS_2