Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 123


__ADS_3

Pagi hari nya, Hani terbangun dari tidur nyenyak nya, dia menarik selimut menutupi tubuh polos nya yang terdapat tanda cinta dari Bimo semalam. Hani memegang pinggang nya yang terasa sakit, bercintaa semalaman dengan orang yang di cintai memang menyenangkan, tapi efek nya lumayan juga.


"Sakit juga.." Gumam Hani, sedangkan Bimo masih tertidur pulas setelah berbuka puasa sepuas nya tadi malam membuat dia kelelahan, padahal biasa nya pria itu selalu terbangun sebelum Hani.


"Sudah bangun Honey?" Tanya Bimo, tapi mata nya masih tertutup.


"Eemmm iya, pinggang aku encok habis layanin kamu semalem." Keluh Hani sambil memijat sendiri pinggang nya.


"Biar aku memijat mu sayang."


"Tidak, cukup. Aku tau modus mu itu sayang, kau pasti akan menghajar ku lagi dengan alasan aku yang menggoda." Jawab Hani menolak pijatan Bimo, membuat pria itu cemberut.


"Fositif thingking sayang."


"Kamu terlalu mudah di tebak dan aku tak mau melayani mu lagi, itu cukup untuk 2 hari ke depan." Ucap Hani ketus, dia membelitkan selimut ke tubuh nya dan berjalan perlahan memunguti pakaian nya yang teronggok mengenaskan karena di lempar oleh Bimo tadi malam.


"Kau tak pergi bekerja?" Tanya Hani sambil mengenakan kembali pakaiannya.


"Hari Minggu sayang, aku libur hari ini."


"Ohh iya aku lupa, kalau begitu nanti siang kita belanja bulanan? Sudah banyak barang yang habis."


"Iya sayang, aku ingin bermalas-malasan sebentar."


"Istirahat saja, kau sudah bekerja keras malam tadi. Aku akan memasak sarapan, nanti aku panggil kalau sudah matang."


"Terimakasih sayang." Hani pergi dari kamar meninggalkan Bimo yang kembali tidur.


....


Hari ini, Risya dan Brian pergi ke gym bersama sesuai kesepakatan. Brian akan membantu Risya menurunkan berat badan nya, sebenarnya Risya tak terlalu gemuk, hanya saja ada sedikit timbunan lemak di pipi dan perut nya, itu membuat Risya nampak cabi.


"Ayo angkat." Pinta Brian, gadis itu sedang berusaha mengecilkan perut nya dengan pull up, tapi karena ini pertama kali nya, Risya kesusahan mengangkat tubuh nya.


"Engap Bri."


"Kau harus berusaha Sya, ayoo biar bodygoals."


"Aaah sakit Bri.."


"Jangan di paksakan Sya, sudah berhenti." Brian mengangkat tubuh Risya yang berbaring di kasur matras.


"Sakit Bri.." Ringis Risya sambil memegangi pinggang nya.


"Huh baru gitu aja udah encok, kamu masih muda."


"Ini efek dari jarang olahraga, setidaknya senam Sya."

__ADS_1


"Iya iya, Brian bawel."


Brian mengambil krim pereda nyeri dari kotak obat yang tersedia tak jauh dari tempat kedua nya berolahraga. Pria itu mengusapkan nya di pinggang Risya yang sakit, membuat bulu kuduk Risya meremang seketika.


"A-aku bisa sendiri Bri."


"Yasudah, maaf sudah menyentuh bagian tubuh mu tanpa izin."


"Tak apa Bri, terimakasih." Jawab Risya, Brian memberikan krim itu pada Risya.


"Aku olahraga dulu, kau istirahat saja dulu." Risya mengangguk dan Brian pun pergi ke area olahraga pria.


Brian berjoging di treadmill dengan enjoy, Risya menatap pria itu hampir tak berkedip.


"Kenapa Brian nampak tampan saat berolahraga? Ahh ada apa dengan pikiran ku ini." Risya menepuk kepala nya sendiri, bisa-bisanya dia mengagumi Brian dalam situasi seperti ini.


