Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 215


__ADS_3

"Aahhh Bby.." Zen menggeram nikmat saat miliknya terasa di jepit paksa oleh lubang sempit sang istri.


"Daddy sekarang jadi berisik kalo lagi main, biasanya kan Ica yang suka jerat-jerit." Ucap Ica sambil terus menggerakan pinggul nya naik turun di atas pangkuan Zen.


"Habisnya enak banget, setelah hamil lubang kamu kok malah makin sempit, makin enak." Jawab Zen, tangan nakal nya terus meremass buah kenyal sang istri yang sudah sedikit mengembang, mungkin karena hormon kehamilan, dan juga hasil kerja keras tangan Zen yang nakal nya gak ketulungan.


"Aaahhh Dad.." Ica mendesaah panjang di iringi dengan tubuh nya yang mengejang dan cairan hangat yang terasa membanjiri lubang sempit itu.


"Klimakss Sayang, enak?" Ica menyurukan wajah nya di ceruk leher Zen, dia kembali mengecupi leher itu hingga meninggalkan bekas kemerahan yang cukup banyak.


"Uhhh, punya Daddy udah gak di ragukan lagi." Jawab Ica dengan nafas yang masih terengah-engah, setelah ledakan klimakss nya.


Zen membalik keadaan, dia membuat Ica setengah berdiri membelakangi nya, dia kembali menghajar sang istri dari belakang dengan hentakan yang cukup kuat dan cepat membuat tubuh perempuan itu terguncang hebat, tapi justru itu membuat nya semakin merasa keenakan karena di posisi ini senjata suami nya terasa menusuk lebih dalam ke dalam lubang nya.


Di apartemen, Hani juga tengah bermanja dengan sang suami. Terlihat keduanya hanya berbaring di kasur dengan saling memeluk, sesekali tangan Hani meraba senjata sang suami yang masih keriput.


"Honey, tangan mu nakal sekali."

__ADS_1


"Memang nya kenapa? Ini kan punyaku," jawab Hani membuat Bimo terkekeh.


"Iya, dia memang milikmu. Tapi sebaiknya kalau tak mau aku hajar, jangan mancing-mancing ya." Peringat Bimo, mengingat sudah dua hari ini mood Hani untuk berhubungan suami istri menurun, jadi dia menolak keinginan suaminya untuk silaturahmi ke dalam sarang nya.


"Aku pengen deh, kayaknya enak." Celetuknya, membuat Bimo berbinar. Tentu saja kesempatan yang sangat bagus tak bisa di sia-siakan begitu saja. Bimo langsung menindih tubuh Hani, dan menyerang bibir ranum kemerahan itu.


Hani menyambut nya dengan tak kalah brutal nya, dia memang merindukan sensasi memabukan dari aroma mint yang menguar dari mulut suaminya itu, tapi entah kenapa dia tak mood untuk berhubungan.


Bimo melepaskan pagutaan bibirnya, dia segera melepas pakaian nya, begitu juga Hani. Setelah melepas semuanya, Hani kembali berbaring dan merentangkan tangannya. Bimo kembali menindih tubuh istrinya yang sudah polos, nampak menggoda seperti biasa, apalagi perut nya yang membuncit membuat nya nampak sangat menggemaskan bagi Bimo yang memang kecanduan dengan tubuh Hani.


"Haii anak Papi, Papi izin nengok dedek boleh? Pelan-pelan kok, jadi gak kesundul." Bisik Bimo di depan perut Hani, seakan meminta izin pada janin kembar di dalam rahim istrinya itu.


"Aahhh.. Emm.." Hani melenguuh saat senjata itu mulai terasa masuk ke dalam lubang nya, padahal baru setengahnya saja, tapi sudah membuat Hani melenguhh beberapa kali.


Bimo gemas melihat istrinya yang selalu memejamkan mata saat bercintaa, saking menikmati nya mungkin, yang dia lakukan hanya mendesaah dan ikut bergerak agar senjata itu lebih terasa masuk.


"Sayang.." Lirih Hani, dia sudah hampir mencapai puncaknya, padahal pertarungan sengit itu baru saja di mulai beberapa menit yang lalu, tapi Hani sudah K.O

__ADS_1


"Aaahhhh.." Cairan hangat itu membanjiri lubang penuh kehangatan itu.


Bimo terkekeh saat melihat wajah Hani yang memerah setelah klimakss, seperti biasa dia mengecup mesra kening istrinya itu dengan mesra, sebagai bentuk ucapan terimakasih.


"Sebentar lagi aku keluar, tahan dulu ya?" Pinta Bimo, Hani lemas setelah pelepasan yang baru saja dia rasakan, hanya menganggukan kepala nya sebagai jawaban.


Bimo kembali memacu tubuhnya di atas Hani, dan tak butuh waktu lama, beberapa menit kemudian, Bimo juga meraih pelepasan pertama nya di penyatuan nikmat ini. Dia menggeram nikmat dan terus menekan-nekan senjata nya agar masuk lebih dalam.


"Terimakasih istriku, aku mencintaimu."


"Aku juga, kita tidur?"


"Tentu, setelah milikmu di bersihkan." Jawab Bimo, Hani merentangkan tangan nya dan Bimo paham apa maksud istrinya itu. Dia menggendong Hani ala bridal style ke kamar mandi untuk membersihkan inti sang istri yang di banjiri cairan-cairan bekas penyatuan mereka yang berlansung dengan sengit.


.....


🌷🌷🌷

__ADS_1


Author kepikiran buat Meisya di lapak baru atau judul baru, kalau disini pasti kepanjangan bab nya, takut kalian bosen πŸ™


__ADS_2