
Tak terasa, hari mulai beranjak petang, membuat ke empat pria itu memutuskan mengakhiri pertemuan mereka. Selain karena sudah petang, mereka punya ketakutan lain yaitu di marahi istri-istri galak mereka.
"Duh keasikan berghibah sampe lupa waktu, hayuk balik, keburu di tendang istri." Ucap Zen sambil melihat jam tangan yang melingkar di lengan nya.
"Iya nih, bener kata istri ya, kalo udah ghibah pasti lupa waktu." Bimo juga bangkit hendak pulang, sebelum istri cantik nya marah-marah.
"Tadi pamit bentar malah berjam-jam, mana ayang pesen seblak lagi pasti ngambek ini." Panik Azwar, bisa-bisanya dia lupa kalau di titipin seblak sama bumil.
"Gue juga ninggalin ayang lagi tidur, pasti dia nyariin. Yok pada balik, jangan lupa bawa jajanan dulu buat nyogok."
Ke empat nya pun pulang, tapi Azwar yang merasa kasihan pada Brian memutuskan mengantarkan nya terlebih dulu.
"Gapapa bang? Nanti mbak Sintia marah, gimana?"
"Ciee perhatian banget Lu."
"Dihh, gue kirain Lu tuh kalem. Ehh nyatanya sengklek juga njirr." Cetus Brian, soalnya dulu Azwar itu terlihat lebih pendiam di banding saat ini.
"Udah, ayo cepetan balik. Masalah bini gue, biar gue yang atasin, gak usah khawatir."
Brian pun naik ke boncengan motor butut Azwar, dia masih belum mengganti sepeda motornya karena fokus menabung untuk biaya lahiran nanti. Meski punya adik ipar tajir melintir, tapi dia juga tak bisa bergantung sepenuhnya pada Zen, meski sebenarnya pria itu tak pernah merasa keberatan dan Dengan senang hati mau membantu, tapi ini semua tanggung jawab nya sebagai seorang suami.
Tak membutuhkan waktu lama, Brian sampai di rumah Risya, Azwar pun langsung tancap gas pergi dari rumah itu. Brian pun langsung masuk ke dalam rumah, ternyata dia melihat Risya yang sudah menatap nya dengan tatapan tajam, lengkap dengan tangan yang bersedekap di dada.
"S-ayang, udah bangun ya?"
"Kamu buta ya? Aku melek ini berarti udah bangun!" Ketus Risya.
"Ini aku bawain cemilan buat kamu." Brian meletakan sebungkus telur gulung dengan saus merah kesukaan Risya. Tapi perempuan hamil itu hanya meliriknya dengan sebelah mata.
"Darimana aja kamu hah?" Tanya Risya.
"Abis kumpul sama bang Zen, Bang Bim sama bang Azwar, Yang." Jawab Brian sambil memilin ujung kaos yang dia pakai.
"Bagus ya, gak izin aku dulu!"
"K-amu nya tidur Yang, aku gak tega bangunin nya." Jawab Brian.
"Mandi sana, inget gak ada jatah!" Tegas Risya lalu meraih bungkusan telur gulung itu dan memakan nya.
__ADS_1
Brian dengan lemas pergi ke kamar, menapaki anak tangga dengan sangat pelan. Sumber tenaga nya takkan di berikan malam ini, artinya dia harus puasa satu malam ini, atau kalau mood Risya terus menurun alamat dia puasa lama.
Di rumah Zen, pria itu juga tengah di interogasi oleh sang istri. Tak beda dengan nasib Brian, ternyata Zen juga mendapat hukuman yang sama, padahal sudah di sogok pakai martabak telur tapi tetap saja kena hukuman.
"Bby, apa gak bisa yang lain hukuman nya?" Bujuk Zen mencoba bernegosiasi dengan istrinya itu.
Ica menatap Zen tajam, lalu berdiri dan menjewer telinga Zen cukup kuat hingga membuat pria tampan itu meringis kesakitan.
"Ampun Bby, maafin Daddy."
"Sekali lagi pergi gak izin, Ica gak bakal segan-segan buat tendang Daddy dari rumah ini ya, ngeselin banget kelakuan tuh!"
