
"A-aku kira Ibu gak sayang sama aku Bri, dari awal aku selalu di perlakukan kayak anak tiri, tapi aku gak tau kalau ternyata Ibu begini tuh karena ada alasan nya." Ucap Risya sesenggukan, tangis nya sudah mereda.
Brian terdiam, dia tife pria yang mendengarkan terlebih dahulu sebelum memberikan solusi. Meski terkadang dia pecicilan, tapi sebenarnya dia pria yang baik, hanya sedikit mesoom saja.
"Ibu kamu kenapa sayang?"
Risya tak mampu menjelaskan, dia hanya memberikan selembar kertas itu pada Brian agar bisa membaca nya sendiri.
"Dear My First Love, Marisya Santika.
Hai anak cantik ibu, maaf sudah membuat mu merasa sendiri. Maaf sudah mengabaikan mu, Ibu minta maaf untuk semua nya.
Hari ini adalah operasi Ibu yang terakhir dan ternyata hasil nya gagal total, ibu di vonis hanya akan bertahan tak lebih dari satu bulan.
Maaf sudah menyembunyikan penyakit Ibu, Ibu tak mau kamu dan kakak mu merasa khawatir dengan keadaan Ibu, Ibu terlihat baik-baik saja, tapi sebenarnya tidak.
Sebelum Ibu pergi, ibu hanya ingin minta maaf. Kamu anak yang baik, anak yang cantik, ibu bangga punya anak seperti dirimu, tetaplah hidup rukun bersama kakak mu, carilah pasangan yang mampu bertanggung jawab dan menjaga mu dengan baik.
Ibu menyayangi mu dan kakak mu, hanya saja cara untuk menyembunyikan nya salah. Sekali lagi ibu minta maaf Nak, berbahagialah.
Karissa."
Brian menatap Risya yang masih ada dalam pelukan nya, ini hari jadian yang paling menyesakan. Biasa nya hari jadian itu identik dengan kebahagiaan, tapi berbeda dengan yang terjadi pada Risya dan Brian.
"Sayang, are you okay?" Tanya Brian.
"Tolong tetap begini dulu, aku butuh sandaran Bri."
"Baiklah sayang, tenangkan diri dulu. Aku akan disini menemani mu." Jawab Brian, pria itu terus menerus mengusap lembut punggung Risya.
Tapi sialnya, juniorr Brian malah bereaksi. Dia terbangun karena tubuh Risya begitu menempel ketat pada tubuh nya.
"Sialan, Lu kenapa selalu bangun disaat yang tidak tepat sih? Merusak suasana aja." Rutuk Brian dalam hati, dia mulai berkeringat lagi seperti waktu itu.
"Kenapa setiap kesini Lu selalu keringetan Bri? Apa disini panas ya, perasaan nggak kok." Tanya Risya, karena tubuh Brian basah oleh keringat.
"Eehhh, enggak sayang bukan gitu."
"Ya terus?" Tanya nya lagi sambil mengusap ingus nya dengan tissu. Brian yang sudah terbiasa melihat tingkah absurd kekasih nya itu tak menunjukan ekspresi apapun, datar saja tak jijik sedikitpun.
"Jujur gak ya? Tapi malu kalo jujur." Batin Brian.
__ADS_1
"Bri, sekarang wajah Lo merah, Lo kenapa sih?" Tanya Risya penasaran, tanpa sengaja tangan nya malah menyentuh area sensitif itu, membuat Brian semakin kelabakan menahan nafsuu nya.
"Sayang, jangan pegang-pegang." Pinta Brian.
"Kamu kenapa sih? Sakit? Padahal tadi kamu baik-baik aja kan?" Tanya Risya lagi, dia meraba kening Brian, tapi pria itu tidak demam.
"Sayang, cukup kamu menyiksa ku."
"Lho, nyiksa apaan? Cuma nyentuh kening doang, kan gak sakit." Jawab Risya, dia mana tau kalau Brian sedang berusaha menahan gejolak birahii nya.
"A-aku ingin air putih, bisa ambilkan sayang?"
