
Pagi hari menyingsing, membuat sepasang insan yang tengah tertidur dengan saling berpelukan itu terusik dan membuka kedua mata mereka.
Tatapan mereka bertemu, karena posisi yang sangat dekat, bahkan Hani bisa merasakan terpaan hangat nafas dari pria di depan nya.
"Selamat pagi, Honey."
"Pagi kembali, aku bangun duluan. Mau sarapan apa?" Tanya Hani.
"Terserah kamu saja." Bimo bangkit dari tiduran nya, merentangan tangan nya yang terasa pegal karena harus tidur berdempetan dengan Hani di atas kasur kecil.
Hani pergi dari kamar dan masuk ke kamar mandi, sekedar mencuci wajah nya. Lalu memulai acara memasak nya, kebetulan di kontrakan nya masih ada beberapa mie instan.
"Apa dia mau makan mie ya? Dilihat dari penampilannya sih dia orang kaya."
"Bodo lah, di makan ya syukur kalau nggak aku juga siap nampung." Ucap Hani, dia memutar pemantik kompor dan meletakan panci kecil di atas api.
Setelah mendidih, gadis itu menambahkan sayuran dan 2 butir telur.
Bimo keluar dari kamar nya, dia melihat Hani berdiri di depan meja kompor sambil mengaduk mie yang hampir matang.
Pria itu mendekat dan melingkarkan kedua tangan nya ke pinggang ramping Hani dari belakang, membuat nya terkejut bahkan hampir menjatuhkan sendok yang sedang dia pegang.
"Cuci muka dulu, jangan manja-manjaan kalo belum ke kamar mandi."
Pria itu malah mendusel di ceruk leher Hani, membuat gadis itu kegelian.
"Masak apa?"
"Mie instan pake telor sama sawi, mau?"
"Boleh, yang pedes ya."
"Oke, sesuai permintaan. Sana cuci muka dulu, gosok gigi."
"Kasih morning kiss dulu dong." Bimo memonyongkan bibir nya, membuat Hani kesal dan menepuk bibir Bimo.
"Sakit.."
"Jangan manja, sana ke kamar mandi." Kali ini dengan nada ketus, sangat ampuh. Terbukti pria itu langsung pergi ke kamar mandi dengan wajah cemberut nya.
...
Hani menuang mie yang sudah matang ke dalam mangkuk, tak lupa menambahkan irisan cabe ke dalam kuah nya. Dia juga menyeduh kopi hitam untuk Bimo.
"Makan dulu.." Ajak Hani saat melihat Bimo baru keluar dari kamar mandi dengan rambut basah nya.
"Ada handuk gak?" Hani bangkit dari duduk nya dan mengambil handuk bersih dari lemari, lalu memberikan nya.
"Air disini dingin ya.."
"Disini gak ada penghangat air, kalau mau mandi nanti aku hangatin dulu di kompor. Sekarang makan dulu."
Hani mulai memakan mie nya dengan lahap, dia sering sarapan hanya dengan sebungkus mie instan, itu saja sudah cukup. Gaji nya tak mencukupi kebutuhan nya selama sebulan, jadi dia harus extra hemat.
__ADS_1
"Enak juga, kamu sering makan mie instan?"
"Hampir setiap pagi, gaji ku di bar sedikit jadi nya harus bisa ngatur nya, hemat." Jawab Hani di sela makan nya.
Bimo terdiam, mereka pun meneruskan sarapan mie instan nya dengan lahap.
....
Sedangkan di mansion Zen tengah terjadi keributan, karena Zen yang terlalu nempel dan membuat Ica risih. Berulang kali gadis itu mengusir Zen untuk menjauh, tapi pria itu seolah tak peduli dan terus memeluk pinggang Ica yang sedang memasak.
"Pergi lah Dad, aku masak dulu."
"Ya kan kamu setuju syarat aku tadi, By."
"Tapi gak gini juga Dad, Ica malu sama maid yang lain."
"Peduli banget sama orang lain tapi sama aku kamu jahat, By."
"Ya ampun aku jahat apa Daddy? Daddy minta jatah aku kasih kan? Terus aku jahat dimana nya sih?"
"Peluk aja gak boleh." Rengek Zen.