"Iya Bby, Daddy janji gak gini lagi. Tadi kan kamu nya lagi di kebun, jadi Daddy pergi aja."
"Ngelawan ya?"
"Aaaa ampun Baby, ampun, sakitt.." Ringis Zen, membuat Kakek Arhan tertawa. Cucu nya yang sangat keras kepala itu kini tak lebih dari kucing yang tunduk pada majikan nya, ya beginilah pria. Sekeras apapun dia pasti akan luluh oleh wanita yang paling dia cintai.
Di rumah, Azwar juga sedang di hukum. Bedanya, hukuman yang di berikan Sintia pada suaminya itu bukan soal jatah malam. Tapi hukuman seperti anak sekolah yang ketahuan terlambat, berdiri di pojokan rumah dengan dua tangan yang di angkat. Sedangkan bumil itu makan seblak yang di bawakan Azwar dengan lahap.
"Ay, pegel." Rengek Azwar.
"Dari jam 4 sampe jam 6, Ay." Jawab Azwar.
"Berarti dua jam, yaudah berdiri disitu dua jam." Cetus nya membuat Azwar menghela nafas, tapi ini masih mendinglah daripada jatah malam di tiadakan. Dengan begitu setelah pegel-pegelan di hukum, nanti buka puasa dengan lubang hangat yang sempit dan nikmat itu.
Berbeda dengan situasi di apartemen Bimo, mungkin cuma dialah yang tak mendapat hukuman sama sekali. Hani malah menyambut suaminya dengan senyuman manja dan pelukan hangat.
"Udah pulang Sayang?"
"Iya sayang, aku bawain bakso."
"Bakso yang di perempatan bukan, Yang?" Tanya Hani, sambil bergelayut manja di lengan Bimo.
"Iya Sayang."
"Makasih Ayang, habis darimana?" Tanya Hani, lalu duduk di sofa sedangkan Bimo ke dapur mengambil mangkuk dan sendok.
"Habis kumpul aja Yang, biasa grup ghibah." Jawab Bimo membuat Hani nyengir.
__ADS_1
"Bukan cuma cewek ternyata yang doyan ghibah, kaum batangan juga suka ya." Cetusnya, membuat Bimo terkekeh geli. Dia juga tak mengerti kenapa setelah berkumpul mereka jadi berghibah? Mengobrol hal random tapi bisa membuat lupa waktu.
"Biasalah Yang, kalo udah ketemu ada aja yang di omongin. Btw besok Brian sama Risya rencana nya mau nikah."
Byurrr..
Hani yang tengah menyeruput kuah bakso langsung muncrat saat mendengar ucapan suaminya.
"Ihh sayang, muncrat kena wajah aku."
"Hehe maaf Sayang."
"Tapi kenapa nikahan nya mendadak?" Tanya Hani mulai penasaran.
"Kata Brian, Risya hamil." Jawab Bimo.
Uhukk.. uhukk..
Hani tersedak bakso yang belum sempat dia telan, membuat Bimo panik dan langsung menyodorkan minum pada istrinya itu.
"H-amil? Kok mendadak sih?"
"Ya namanya juga hamil Yang, siapa yang tahu kapan jadinya. Terus kamu tahu gak yang, Risya hamil kembar juga."
Uhukk.. uhukk..
Lagi-lagi, Hani yang tengah minum tersedak kembali. Membuat Bimo panik dan langsung menepuki punggung sang istri.
"Kok kesedak mulu sih, Yang."
"Kok bisa samaan sih, 4 wanita yang berteman kompakan hamil kembar? Mana jarak nya deketan."
"Ya mana aku tahu, kata si Brian, Risya emang hamil kembar." Jelas Bimo, Hani hanya bisa menggelengkan kepala nya. Dia sendiri merasa heran sendiri, kenapa bisa kompakan hamil kembar? Kan unik. Bisa-bisa jadi viral kalau netizen tau.
.....
🌷🌷🌷🌷
Kena sembur terus ya Bang Bim, sabar🤭🤭🤣🤣
__ADS_1