Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 165


__ADS_3

Cukup lama bibir itu saling melumaat satu sama lain, Brian menyudahi nya lebih dulu.


"Kenapa di lepasin sayang? Aku kan masih pengen cium kamu."


"Sabar sayang, nanti kita ciuman yang lama sambil masuk sarang, udah surut kan banjir nya?" Tanya Brian sambil mengerlingkan mata nya nakal ke arah Risya yang nampak tersipu.


"Iya sayang, kamu sudah makan? Aku masak dulu kalau kamu belum makan." Brian baru ingat, dia belum makan apapun hari ini. Dari pagi sampai sore dia mengurung diri di kamar nya karena ada arisan ibu-ibu sosialita di bawah beserta anak-anaknya yang membuat Ibu nya kekeh menjodohkan Brian dengan salah satu dari mereka.


"Aku memang belum makan, tapi aku tak mau merepotkan mu sayang. Aku tak bisa lagi memberi mu uang bulanan, aku belum bekerja."


"Tak apa-apa sayang, aku masih punya tabungan. Kamu tak perlu khawatir dan merasa bersalah, aku akan selalu bersama mu apapun keadaan nya. Itu janjiku!" Tegas Risya membuat Brian tersenyum dan kembali memeluk tubuh Risya erat. Risya juga menyambut pelukan itu dengan senang hati.


"Sayang mau di masakin apa?"


"Biarkan seperti ini dulu, sayang. Aku masih merindukan mu." Ucap Brian, dia menghirup dalam-dalam aroma Risya yang begitu dia rindukan, padahal hanya sehari tapi rasanya seperti satu bulan atau bahkan satu tahun dia tak memeluk kekasih nya. Wajarlah, kan namanya juga lagi di mabuk cinta, ya gini.


Tiba-tiba saja perut Brian berbunyi cukup keras, membuat pria itu refleks melerai pelukan nya, dia bisa malu kalau bunyi itu terdengar oleh Risya.


"Sayang, perut kamu bunyi, lucu banget. Aku masak dulu sebentar ya, nanti aku panggil kalau sudah siap." ucap Risya sambil terkekeh, membuat wajah Brian memerah karena malu.


'Kenapa kau berbunyi disaat yang tidak tepat, perut!' Batin Brian sambil tersenyum malu-malu, dia juga terlihat salah tingkah.


"Udah, Jangan salting. Perut bunyi itu kan wajar sayang," Ucap Risya sambil tersenyum lalu pergi ke dapur. Brian menyusul sang kekasih ke dapur, dia akan membantu sebisa nya.


"Sayang, puding yang waktu itu aku buat masih ada?" tanya Brian sambil membuka kulkas.


"Habis yang, kan kamu yang habisin. Lupa?"


"Hehe, iya lupa sayang. Btw tadi kamu darimana? Kok keluar dari mobil nya bang Bim?" Tanya Brian.


"Dari nikahan nya Bang Azwar. Dia kan nikah tadi sore yang." Jawab Risya tanpa menoleh, dia fokus memetik sayuran untuk menu nya hari ini.


"Lahh dia nikah hari ini ya? Kok aku gak tau, Yang?"


"Mana aku tau, aku juga lupa mau ngasih tau sih sebenarnya."


"Aku kan gak enak gitu gak hadir di acara nikahan nya, Yang." Ucap Brian.


"Gapapa kok, acara nya sederhana dan sudah berjalan lancar."

__ADS_1


"Nanti aja kalo ketemu aku minta maaf langsung." Jawab Brian.


"Sayang, nganggur kan? Tolong ambilin wortel dong, aku masak capcai seafood aja hari ini. Tapi cuma ada udang sama cumi, gapapa ya?"


"Apapun yang kamu masak, pasti aku makan sayang. Kalo perlu sama yang masak nya aku makan nanti di kasur."


"Jangan mesum sayang, nanti ya makan aku nya."


"Iya sayang, gak sabar pengen buka puasa." Ucap Brian sambil tersenyum nakal menatap Risya.


Risya melanjutkan acara masak memasak nya dengan Brian yang selalu sigap membantu nya, meski hanya sekedar mengaduk atau mengambilkan sesuatu yang Risya butuhkan. Tapi itu saja sudah membuat Risya senang, karena Brian begitu gercep saat dia panggil.


Singkat nya, 2 menu sederhana sudah tersaji rapi di atas piring. Capcai seafood dan ayam goreng, juga sambel di cobek membuat Brian begitu bersemangat untuk makan.


"Makan yang banyak, mau buka puasa harus kuat tenaga."


"Iya sayangku, auto makan banyak soalnya masakan nya enak." Jawab Brian sambil tersenyum, begitu juga Risya. Dia tersenyum saat melihat Brian makan dengan lahap, bahkan hingga nambah dua kali.


"Kenyang sayang?" Tanya Risya. Brian melirik Risya dan menganggukan kepala nya.


