Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 63


__ADS_3

Matahari mulai terbit dari timur, memberikan warna lain di langit, semburat merah ke orenan membuat suasana pagi terasa begitu indah. Termasuk untuk sepasang anak manusia yang masih memejamkan mata mereka, setelah melewati malam panas bersama.


Pria itu terbangun lebih dulu, dia melirik ke arah gadis yang sudah membuat nya mengerang nikmat semalaman itu dengan senyum puas, entah apa maksud senyuman itu. Dia pun bangkit dari ranjang dan buru-buru masuk ke dalam kamar mandi membersihkan diri, dia ingat ada pekerjaan penting hari ini, jadi dia tak boleh terlambat.


Pria itu berganti pakaian dan kembali mendekat ke arah ranjang, dimana Hani masih tertidur dengan lelap, mungkin karena gadis itu kecapean. Semalaman dia di buat pasrah oleh sentuhan nya yang memabukan.


Tangan pria itu terulur membelai wajah mulus Hani, memberikan nya usapan-usapan lembut hingga membuat Hani terganggu dan akhirnya gadis itu pun terbangun dari tidur nyenyak nya.


Pipi Hani terasa menghangat, dia merasa malu setengah mati jika mengingat kelakuan nya semalam.


"Selamat pagi Honey, tidur mu nyenyak?" Hani menjawab hanya dengan anggukan di kepala nya, tanda dia menikmati tidur nya, meski dia baru bisa tidur di jam 3 pagi.


"Apa masih sakit?"


"A-apa?" Tanya Hani terbata, membuat pria itu gemas dan mencubit kedua pipi cabi Hani.


"Itu, yang di bawah mu."


"Kenapa bertanya seperti itu, jangan membuat aku malu." Ucap Hani, gadis itu kembali merona.


"Kenapa harus malu? Kita sudah merasakan tubuh masing-masing."


Hani memilih tak menjawab dan memalingkan wajah nya, sebelum pria itu menggoda nya karena pipi nya yang merah seperti tomat.


"Maaf tak bisa menemani mu, aku harus bekerja."


"Lalu?" Tanya Hani dengan kening yang berkerut.


"Kamu mungkin akan kesulitan berjalan nanti, lebih baik beristirahat dulu hingga sore sampai sakit nya sedikit berkurang." Peringat pria misterius itu.

__ADS_1


"Baiklah, aku ke kamar mandi dulu." Pamit Hani. Sedangkan pria itu terlihat sedang mengancingkan kemeja nya tanpa memperhatikan Hani yang kesulitan berjalan.


Brukk..


Hani ambruk karena kedua kaki nya lemas, tak mampu menahan berat tubuh nya. Pria itu pun mendengar nya, dia segera berlari mendekat.


"Mau kemana? Sudah bilang kamu akan kesulitan berjalan."


"Ke kamar mandi, aku ingin pipis." Jawab Hani.


"Kenapa tak meminta pertolongan ku?"


"Karena kamu sibuk merapikan pakaian mu dan aku pikir, sebaiknya tak merepotkan."


"Ayo aku antar ke kamar mandi.."


"T-tidak, saya bisa sendiri." Tolak Hani, membuat pria itu tersenyum.


Pria itu mendudukan Hani di closet, pria itu masih berdiri santai, tanpa berniat keluar.


"Anda tak keluar?"


"Kenapa harus?" Tanya nya.


"Saya mau buang air, tak mungkin saya buang air di liatin gitu kan?"


"Lalu, apa masalah nya? Cepatlah.."


"Tidak, saya malu. Lebih baik keluar dulu, nanti saya panggil setelah selesai."

__ADS_1


"Oke, baiklah." Baru lah pria itu keluar dari kamar mandi, meninggalkan Hani yang sedang menuntaskan hajat nya.


"Awwhhss, perih sekali. Pria itu seperti maniacc! Bisa-bisa nya dia melakukan nya semalaman?" Gerutu Hani. Dia merasa kesal juga karena sedetik pun pria itu tak melepaskan nya semalam, ini pertama kali nya dan dia di buat kapok, tapi rasa nya membayang di otak nya.


Hani membenturkan kepala nya ke dinding, bagaimana bisa dia membayangkan saat pria itu memasuki nya tadi malam di saat begini? Ahh sial, dia sudah terkontaminasi.


Pria itu datang dan kembali menggendong tubuh polos yang hanya tertutup bathrobe itu, setelah di rasa gadis nya sudah selesai, kalau menunggu dia memanggil, bisa di pastikan itu akan lama.


"Sarapan, makan siang dan makan malam akan ada pelayan yang mengantar nya kemari, kamu hanya perlu beristirahat sejenak dan bisa pulang setelah nyeri di bagian bawah mu sudah membaik."


"Ini uang untuk mu, terimakasih untuk pelayanan semalam, aku sangat puas!" Pria itu meletakan dua gepok uang di meja nakas, juga beberapa kartu, yang entah apa tulisan nya.


"Untuk sarapan dan makan siang aku akan menerima nya, tapi maaf untuk uang saya tak bisa menerima nya."


"Kenapa?" Tanya pria itu dengan dahi yang mengernyit.


"Saya bukan wanita bayaran, kita sama-sama menikmati nya, jadi aku rasa tidak adil anda membayar saya sedangkan saya juga menikmati nya." Pria itu melongo mendengar jawaban Hani. Ada ya gadis yang menolak di bayar begitu besar?


"Terserah kau saja kalau begitu, aku harus pergi dulu. Cantumkan nomor ponsel mu disini." Pria itu mengulurkan ponsel dan Hani segera menuliskan nomor nya.


Setelah selesai, pria itu pun pergi meninggalkan Hani tanpa sepatah kata pun.


Hani memijat tubuh nya sendiri, tubuh nya terasa remuk redam karena kegiatan panas yang tadi malam dia lewati bersama pria asing yang menawarkan one night stand.


"Aku bodoh ya karena menolak uang itu? Tapi gapapa deh, besok aku gajian."


....


🌷🌷🌷

__ADS_1


Hanya karena besok gajian kamu menolak uang nya, Han? benar-benar luar biasa😂😂


__ADS_2