
Di tengah perjalanan, Ica tersadar tapi mata nya di tutupi kain hitam. Badan nya terasa terjepit di antara tubuh lain, juga terasa bergerak, apa dia sedang di dalam mobil? Dia tak bisa menggerakan tangan nya terasa ada tali yang mengikat kedua tangan nya, juga kaki nya.
"Dimana ini? Kenapa aku disini,"
"Tenang lah Nona, kami akan membawa mu ke suatu tempat." Jawab seseorang, tapi dari suara nya memang terdengar tak asing.
"Asisten Bimo? Kau asisten Bimo kan? Kau mau bawa aku kemana, aku bilang Daddy kalau kau sudah kurang ajar padaku, lepaskan aku."
"Siapa itu Bimo? Aku tak mengenalnya, sebaiknya anda diam kalau tak mau kami menyakiti mu." Jawab pria itu membuat Ica bungkam seketika.
"Daddy, Daddy dimana? Ica takut Dad, bagaimana kalau kejadian waktu itu terulang lagi? Tolongin Ica Dad." Batin Ica, tak terasa air mata nya menetes. Tapi terasa ada tangan yang mengusap tetesan air mata itu.
"Ternyata gadis milik tuan Azzendra selemah ini." Suara wanita yang terdengar seperti di buat-buat.
"Kau wanita? Siapa kau hah? Kalau kau di posisi aku, kau akan menangis juga!" Pekik Ica sambil sesenggukan, dia menyangka hidup nya akan berakhir. Terakhir dia mendapat luka yang cukup besar dari penculikan itu, sekarang nasib nya begini juga, mana hari ini adalah hari ulang tahun Daddy nya, tapi dia malah di culik lagi, entah siapa dalang nya sekarang.
Mobil terasa berhenti di suatu tempat, pintu juga terbuka seperti nya terdengar dari suara nya, tiba-tiba saja dia di tarik keluar hingga sebelah sepatu nya terlepas. Tempat nya terasa hening, tapi angin cukup kuat.
Seseorang memasangkan jaket ke tubuh nya, tiba-tiba dia merasa curiga, tak mungkin dia di culik tapi ada yang memakaikan nya jaket kan?
"Diam disini, saat penutup di buka jangan berteriak atau kaki mu akan melepuh." Bisik seseorang, membuat bulu kuduk Ica meremang seketika. Dia seperti pernah mendengar bisikan itu, tapi entah kapan dan siapa dia tak ingat.
"Bersiaplah Nona muda." Seseorang terasa membuka ikatan tali penutup mata nya, mata Ica menyipit saat melihat pemandangan yang tersaji jelas di depan nya.
Dia berada di suatu tempat yang cukup tinggi, pantas saja angin nya cukup kuat. Tapi Ica di buat menganga dengan apa dia lihat kedua kali nya setelah mendapat kembali kesadaran nya.
Jutaan lampu membentuk suatu kalimat 'Will You Marry Me?', sangat indah dan saat itu juga dia sadar ini hanya prank yang di buat oleh seseorang. Dan seseorang itu tengah berlutut di depan Ica dengan satu buah cincin bertahta kan berlian di tangan nya.
Ica menutup kedua tangan nya, air mata nya mengalir deras. Dia tak menyangka akan mendapat kejutan yang tak terduga hari ini.
"Ica.." Panggil seseorang, tampak dua pasangan yang juga hadir menambah suasana. Siapa lagi kalau bukan Bimo dan Hani, Risya dan Brian.
__ADS_1
Mereka mengeluarkan sebuah kertas besar bertuliskan 'Will you marry me?' juga. Tambah deras saja air mata mengucur, dia di buat tak bisa bicara oleh kejutan ini.
"Baby.." Panggil Zen lembut, pria itu masih berlutut di depan gadis nya, meraih kedua tangan gadis itu, menggenggam nya erat penuh cinta.
"Maaf Daddy membuat mu kesal, demi melancarkan semua ini, Daddy pura-pura marah mendiamkan mu. Daddy diam karena rencana ini sudah lama Daddy rencanakan bersama Bimo, di tambah teman-teman mu juga setuju untuk membuat drama penculikan itu."
