
Di rumah, Brian sedang dalam mode manja. Dia terus saja merengek meminta vitamin pagi sebelum berangkat kerja. Risya yang sedang menyusui kedua putrinya secara bergantian, dia kesal pada Brian. Bisa-bisa nya dia merajuk begini pagi-pagi disaat dia sedang sibuk memberikan makan untuk si kecil yang belum bisa makan apa-apa.
"Sayang, dikit aja."
"Yang, bisa diem gak? Gak liat ini anak-anak kamu lagi minum susu? Kamu bisa makan yang lain, anak kamu kalo gak ku kasih susu mau makan apa?" Gerutu Risya lengkap dengan ekspresi kesal nya.
"Aku mau kerja nih, gak semangat kalo gak nenenn dulu." Rajuk Brian sambil menggoyang-goyangkan lengan Risya.
"Astaga, iya boleh tapi nanti kalo anak-anak kamu udah tidur." Pasrah Risya akhirnya, dari pada pria itu terus merajuk kan ya?
"Lama dong, ini udah mau jam tujuh Sayang. Aku bisa kesiangan berangkat kerja kalo nungguin mereka tidur dulu." Rengek Brian lagi, membuat Risya menggelengkan kepala nya.
"Yaudah gantian sama Kira." Brian tersenyum manis lalu menekuk kaki nya dan ikut menyusu di dada sang istri bersama Baby Kila yang masih anteng menyusu di dada kiri ibunya, sedangkan Brian menyusu di dada kanan istri cantiknya.
"Ada-ada saja kelakuan suami tampanku ini," Gumam Risya sambil mengusap kepala Brian dengan lembut. Setelah punya dua anak, Brian bukan nya makin dewasa malah bersikap kekanak-kanakan. Mulai dari manja nya, rebutan susu lah, pokoknya setiap hari selalu terisi dengan tingkah Brian yang terkadang membuat Risya darah tinggi.
"Udah dong, nanti habis buat Baby Kila."
__ADS_1
"Gantian, mau yang itu juga." Tunjuk Brian ke buah kenyal yang satunya lagi. Kebetulan Baby Kira sudah selesai menyusu dan tertidur lagi.
"Aisshh, nasib punya suami kamu ya gini. Cepetan nyusu nya keburu Bang Azwar jemput." Ucap Risya, Brian pun langsung menyusu kembali di sebelah buah kenyal sang istri, melahap putting nya dengan rakus seperti bayi kelaparan, bahkan sedikit menggigit nya membuat Risya memekik.
"Jangan di gigit, sakit tau!" Risya menepuk bibir Brian yang tengah asik menyusu di dada nya.
Sontak saja Brian menjadi cemberut karena kegiatan nya terganggu.
"Udah sana siap-siap, bentar lagi bang Azwar jemput." Peringat Risya lagi, barulah Brian pergi ke kamar mandi dengan langkah gontai.
Dan tak lama, pria itu sudah keluar dengan rambut kelimis dan pakaian kerja nya. Tepat dugaan, Azwar juga datang menjemput Brian. Karena rumah mereka satu arah, jadi Azwar selalu menjemput Brian agar berangkat ke kantor sama-sama.
Tinn.. tinn..
Bunyi klakson yang berulang-ulang, membuat Brian langsung keluar dari rumah, tentunya dengan Risya yang mengantarkan suami nya itu hingga ke teras.
Brian mengecup singkat kening sang istri dan pergi ke kantor bersama Azwar, setidaknya itu akan menghemat ongkos jika berangkat bareng Abang nya sendiri, tarif bus pun saat ini hampir menyaingi tarif taksi online sekarang. Cukup mahal untuk sebuah fasilitas umum yang di butuhkan masyarakat.
__ADS_1
"Bang, udah sarapan?"
"Udah, Lu belom?" Tanya Balik Azwar pada Brian.
"Udah kok, minum nya susu murni."
"Langsung dari sumber nya gak tuh?" Tanya Azwar sambil terkekeh.
"Haha, iya dong. Langsung dari sumber nya, saingan sama anak." Cetus Brian lalu tergelak.
Singkatnya, keduanya sampai di kantor. Mereka berpisah, Brian ke belakang untuk mengerjakan pekerjaan nya sebagai Office boy, sedangkan Azwar langsung berdiri di balik meja sebagai resepsionis yang menyambut para tamu atau kolega bisnis yang datang.
Bertemu investor asing saat ini bukanlah masalah besar bagi Azwar, dulu karena dia kurang fasih berbahasa Inggris, dia sempat kesulitan, tapi setelah belajar secara otodidak di rumah dan beberapa kali di ajarkan oleh Zen, dia akhirnya lancar berbahasa asing. Suatu kemajuan yang sangat baik, hingga Zen sangat puas dengan kemampuan Abang ipar nya itu.
.....
π·π·π·π·
__ADS_1
Gak ada topik ghibah nih, ada inspirasi gak?πππ