Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 151


__ADS_3

Bimo baru saja pulang ke rumah setelah beberapa hari ini dia tidur di kantor karena lembur, hukuman karena meledek bos nya hari itu.


"Honeyy.." Panggil Bimo, dia duduk di sofa sambil memijat tengkuk nya yang terasa berat.


"Iya sayang, sudah pulang?" Jawab Hani, dia menuruni tangga dengan perlahan, karena hari ini dia merasakan pusing.


"Sudah Honey, aku rindu." Begitu sampai di hadapan Bimo, Hani langsung di tarik dan membuat nya duduk di pangkuan.


"Rindu aku atau sarang mu?" Tanya Hani.


"Aku lelah, sebenarnya aku ingin tapi lain kali saja. Aku hanya ingin menghirup aroma mu, Honey." Bimo mendusel di ceruk leher Hani.


Hani tersenyum lalu mengusap rambut Bimo dengan lembut.


"Biarkan aku memijat mu sayang."


"Boleh, tengkuk ku memang terasa berat, pegal juga."


Hani memijat pundak Bimo, dan pria itu masih asik mendusel di leher gadis nya.


"Bagaimana lembur nya sayang?"


"Lancar, hanya saja aku lelah. Melihat layar komputer setiap malam, rasanya aku ingin melempar nya, tapi merusak properti kantor bisa kena hukuman." Jawab Bimo.


"Apa kamu lapar sayang? Aku sudah masak ayam cabe ijo kesukaan mu."


"Nanti saja, aku masih ingin menikmati pijatan mu." Jawab Bimo. Hani mengangguk dan tetap memijat pundak Bimo.


"Honey, apa kamu tau kalau Meisya sudah kembali?" Tanya Bimo.


"Meisya? Emmm, itu kakak tirinya Ica kan ya?"


"Iya sayang, dia di culik pria tak di kenal." Jawab Bimo.


"What? Kok bisa?"


"Menurut informasi dari anak buah tuan Zen, dalang penculikan itu berhubungan dengan pria bernama Elang Dwi Anggara." Jelas Bimo.


"Siapa itu Elang?"


"Dia pengusaha yang bangkrut sekarang, dan kamu tau? Meisya adalah simpanan nya." Hani melotot, tak menyangka Meisya bisa berbuat hal sejauh itu.


"Lalu?"


"Meisya hilang 3 bulan dan sekarang dia sudah kembali, orang yang di curigai sebagai pelaku adalah Brian."


"Brian? Ada apa dengan si gulali sayang?" Tanya Hani dengan ekspresi terkejut nya.


"Istri Elang adalah bibi nya, sayang. Tak menutup kemungkinan Brian tau kelakuan Elang di belakang bibi nya, jadi dia merasa dendam dan menculik Meisya." Jelas Bimo lagi.


"Ya bisa jadi sih Yang, tapi masa iya bocah itu berbuat nekat seperti itu sih?"


"Namanya juga manusia Honey, sebaik apapun dia, kita gak tau isi hati nya seperti apa. Tapi ya walaupun dia melakukan nya, menurut ku tidak masalah, Meisya dan Elang bersalah kan? Sampai saat ini bibi nya masih belum sadarkan diri alias koma, gara-gara perselingkuhan Elang."


"Ya ampun ternyata serumit itu yang?"


"Masalah ini cukup rumit, tapi biarkan saja Tuan Zen yang menangani nya, memikirkan pekerjaan dan persiapan resepsi nya saja membuat aku pusing."

__ADS_1


"Kapan gitu mau resepsi?" Tanya Hani lagi.


"Sebulan lagi yang."


"Ohh gitu? Kita harus beli baju couple buat kondangan nanti Yang."


"Kamu saja yang beli ya? Mungkin besok aku gak pulang lagi."


"Iya, ayo makan dulu? Kamu lapar kan?"


"Lemes Honey, suapin ya?"


"Manja nya ayang, yaudah aku ambilin makanan nya dulu ya." Hani turun dari pangkuan Bimo dan pergi ke dapur, menyendok nasi dan sayur, juga ayam kesukaan Bimo ke piring.


"Sayang, makan nya mau pakai sendok atau pakai tangan aja?"


"Lebih enak di suapin pake tangan langsung sayang." Jawab Bimo, Hani tersenyum lalu mulai menyuapi Bimo.


"Makan yang banyak sayangku, biar semangat nyari uang buat lamar aku."


"Iya sayang, kamu pengen lamaran kayak apa?"


"Gak muluk-muluk sayang, sederhana aja gapapa. Gak usah kayak Tuan Zen, di lamar di mall aja aku seneng." Jawab Hani dengan antusias.


"Kok di mall?"


"Lihat di drama gitu yang, romantis tau di lamar di mall."


"Kamu kebanyakan nonton drama sayang."