"Baby, Daddy tak pandai merangkai kata-kata romantis. Daddy bukan tife laki-laki yang suka mengatakan hal-hal romantis, Daddy lebih suka membuktikan nya dengan perbuatan."
"Ica ku, maaf sudah membuat masa depan mu hancur karena obsesi Daddy. Ya, dulu Daddy berfikir semua ini hanya obsesi, tapi setelah merasakan apa yang belum pernah Daddy rasakan saat bersama wanita lain, Daddy yakin ini cinta, bukan obsesi semata."
"Daddy tak tau harus bicara apa lagi, padahal sebelum nya Daddy sudah menyiapkan kata-kata untuk melamar mu secara romantis, tapi semua nya buyar saat kamu datang."
"Inti nya, Daddy ingin kamu menemani Daddy seumur hidup, menua bersama Daddy, menjadi ibu dari anak Daddy. Maukah kamu menjadi tulang rusuk Daddy? Mencintai Daddy seumur hidup?"
"Wenthrisca Liu, will you marry me?"
Ica tersenyum manis, dia menatap Zen dengan tatapan penuh cinta.
Cukup lama kedua nya berciuman, Ica menyudahi nya lebih dulu, kedua pasang mata itu bertatapan. Kening mereka beradu, nafas mereka masih tersengal karena ciuman tadi, mereka saling melempar senyum lalu berpelukan, menikmati hembusan angin malam yang terasa semakin kencang menerpa tubuh mereka.
"Terimakasih sudah menerima Daddy,"
"Terimakasih juga sudah memilih Ica." Jawab Ica lirih, wajah nya masih mendusel manja di pelukan hangat Daddy nya.
"Jadi kalian akan terus berpelukan disana? Ica, kau ingin meminta restu dari kakak mu?" Tanya seseorang, Ica melerai pelukan nya. Dia melihat Azwar juga hadir disana, pria itu merentangkan tangan nya menunggu Ica.
Tapi Ica malah melihat ke arah Zen, bagaimana pun Zen adalah calon suami nya sekarang, dia harus meminta izin terlebih dulu bahkan untuk memeluk kakak nya sendiri.
"Pergilah sayang, peluk kakak mu. Tapi jangan lebih dari 5 menit." Zen mengizinkan gadis nya memeluk Azwar. Ica langsung menghambur memeluk kakak nya.
"Awww co cwitt, pokok nya aku mau di lamar kayak Ica juga ya sayang?" Ucap Hani sambil mendongak menatap Bimo.
__ADS_1
"Sadar sayang, aku hanya sekretaris mana mungkin mampu menyewa lampu-lampu itu?"
"Minimal lahh." Ucap Hani lagi.
"Kalau minimal ya tetap juga harus di sesuaikan dengan gaji bulanan ku, honey."
"Iya ya, kalau gitu lamar aku pake chiki aja gapapa." Ucap Hani sambil cengengesan.
"Rusak suasana oyy, udah di buat seromantis mungkin, ehh malah ngelawak." Celetuk Brian.
"Lu aja yang ganggu, minggir sana." Usir Hani, membuat Risya tertawa.
"Sayang.." Rengek Brian, membuat Risya menghentikan tawa nya.
Gantian, kali ini Hani dan Bimo yang kompak tertawa melihat tingkah pasangan remaja baru jadian itu.
"Masih kecil udah pacaran ya?"
"Kecil apaan? Gue dah bisa bikin anak bang." Jawab Brian tak mau kalah.
"Haha, ternyata Nona Ica punya temen sengklek juga ya."
"Jangan lupa, kita ini geng sengklek. Tapi baru Ica yang sebentar lagi sold out." Cetus Hani.
"Nanti kamu nyusul setelah aku kaya, oke?" Hani mendelik menatap Bimo, pria itu memang pria UMR, semua nya harus menunggu gajian, padahal bonus nya banyak.
....
🌷🌷🌷
gagal romantis, di recokin pasangan sengklek😂😂😂
__ADS_1