"Dad, nanti peluk nya ya sayang. Sekarang Ica masak dulu, mau sarapan masakan Ica gak?" Tanya Ica.
"Mau By."
"Yaudah lepasin dulu, nanti peluk lagi. Boleh?"
"Iya deh." Zen pun melepaskan pelukan nya, meski ekspresi nya sangat terpaksa tapi ya mau gimana lagi.
...
Hari ini, Azwar memutuskan untuk pergi ke kampus tempat yang kata nya Ica kuliah disana.
"Semoga saja kita bisa bertemu, Ca."
Hari sudah sore saat Azwar sampai di depan gerbang kampus adik nya, dia bahkan tak peduli dengan adik dan ibu nya sendiri, dia hanya ingin bertemu Ica, gadis yang menjadi tujuan nya pulang.
Azwar celingukan menunggu dengan sabar di atas motor butut nya yang dia beli dengan sisa uang yang dia punya.
Tak lama, tiga orang keluar dengan saling bercanda ria. Ya, salah satu nya adalah gadis yang paling ingin dia temui, Wenthrisca Liu adik perempuan nya yang manis kini berubah jadi perempuan dewasa yang cantik.
Meski lama tak bertemu, tapi Azwar masih mengenali wajah Ica dengan baik, bahkan di saat pertama kali dia melihat nya.
"Ica.." Pekik Azwar, membuat gadis yang merasa nama nya terpanggil pun menoleh. Mata nya membulat saat melihat siapa yang memanggil nya.
"Kak Azwar.." Ica menghambur memeluk Azwar. Dia sangat merindukan sosok kakak yang kini ada di hadapan nya, bahkan sedang dia peluk tubuh nya.
"Kakak rindu Ca, kamu apa kabar?"
"Ica baik kak, kakak sendiri bagaimana?"
"Kamu tau sendiri, kakak tak pernah baik-baik saja sejak hari itu." Azwar melerai pelukan nya dan mengusap pelan wajah cantik adiknya.
__ADS_1
"Ica kangen sama kakak, kenapa gak pernah telepon?"
"Kakak selalu telpon, tapi ibu bilang kamu lagi kerja."
"Ohh iya, ponsel Ica kan di sita sama Ibu."
"Di sita?" Ica mengangguk, membuat Azwar berkaca-kaca dan kembali memeluk tubuh mungil adik nya.
"Kamu kuliah disini, Ca?"
"Iya Kak, Ica di biayain sama Daddy."
"Daddy?"
"Nanti Ica jelasin semua ya kak, sekarang kakak tinggal dimana?"
"Kakak ngontrak di sekitar sini, kamu tinggal dimana?"
"Di rumah besar milik Daddy."
"Siapa Daddy yang kamu sebut-sebut itu Ca?" Tanya Azwar.
"Aku.." Suara bariton yang membuat Ica merinding seketika, Zen sudah berdiri dengan kedua tangan yang bersedekap di dada disertai tatapan tajam nya.
"Daddy.." Lirih Ica, sambil menunduk lalu melepaskan pelukan nya dari Azwar.
"Ngapain main peluk-peluk anak gadis orang? Mana di tempat umum!"
"Daddy, ini salah paham."
"Salah paham apa nya hah? Sudah jelas kan kamu tadi lagi pelukan sama pria ini, aku melihat nya sendiri."
"T-tapi Dad.."
"Pulang."
"Dad, dengerin dulu.."
"Pulang Wenthrisca!" Tegas Zen, membuat Ica mau tak mau harus menurut dan masuk ke dalam mobil Zen.
"Tuan, anda salah paham."
"Siapa yang menyuruh mu bicara? Tak ada kan? Sebaiknya jauhi gadis ku, atau kau tau akibat nya berurusan dengan ku." Ancam Zen lalu pergi menyusul gadis nya ke mobil.
"Daddy nya Ica kalo marah nyeremin banget njirr.." Celetuk Risya sambil bergidik.
Azwar berlari mengikuti mobil yang di naiki adik nya, tapi sia-sia mobil itu lebih cepat.
...
π·π·π·
Hari senin jangan lupa Vote!πππ£
__ADS_1
-Istrinya Jungkook-