Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 72


__ADS_3

"Btw nanti latihan vokal kan buat lomba?"


"Iya lah, harus giat latihan nya soalnya waktu dah mepet." Jawab Ica santai, tetap sambil makan.


"Lagian kenapa harus di alun-alun kota?" Tanya Brian.


"Lah terus ngapain nanya ke kita? Mana kita tau, tanya aja sama panitia penyelenggara nya. Tapi hadiah nya lumayan juga sih.." Jawab Ica.


"Uang segitu mah gak ada apa-apanya di depan mata Daddy Lo Ca." Celetuk Risya.


"Iya sih, tapi ya gapapa Daddy juga ngasih izin."


"Syarat nya?"


"Gak boleh kecapean, kalau aku kecapean Daddy pasti marah besar dan gak bakal ngizinin aku ikutan lomba ini." Jawab Ica datar.


"Itu semua dia lakuin demi kebaikan Lo juga Ca, harus nya Lo tuh merasa beruntung di limpahin kasih sayang sebesar itu sama Daddy Lo."


"Iya, gue bersyukur banget Sya."


"Yok ke kelas, pak dosen udah mau masuk." Ajak Risya, Ica pun mengangguk dan pergi bersama Risya, tentu nya setelah membayar makanan yang sudah masuk ke dalam perut nya.


Brian mengintil di belakang Ica dan Risya, dia juga mengikuti lomba itu, tapi bukan ke tarik suara tapi alat musik.


....


Sore harinya, Ica bersiap pulang karena agenda nya hari ini sudah selesai, gadis itu berjalan sendirian menyusuri sepanjang koridor ruang kelas kampus besar ini, karena ruang kesenian ada di ujung koridor.


"Kampus kalau sepi nyeremin juga ya.." Ica mengusap kepala belakang nya yang tiba-tiba merasa merinding.


"Ca.." Teriak seseorang membuat Ica mengelus dada.


"Apa sih Brian? Dari tadi kamu gangguin aku terus!"


"Pulang bareng yok, btw rumah kamu dimana?" Tanya Brian sok akrab.


"Ngapain nanya rumah segala?"


"Ya kan aku nganter kamu pulang."


"Emang aku dah bilang mau gitu? Nggak ya, jangan ke geeran." Judes Ica, rasa merinding nya menguap entah kemana karena berdebat dengan pria menyebalkan di samping nya.


"Ayolah Ca, apa karena aku cuma pake motor?"


"Gak gitu, aku udah ada yang jemput kok. Daddy pasti jemput." Jawab Ica, tapi saat melongok ke depan gerbang, mobil milik Zen belum ada disana.


Ica mencoba menelpon nomor Daddy nya, tapi tak di angkat, hanya terdengar suara operator dari pihak provider.

__ADS_1


"Gimana Ca? Lebih baik kamu aku anterin aja, sebentar lagi malem. Aku gak tenang biarin kamu disini sendirian nunggu jemputan."


"Aneh, biasa nya kalau Daddy gak bisa pasti ngabarin atau nggak nyuruh anak buah nya untuk jemput, tapi kali ini gak ada ya?" Gumam Ica tanpa menjawab ucapan Brian yang mengkhawatirkan nya.


"Ca, gimana? Udah jam 6 lebih lho ini."


"Lo pulang duluan aja, gue masih nunggu Daddy." Jawab Ica, gadis itu mengusap tangan nya, udara nya sangat sejuk pasti sebentar lagi akan turun hujan.


"Yok, keburu hujan. Mungkin Daddy Lo sibuk Ca, atau dia lupa."


"Issshh yaudah, tapi jangan baper!"


"Iya Nona cantik, mari.." Brian menyodorkan helm berwarna biru ke pada Ica, setelah memastikan Ica duduk nyaman, Brian pun mulai menyalakan mesin motor sport nya melajukan nya menjauhi kawasan kampus.


Brian tersenyum manis, meski hanya terlihat mata nya yang menyipit.


"Bahagia nya aku.." Gumam Brian dalam hati.