"Yaudah tunggu sebentar." Ucap Risya lalu buru-buru pergi ke dapur. Brian bernafas lega, dia membuka resleting celana nya dan mengeluarkan juniorr nya sebentar, mengipasi nya dengan tangan karena terasa panas.
"Haduhh suasana nihh rumah panas amat." Gumam Brian sambil mengipasi junior nya yang berdiri tegak, membuat celana nya terasa sesak.
Tiba-tiba saja lampu padam, di ikuti dengan suara benda jatuh dari arah dapur.
"Briann, tolongiinn.." Suara teriakan yang berasal dari dapur, itu pasti Risya yang terkejut karena lampu tiba-tiba padam.
Brian buru-buru memasukan burung nya dan pergi menyusul Risya dengan berbekal senter ponsel nya.
"Kenapa?" Tanya Brian saat melihat Risya berjongkok di dekat tangga, pecahan gelas berserakan di samping nya.
"Yaudah, gak usah takut kan ada aku. Aku temenin kamu, kalo lampu udah hidup lagi baru aku pulang."
"Aku lupa di perumahan ini di adakan pemadaman listrik bergilir Bri, hidup nya besok pagi." Jelas Risya, membuat Brian menelan ludah nya dengan kasar.
"Cobaan yang sangat berat, berduaan di rumah cewek, mana gelap-gelapan lagi."
"Kamu nginep aja ya, temenin aku Bri, mau gak?"
"Ta-tapi.."
"Aku mohon, aku takut Bri." Bujuk Risya, akhirnya mau tak mau Brian pun mengiyakan meski ini akan terasa sangat menyiksa.
"Sekarang mau tidur?" Risya menganggukan kepala nya, lalu berjalan pelan dengan tangan yang saling bertautan ke arah kamar Risya di lantai atas.
Brian dan Risya tidur bersisian dengan cahaya temaram dari senter ponsel menemani malam mereka.
"Yang.."
__ADS_1
"Iya? Kenapa?" Tanya Risya.
"Gerah gak sih?"
"Enggak, aku malah ngerasa dingin." Jawab Risya.
"Aku kebiasaan kalo tidur gak pake baju, boleh gak?"
"Lakuin aja Bri, gapapa kok." Jawab Risya pelan. Brian pun bangkit dan membuka pakaian nya, dia memang terbiasa tidur bertelanjangg dada.
Risya menatap tubuh atletis Brian hampir tak berkedip, ingin sekali dia mengusap perut kotak-kotak Brian, tapi dia tak mau memancing singa yang kapan saja bisa menerkam nya. Mau bagaimana pun, Brian adalah pria normal yang punya nafssu.
"Kenapa sayang?"
"Kenapa apa nya? Gak ada." Elak Risya, padahal dia sudah ketahuan dari tadi liatin roti sobek di perut Brian, tapi tak mau ngaku.
"Mau nyentuh ini? Boleh kok, ini punya kamu."
"Punya aku?" Tanya Risya memastikan.
"Iya dong, kan kamu pacar aku. Boleh kali bobo nya sambil pelukan." Mode mesoom kembali on.
"Mesoom lagi."
"Yang, pengen." Rengek Brian mode manja.
"Pengen apa? Pengen di tampol?" Tanya Risya, padahal dia tau apa yang di inginkan pria itu.
"Pengen buah pepaya, remess dikit aja."
"Nggak boleh, jangan mesoom bisa gak? Atau kita putus?"
"Elahh yang, cuma gitu doang kok. Masa baru jadian dah putus lagi, aku gak suka ya kamu bilang gitu."
"Yaudah jangan mesoom terus, gak cape apa?"
"Iya deh, ayo bobo aja kalau gak boleh mah." Jawab Brian, Risya tersenyum dan menghambur ke pelukan Brian. Sesekali dia menyentuh perut kotak-kotak Brian dengan lembut, membuat burung yang tadi nya sudah tertidur kini terbangun lagi.
"Salah sihh ya ngajakin tidur sambil pelukan gini, sesek banget nih celana." Batin Brian, sebisa mungkin dia menahan keinginan nya itu, hingga akhirnya mereka tertidur.
.....
__ADS_1
🌷🌷🌷
Si Brian rusak suasana melow aja🤣🤣🤣