"Enggak, pokok nya kamu di rumah aja, ngurus aku sama anak kita nanti." Jawab Bimo.


"Kamu nya aja jarang pulang, aku harus ngurus apa kalo kamu gak ada Yang?"


"Makanya, kita bikin Bimo junior, mau?" Tanya Bimo.


"Maksudmu?"


"Aku ingin punya anak Yang, gemes deh tadi lihat bayi."


"Boleh, tapi setelah kita nikah ya?"


"Sekarang aja ya Honey? Aku pengen pas kita nikah, kamu lagi hamil gitu, kayak Nona Ica."


"Jangan di samain dong, itu kan kecelakaan Sayang."


"Bukan kecelakaan Honey, kata Tuan Zen dia sengaja menukar pil kontrasepsi yang biasa nya di minum Nona Ica dengan vitamin penyubur kandungan." Jelas Bimo keceplosan.


"Ap-apa? Jadi kehamilan Ica bukan kecelakaan? Ini semua rencana nya Tuan Zen?"


"Eehh, nggak kok yang."


"Jawab aja, udah kepalang tanggung keceplosan tadi." Ketus Hani.


"Iya sayang, itu di sengaja. Tapi Tuan Zen tak menyangka kalau Nona Ica akan mengandung secepat itu, makanya dia sampe nangis kan waktu lamaran?"


"Ohh gitu ya?"

__ADS_1


"Iya sayang, gimana? Kamu mau juga?"


"Aku belum siap kalau harus hamil dalam waktu dekat, apalagi kalau status kita belum jelas."


"Baiklah, terserahh kamu saja. Tapi setelah menikah kamu jangan minum pil itu lagi, fokus sama promil."


"Iya sayang, yaudah lanjutin makan nya dulu, setelah itu mandi terus tidur ya?"


"Mandiin ya?" Pinta Bimo, pria itu tersenyum licik.


"Manja banget sih yang? Kan bisa mandi sendiri."


"Pengen kamu mandiin, boleh ya?"


"Yaudah ayo, nambah lagi gak makan nya?" Tanya Hani.


"Nggak ahh kenyang, perut aku kan gak melar kayak punya mu."


"Ngeledek nih cerita nya? Gara-gara aku makan nya banyak, gitu?"


"Nggak kok sayang, nggak. Jangan marah, nanti aku malah nafssu."


"Ckkk, selalu saja. Nanti juga di kamar mandi, pasti bukan cuma mandi." Sinis Hani.


"Itu kamu tau, pintar nya gadis ku." Hani memutar mata nya jengah dengan celotehan Bimo, jadi dia memilih pergi ke dapur, menyimpan piring bekas Bimo makan sekalian cuci tangan.


Bimo mengekor di belakang Hani, saat memasuki kamar mandi pun pria itu terus berada di punggung Hani.


Hani menggelengkan kepala nya, semakin lama Bimo semakin manja pada nya, tapi tak masalah, nyata nya dia suka saat Bimo bermanja-manja dengan nya.


Hani mengisi bath up dengan air hangat, meneteskan beberapa aromaterapi dan bath bomb, membuat air nya keruh dan berbusa.


"Silahkan tuan raja.." Bimo terkekeh dan segera membuka seluruh pakaian nya, tak menyisakan sedikit pun.


Bimo dengan senang hati memasuki bath up, tapi pria itu punya ide jahil, dia menarik Hani dan membuat gadis itu tercebur ke dalam bath up bersama nya, membuat nya basah kuyup.


"Ihhh ayangg, aku udah mandi tau." Ketus Hani.


"Sabunin aku cepat." Pinta Bimo, Hani bangkit dan mulai menyabuni punggung Bimo, mengusap nya dengan lembut dan memberikan pijatan-pijatan halus, membuat Bimo memejamkan mata nya, menikmati pijatan lembut dari tangan lentik Hani.


Hani tersenyum jahil, dia punya ide untuk membalas Bimo. Dia meremass burung yang sedang merengkut karena kedinginan itu, hingga membuat Bimo meringis.


"Awwhhsss, sayangg.. Jahil banget sih,"


"Lahh kamu sendiri yang mulai sayang, aku hanya membalas nya saja." Jawab Hani santai.


"Ini karena ulah mu sayang, lihat."


Hani memberengut kesal, karena benda kenyal itu sekarang berdiri tegak di depan nya.


"Rasakan akibat nya." Bimo menarik Hani dan membuka paksa celana pendek nya, hingga terjadilah pertempuran hebat di kamar mandi, membuat Hani kewalahan dan baru keluar dari kamar mandi 2 jam kemudian. Itu pun Bimo melepaskan nya karena Hani menggigl kedinginan, kalau tidak entah kapan dia bisa keluar, lepas dari terkaman singa lapar.


.....


🌷🌷🌷


Makanya Han, jangan di remass sembarangan😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2