Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 166


__ADS_3

Di rumah lain, sedang terjadi kepanasan. Dimana sepasang pengantin baru itu tengah memadu kasih di sejuk nya udara yang sangat mendukung. Ini adalah malam pertama setelah kedua nya resmi menjadi pasangan suami istri.


"Aaahhh, jangan cepat-cepat sayang, sakitt.." Sintia meringis saat Azwar menghentak inti tubuh nya terlalu dalam dengan gerakan yang sangat cepat.


"Ini terlalu nikmat sayang, aahh.." Azwar terus meracau sepanjang permainan. Dia begitu menikmati penyatuan nya dengan sang istri.


Bercintaa setelah resmi dan sebelum resmi rasanya begitu berbeda. Bukan berarti penyatuan nya tak nikmat, tapi setelah resmi terasa lebih bebas, takkan ada yang menciduk kedua nya meski pun tinggal serumah.


"Sayang..." Panggil Sintia, Azwar mengerti dan segera mempercepat gerakan nya, Azwar menusuk lebih dalam. Tubuh Sintia menegang, dia kembali klim*ks, entah yang ke berapa kali.


"Enak yang?"


"Lemes yang, kamu udah lama main nya. Pake obat ya?" Tanya Sintia, sudah 2 jam tapi Azwar masih belum meledak juga.


"Aku hanya mengikuti cara Tuan Zen, ternyata benar-benar ampuh."


"Ohh ternyata adik ipar mu itu biang keladi nya ya? Sudah ya, aku capek." Bujuk Sintia, inti nya sudah mati rasa karena sudah terlalu lama bermain perang-perangan di atas kasur.


"Aku belum meledak sayang, kamu diam saja biar aku yang bergerak."


"Iya, tapi sakit sayang. Pelan-pelan aja kalo gitu."


"Oke sayang." Jawab Azwar sambil tersenyum dan mulai menggerakan kembali tubuh nya maju mundur. Sesekali juga mencium bibir Sintia, melumaat nya bergantian atas bawah. Dia juga menyusupkan lidah nya, bermain dengan lidah Sintia di dalam mulut nya.


Bunyi ciplakan antara kulit yang berbenturan, juga decapan nikmat mewarnai malam yang terasa dingin ini. Tapi berbeda 180 derajat dengan suhu kamar itu yang sangat panas.


"Aarrgghh.." Azwar meledak, dia menyemburkan benih-benih cinta ke dalam rahim Sintia. Pria itu ambruk ke atas tubuh Sintia, nafas nya tersengal setelah pelepasan nya.


"Sudah?" Tanya Sintia pelan, sambil mengelap keringat di kening Azwar.


"Sudah sayang, terimakasih. Ini sangat nikmat, kamu memang yang terbaik." Jawab Azwar dengan senyum kepuasan.

__ADS_1


"Kalau begitu cabut senjata nya dan turun dari atas tubuhku, berat sayang." Pinta Sintia, Azwar menurut dan berguling ke samping, dia melingkarkan kaki nya di paha Sintia.


"Gerah sayang, aku mau ke kamar mandi dulu, lengket."


"Yaudah, jangan lama-lama. Aku masih pengen," Gumam Azwar, mata nya terpejam.


Sintia membulatkan mata nya, setelah 2 jam menghajar nya tanpa jeda, dia masih bilang ingin? Gila saja, ini malam pertama atau malam terakhir dia hidup?


"Kok malah bengong disitu? Katanya mau ke kamar mandi." Tanya Azwar.


"Kamu masih pengen? Mau nyiksa aku ya? Sakit tau gak!"


"Ya kalau kamu gak mau, yaudah sayang gak usah marah-marah. Kita bisa ehem lagi nanti, ayo cepatlah kita tidur."


Sintia memutar mata nya jengah dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan inti nya yang terasa lengket setelah cairan Azwar menyembur deras ke dalam inti nya.


Sintia berjalan tertatih ke kamar mandi, meski bukan yang pertama kali, tapi kalau 2 jam? Bisa di bayangkan lah ya rasa ngilu nya gimana.


Setelah selesai, dia kembali ke kamar dan ternyata Azwar sudah kembali memakai pakaian nya, dia bersandar di kepala ranjang dengan selimut yang hampir menutupi tubuh nya.


"Kok belum tidur?" Tanya Sintia.


"Nunggu istri lah, bobok bareng sambil peluk biar hangat." Jawab Azwar sambil tersenyum.


"Iya, tapi jangan nakal ya, peluk aja. Ini aku perih banget."


"Perih? Mungkin lecet sayang, maaf aku terlalu bersemangat." Azwar meminta maaf sambil menggenggam tangan sang istri.


"Gapapa sayang, jadi sekarang kita tidur saja ya. Besok lagi main nya."


"Iya sayangku," Jawab Azwar, dia memeluk Sintia, begitu pun dengan Sintia yang sudah bersandar manja di dada bidang Azwar.

__ADS_1


"Aku mencintaimu, Sintiaku."


"Aku juga, aku sangat mencintaimu Azwarku." Jawab Sintia, kedua nya pun tidur dengan posisi saling berpelukan mesra, di tengah hujan deras yang begitu mendukung suasana.


Di lain tempat, Bimo dan Hani masih terjaga. Keduanya masih asik menonton layar televisi, meski hujan deras tapi kedua nya tetap menyalakan televisi untuk mengisi kebosanan.


"Honey.."


"Ya sayang, kenapa?" Tanya Hani mendongakan wajah nya, gadis itu bersandar manja di dada bidang Bimo.


"Cuaca nya bagus ya, jadi pengen."


"Eemmm, besok aja ya. Hari ini aku lagi bad mood, capek juga, takut kamu gak puas sama servis nya." Tolak Hani halus, dia tak mau melakukan nya dulu, mengingat kehamilan nya yang masih di usia rentan. Terlebih, Bimo belum tau tentang kehamilan nya. Dia tau sendiri bagaimana Bimo jika sudah bernafsu.


"Ohh baiklah, besok ya Honey.." Bimo tersenyum lalu mengecup puncak kepala Hani dengan penuh cinta.


"Bobok yuk, ngantuk." Ajak Hani, Bimo mengangguk dan kedua nya pun beranjak ke kamar mereka setelah mematikan televisi tentunya.


Hani masuk ke dalam selimut, juga Bimo yang langsung memeluk tubuh Hani dengan erat.


"Kamu hangat, wangi juga. Di merahin leher nya boleh?"


"Nanti aku terangsaang sayang."


"Ohh, yaudah besok aja. Ayo tidur.." Jawab Bimo pasrah, meski sebenarnya dia sangat ingin melakukan nya tapi kalau Hani nya gak mau? Dia tak bisa memaksa, nanti rasanya kurang.


Hani membalas pelukan Bimo, sepasang anak manusia itu pun tenggelam dalam dunia mimpi yang indah. Hani tersenyum sebelum terlelap, dia tak sabar ingin memberikan kejutan untuk Bimo esok hari. Tentunya rencana yang sudah dia susun sebaik mungkin bersama Ica, Risya dan juga Brian harus berhasil.


.....


🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Jangan lupa vote!😍😍😍πŸ”₯


__ADS_2