Pria itu memang tampan, dia berlari cepat di alat itu, keringat mengucur dari kening nya, tubuh nya atletis hanya di balut kaos tipis tanpa lengan dan celana olahraga pendek selutut.


Setelah di rasa cukup, Brian menghentikan olahraga nya dan mendekat ke arah Risya, mengelap wajah nya dengan handuk kecil lalu duduk di samping Risya.


"Maaf kalau bau keringat, tapi tak ada kursi kosong lagi."


"Tak masalah Bri." Jawab Risya pelan, dia memalingkan wajah nya, tak mau Brian tau kalau wajah nya memerah hanya karena menghirup aroma keringat dari tubuh Brian.


"Kau ingin pulang?"


"Aku masih lelah, kenapa tak mandi?"


"Santai saja, lagi pun di rumah tak ada yang menunggu ku. Aku di rumah saja mandi nya."


"Ohh oke, aku mandi dulu." Risya hanya menganggukan kepala nya, Brian pergi meninggalkan Risya ke kamar mandi.


Risya refleks memegang dada nya yang berdebar tak karuan hanya karena berdekatan dengan Brian.


"Kenapa dengan jantung ku? Padahal biasa nya tak begini." Gumam Risya, dia masih tak menyangka ternyata tubuh Brian yang biasa nya tertutup rapat oleh kaos dan jaket itu begitu menggiurkan di sentuh.


"Otak ku berubah mesoom, sial." Risya merutuki keputusan nya sendiri, karena menyetujui ajakan Brian untuk berolahraga bersama.


.....


Singkat nya, Brian pun mengantarkan Risya pulang, seperti biasa juga Brian akan mampir sekedar menemani Risya ngobrol.


"Aku tinggal dulu, kalau bosen nonton televisi aja."


"Oke." Jawab Brian, Risya pun meninggalkan Brian sendirian di ruang tamu.


Risya membersihkan tubuh nya dengan cepat, meski tak sempat berkeringat, tapi tubuh nya cukup bau asam.

__ADS_1


Dia berpakaian rumahan dan kembali turun menghampiri Brian yang tengah fokus melihat sepak bola di televisi.


"Mau makan Bri?"


"Gak ahh, masih kenyang." Jawab Brian tanpa mengalihkan pandangan nya dari televisi.


"Nonton drama yuk?"


"Gak seru, kalau nonton film biru mah ayok."


"Gue mana punya film gituan," Ketus Risya, membuat Brian tertawa.


"Besok ngampus gak?"


"Ya ngampus lah, napa?"


"Gue jemput." Ucap Brian, membuat Risya heran. Tak biasa nya pria di depan nya meminta untuk menjemput nya, dia hanya akan mengantar jika selesai kelas.


"Terserah Lo aja, bagus juga Lo jemput biar hemat."


"Biaya hidup Lo gimana Sya?"


"Ada nyokap yang tiap bulan nya ngasih duit buat jajan." Jawab Risya.


"Katanya dah mati."


"Masih hidup cuma berasa kayak gak ada aja, apa beda nya? Gue udah terbiasa sendirian Bri, dari dulu."


"Gue kan ada, sekarang gue bakal nemenin Lu terus."


"Gombalan kayak gitu gak mempan sama gue, Bri."


"Gue serius, Sya." Risya diam, dia hanya menyangka kalau Brian bercanda tapi nyatanya pria itu serius, terlihat dari cara nya menatap Risya.


"Thanks Bri."


"Cium dulu." Pinta Brian, membuat Risya melempar wajah itu dengan bantal sofa.


"Jangan mesoom bisa gak sih?"


"Gue normal Risya, naluri cowok lah kalo berduaan sama cewek pasti arah nya kesana. Mau gak?"


"Brian.." Pekik Risya membuat Brian tergelak, dia senang saat menyaksikan perubahan wajah gadis di hadapan nya.


.....


🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Acieee Brian sama Risya🤭🤭🤭


__ADS_2