
Ica turun dari panggung dan langsung di sambut oleh pelukan hangat kedua sahabat nya, mereka memuji suara Ica yang sangat luar biasa, bahkan Risya sampai menangis sesenggukan karena isi dari lagu yang Ica nyanyikan begitu sampai ke dalam hati nya.
Ica menyanyikan nya dengan sepenuh hati, membuat isi lagu nya tersampaikan dengan baik.
"Hebat Ca, kamu hebat. Si Daddy pasti bangga sama kamu.." Puji Hani sambil terus mengecupi wajah sahabat nya.
"Ihh basah, jangan cium-cium terus dong ihh.." Ica mengelap pipi nya yang berbekas lipstick Hani.
"Gak nyangka sahabat ku suara nya menggelegar!" Kali ini Risya yang membuka suara nya, dia sangat bangga dengan suara Ica yang merdu.
"Baby.." Panggil seseorang yang tak asing, Ica berbalik dan seketika itu pula senyuman nya terbit.
"Daddy.." Ica menghambur memeluk Zen, pria itu pun dengan senang hati menyambut pelukan gadis nya, membalas pelukan Ica tak kalah erat.
"Katanya gak datang, Daddy jahat!" Rengek Ica membuat Zen gemas dan mengecup kening Ica, membuat kedua jomblo segera menutup mata nya.
"Emmm, Ca.. Kita duluan ya," Ucap Hani, dia ingin memberi waktu untuk Ica bersama Daddy nya.
"Yaudah, tunggu di ruangan make up ya, jangan pulang dulu."
"Iya, kita gak akan pulang sebelum pengumuman pemenang." Jawab Risya, lalu kedua nya pun pergi. Secepat itu dua orang perempuan itu menjadi akrab, bahkan belum satu hari mereka bertemu.
Zen mengusap rambut Ica dengan sayang, masih dengan posisi berpelukan hangat.
"Daddy, kenapa disini? Katanya gak bisa datang.."
"Waktu Daddy nelpon kamu, itu Daddy lagi di jalan. Sengaja pengen ngasih kejutan buat gadis cantik ku ini." Jawab Zen gemas lalu mengecup singkat pipi gadis nya.
"Daddy, jangan cium-cium ihh."
__ADS_1
"Kenapa? Ini punya Daddy, ayoo ke toilet." Ajak Zen, mata nya celingukan mencari toilet.
"Mau apa ke toilet, Dad? Ica gak kebelet kok." Tapi Zen tak menjawab dan menarik tangan gadis nya ke toilet yang letaknya tak jauh dari lokasi panggung.
Zen menarik gadis nya masuk ke salah satu bilik toilet, dan mengunci nya dari dalam.
"Daddy.."
"Ssttt, diam lah By.." Ucap Zen sambil meletakan jari nya di depan bibir.
"Ya kita mau apa disini?"
"Berciuman sayang, bukan kah ini ciuman kemenangan?"
"Kan belum tentu Ica menang, Dad."
"Tapi kamu berhasil memenangkan hati Daddy, sayang." Jawab Zen membuat Ica merona.
"Pel-an pelan Dad.."
Zen menurut dan kali ini ciuman nya terasa lembut dan memabukan seperti biasa, tangan nakal Zen mulai aktif merayap di buah kenyal yang menggantung indah terhalang dress yang dia pakai.
"Dad, jangan.." Pinta Ica, di pastikan penampilan nya akan berantakan jika Zen memainkan buah kenyal nya, karena otomatis pria itu akan menyibak dress yang dia pakai.
Zen tak menghiraukan larangan Gadis nya, tangan nya merayap nakal di paha Ica, naik ke atas hingga menyentuh buah kenyal yang masih terbalut br*.
"Uumm.." Ica melenguh pelan, lagi-lagi Zen memberi nya serangan memabukan.
Zen menyesap leher gadis nya, dia tak peduli jika nanti tanda yang dia buat akan di lihat orang.
__ADS_1
"Dad sudah, jangan berlebihan. Ica malu kalau tanda nya kelihatan orang!" Ketus Ica, membuat Zen segera menghentikan aksi nya.
"Maafin Daddy sayang, Daddy terlalu bahagia sampai lupa diri."
"Bahagia kenapa Dad? Menang lotre?"
"Lebih membahagiakan dari sekedar menang lotre sayang,"
"Terus apa?" Tanya Ica mulai penasaran.
"Rahasia." Jawab Zen sambil mencolek hidung gadis nya, membuat Ica memberengut kesal karena rasa penasaran nya belum terobati.
"Baiklah, Daddy rasa sudah cukup. Ayo keluar." Ajak Zen, pria itu merapikan sedikit pakaian dan rambut Ica yang sempat dia jambak saat berciuman tadi.
Ica masih memasang wajah kesal nya, berbeda dengan ekspresi Zen yang nampak berbinar cerah.
Mereka berdua keluar dari kamar mandi, tanpa sadar ada sepasang mata yang melihat sedari awal mereka masuk ke toilet tadi.
Brian luruh, dia tau apa yang di perbuat dua orang itu. Sudah jelas hubungan kedua orang itu bukan anak dan ayah, dari awal pun dia sudah curiga, tak mungkin itu Daddy nya karena masih terlihat sangat muda, mungkin hanya berjarak beberapa tahun saja.
"Ada hubungan apa sebenarnya antara kamu dan pria itu, Ca? Apa dia pria yang beruntung mendapatkan hati mu?" Gumam Brian, kedua mata pria itu berkaca-kaca. Selama dia menjadi fucek boy, baru kali ini dia merasa patah hati.
"Woy Bri, kita bagian tampil ini, malah nangis di toilet. Nape Lu? Kerasukan setan kamar mandi?" Tanya temannya Brian.
"Kerasukan setan patah hati, puas Lo?" Ketus Brian lalu berjalan menjauhi toilet dengan hati yang bergemuruh karena cemburu.
....
🌷🌷🌷
__ADS_1
Kan udah Neng Ica ingetin bang, sabar ya😙