"Dimana rumah nya Ca?"


"Di perumahan taman mawar." Jawab Ica dengan nada suara meninggi.


Setelah cukup lama berkendara, akhirnya Ica menunjuk sebuah rumah mewah dengan gaya khas nya.


"Pak, tolong bukain gerbang nya." Ucap Ica, setelah tau kalau itu Nona muda nya, penjaga pun membukakan gerbang untuk motor yang terlihat sangat asing itu.


Ica turun dari motor Brian dengan perlahan, tubuh nya yang mungil membuat nya kesulitan naik atau turun dari motor gede milik Brian.


"Ngopi dulu cukk?"


"Boleh lah.." Jawab Brian datar.


"Duduk, gue masuk dulu ganti baju."


Ica masuk ke dalam mansion, sedangkan Brian duduk di teras bertemankan angin sejuk malam hari.


Sedangkan di cafe, Zen sudah sangat bad mood melayani tante cerewet yang tak berhenti berceloteh ria sedari tadi.


"Saya rasa sudah cukup, saya permisi." Zen pergi meninggalkan wanita paruh baya itu dengan langkah lebar nya, di susul oleh Asisten Bimo yang tau dengan jelas mood tuan nya saat ini.


"Ke kampus Bim,"


"Untuk apa ke kampus, Tuan?"


"Menjemput Ica ku."


"Laporan anak buah anda kalau Nona sudah pulang di antar teman nya dengan motor, Tuan." Jelas Bimo.

__ADS_1


"Kenapa mereka menghubungi mu, bukan kepada ku?"


"Kata nya ponsel tuan tak aktif." Zen sontak merogoh saku celana nya, mengeluarkan ponsel yang memang dalam keadaan mati total karena kehabisan daya.


"Ponsel mahal tapi tetap harus di cas, ada kah ponsel yang tak perlu di cas seumur hidup Bim?" Kesal Zen, dia tak berani membayangkan bagaimana murka nya Ica nanti.


Mobil Zen memasuki mansion, sorot mata nya menajam saat melihat motor gede yang terparkir di halaman rumah dekat garasi, lengkap dengan dua helm.


"Ini motor yang mengantar Ica ku, Bim?" Tanya Zen pada Bimo.


Bimo mengeluarkan ponsel nya dan membuka pesan berisi poto saat Ica di bonceng oleh pemilik motor itu, hal itu membuat hati nya panas.


Tanpa sepatah kata pun, Zen langsung melangkah dengan gaya cool nya.


Hati nya semakin memanas saat melihat Ica yang sedang berbincang dengan pria sebaya nya di teras.


"By.."


"Darimana saja Dad?" Tanya Ica tanpa menyambut pria itu.


"Masuk By, udara malam tak sesuai untuk mu."


"Gue duluan ya Bri, thanks udah nganterin pulang." Ucap Ica lalu masuk ke dalam mansion.


"Sama-sama Ca." Jawab Brian dengan senyuman yang terkembang di bibir nya, itu membuat Zen kebakaran jenggot.


"Tunggu apa lagi? Pulang sana!" Usir Zen.


"Kopi nya aja belum di minum, Om."


"Saya bukan Om mu, jangan membuat saya emosi."


"Elah, camer galak amat!" Gerutu Brian lalu pergi dari rumah besar itu dengan motor gede nya.


Zen segera menyusul gadis nya, dia harus menjelaskan semua nya, kenapa dia telat menjemput Ica berikut alasan nya.


....


Di stasiun kereta, nampak seorang pria tampan turun dari kereta, pria itu menggendong tas besar di punggung nya, juga sebuah koper berukuran kecil yang dia dorong.


"Aku kembali Ca, aku sangat merindukan mu!" Gumam nya sambil tersenyum, dia menatap sebuah poto di genggaman nya.


"Pasti kamu tumbuh menjadi gadis yang cantik, tak sabar bertemu dengan mu!"


...


🌷🌷🌷

__ADS_1


Siapa hayo?🤭 Hari senin lho ini, jan lupa vote ya❤️🌻


__ADS_2