"Lihat nih gara-gara ulah kamu, perut aku buncit gini." Tunjuk Brian pada perut nya yang sedikit membuncit.


"Itu mah roti sobek sayang, bukan buncit. Udah ya, kamu mandi dulu aku mau beres-beres terus kita main. Setuju?"


Risya mengelap meja dan mencuci piring bekas mereka makan, membersihkan kompor dan alat masak nya juga. Dia juga ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan nya, agar bisa bermesraan dengan Brian.


"Akhirnya selesai juga, aku tak sabar ingin bertemu ayang." Gumam Risya, lalu pergi ke kamar nya.


Ternyata, Brian sudah menunggu nya dengan duduk di sisi ranjang, tanpa pakaian, hanya celana boxer yang menutupi junior nya.


"Sudah lama sayang? Maaf aku baru selesai."


"Tak apa sayang, mari kita mulai?" Ajak Brian, dia menarik tangan Risya, membuat gadis itu terduduk di pangkuan nya dengan posisi menyamping.


"Aku belom mandi lho, mungkin bau asam."


"Tak apa-apa kita bisa mandi lagi setelah selesai bercintaa nanti." Jawab Brian, dia memulai dengan menciumi seluruh wajah Risya dengan mesra dan terakhir mencium bibir Risya, memaguut nya dengan nikmat atas bawah bergantian.


Risya melingkarkan tangan nya di leher kokoh Brian, dia menikmati apa yang mereka lakukan. Belum lagi cuaca yang begitu mendukung untuk bermesraan, hujan gerimis dengan udara sejuk.

__ADS_1


Brian membaringkan Risya tanpa melepas pagutaan bibir nya, tangan nya bergerak lincah membuka kancing kemeja Risya dan meremass buah kenyal nya dengan lembut.


"Aahhh..." Satu desahann lolos dari bibir Risya saat Brian menenggelamkan kepala nya di pucuk dada nya.


Brian membuka segitiga Risya dan membuang nya ke sembarang arah, dia menusukkan jari tengah nya ke dalam lubang yang ternyata sudah basah itu.


"Kamu sudah basah sayang, sudah terangsaang ya?" Risya menganggukan kepala nya tanpa malu lagi, benar kata orang kalau nafssu akan mengalahkan segala nya, termasuk rasa malu.


"Langsung saja ya sayang? Aku udah gak tahan." Pinta Risya memelas. Brian tentu saja akan melakukan nya dengan senang hati, dia membuka celana boxer nya dan segera menyatukan diri.


"Uuhhh nikmat sekali, masih sempit seperti saat pertama kali kita melakukan nya, kamu pandai menjaga tubuh mu sayang." Racau Brian sambil bergerak cepat memompa inti Risya yang sudah banjir dengan lendir surgawi, dia sudah klim*ks hanya dengan bantuan jari Brian tadi.


"Sayang, aku ingin. ..." Brian mengerti dan segera mempercepat gerakan pinggul nya, dia juga ingin meledak.


"Bersama sayang.." Brian semakin mempercepat gerakan nya hingga cairan itu meledak bersamaan dengan tubuh Risya yang menegang karena klim*ks juga.


"Aarrgghhh.." Brian mengerang nikmat saat cairan miliknya menyembur di dalam inti Risya.


Tubuh Brian ambruk di atas tubuh Risya, gadis itu melingkarkan tangan nya di punggung Brian, pria itu juga mengecup kening Risya, setiap mereka selesai melakukan nya.


"Buka puasa yang nikmat, terimakasih sayang."


"Sama-sama sayang, tapi bisakah turun? Berat." Pinta Risya, Brian menurut dan berguling ke samping dengan keringat yang masih membanjiri kening nya.


Risya meraih tissu basah di meja nakas dan mengelap inti nya yang banjir karena cairan Brian yang bercampur miliknya, lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan cairan sisa penyatuan mereka itu dengan air bersih.


Sedangkan Brian, pria itu terbiasa tidur setelah meledak, bahkan sering lupa memakai kembali pakaian nya. Dan kalau sudah tidur, dia akan susah sekali di bangunkan.


"Sayang, pakai dulu celana nya."


"Hemm..." Brian hanya berdehem sebagai jawaban, kalau sudah begini mendingan diam dan ikut tidur saja.


'Apa aku harus membicarakan tentang poto itu pada Brian sekarang ya? Tapi sayang, dia pasti kecapean, juga banyak pikiran. Sebaiknya besok saja, lagipun itu akan membuat beban pikiran nya semakin banyak.' Batin Risya, dia membaringkan tubuh nya di ranjang dan memeluk Brian, tak lupa menarik selimut untuk menyelimuti tubuh Brian yang polos tanpa sehelai benang pun.


.....


🌷🌷🌷.


Author lagi baik nih upp lagi, reader juga harus baik dengan kasih vote yang banyak ya!! Pokoknya author maksa, hehee😂🤣🤣🤭

__ADS_1



Risya nya kiyowo banget😍💜🔥


__ADS_2