Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 203


__ADS_3

"What? Hamil?"


"Iya, untuk pemeriksaan lebih lanjut ke dokter kandungan aja." Jawab sang dokter membuat Brian merasa semua ini terlalu mendadak tapi hatinya bahagia bukan main.


Risya hamil? Itu tandanya dia akan menjadi seorang ibu, dan dirinya?


"Aaaaa gue bakal jadi bapak dong?" Pekik Brian membuat dokter yang sedang membereskan alat-alat medis nya terlonjak karena terkejut dengan suara Brian.


"Bangsaat Lu, napa sih? Ngagetin aja!" Ketus dokter itu, sambil menoyor kepala Brian.


"Eehh sorry, gue lupa masih ada Lo disini. Sono balik, thanks ya."


"Bayaran nya mana? Gue kesini pake motor lho."


"Ya terus? Gue tau kali, gak mungkin Lo kesini jalan kaki." Jawab Brian.


"Yaudah bayar, lumayan buat beli bensin." Pinta nya sambil menengadahkan tangan di depan Brian.


"Duhh, sorry ya gue belom gajian. Ngutang dulu ya?"

__ADS_1


"Dih si anjir, ngutang? Dah kagak jaman ngutang, sini bayar Lu." Goda sang dokter, padahal dia juga hanya bercanda.


"Gue gajian nya semingguan lagi, ntar deh gue anterin ke rumah Lo ya."


"Hahaha, santai aja Brian. Gak usah, gue cuma becanda. Yaudah gue permisi ya, jagain tuh bini Lo, hamil muda pasti bikin mood nya anjlok, uring-uringan, ngidam yang aneh-aneh, inget itu biasa ya."


"Iya iya, yaudah makasih deh." Dokter itu mengangguk dan pergi dari ruangan itu. Memang Brian sengaja tak membaws Risya langsung ke kamar karena dia tak mau orang lain masuk ke kamarnya dan Risya, ada banyak noda percintaan mereka di kamar itu yang pasti nya bersifat privasi.


"Kenapa belum bangun juga ya? Apa dia lanjut tidur?" Tanya Brian saat melihat Risya masih belum bangun juga dari pingsan nya.


Brian mengambil air putih dari meja, memasukan tangan nya dan mencipratkan nya di wajah Risya, dan ternyata cara itu ampuh, tak lama kemudian Risya mengerjap dan membuka kedua mata nya perlahan.


"Sayang, kamu sudah bangun? Ini minum dulu." Brian menawarkan air di gelas yang baru saja dia masukan tangan, tapi Risya yang tak tau apa-apa meminum nya saja, tanpa dia sadari kalau dia sudah meminum air kobokan Brian. Untung ganteng ye kan? Bekas kobokan nya juga pasti manis.


"Tadi kamu pingsan sayang, tapi apa beneran ibu gak ngapa-ngapain kamu?" tanya Brian dengan nada khawatir.


"Nggak kok, Yang. Dia cuma datang buat minta maaf, terus nyuruh kamu ajak aku main ke rumah, dan nyuruh kita cepet nikah."


Brian mengernyit, terasa ada yang aneh disini. Dia kenal betul bagaimana ibu nya, sifat nya yang ambisius tak mungkin dengan mudah bisa berubah. Lalu apa alasan nya? Gengsi seorang Soraya sangat tinggi, jadi secara logika saja tak mungkin dia mau merendahkan dirinya sendiri dengan meminta maaf pada Risya, apa ini ada campur tangan seseorang? Yang bisa di tebak, itu pasti Zen. Kalau bukan dia, lalu siapa lagi? Semua orang takut pada seorang Azzendra yang memiliki kekuasaan tertinggi di negara ini. Berani macam-macam sedikit saja sudah di pastikan perusahaan mereka hancur alias bangkrut dalam semalam, atau bisa saja taruhan nya nyawa.

__ADS_1


"Sayang, kok malah bengong? Kamu gapapa kan?"


"Ee-ehh enggak kok sayang, aku punya kabar gembira buat kamu." Ucap Brian.


"Apa yang?" Tanya Risya dengan antusias.


"Ada kehidupan lain disini Sayang, dia hidup dan bertumbuh disini." Brian mengusap lembut perut Risya yang masih rata.


"Maksudnya, aku hamil Yang?" Tanya Risya dengan setengah tak percaya. Brian mengangguk dengan senyuman yang terbit dari bibirnya.


Risya menunduk dan mengusap perutnya, pantas saja dia mengalami mood swing selama beberapa hari ini, sekarang dia tau alasan nya kenapa, ternyata ada kehidupan lain di dalam rahim nya.


"Terimakasih sudah hadir Sayang, sehat selalu, Mama sama Papa pasti jagain kamu dengan baik." Gumam Risya, Brian menatap sang kekasih dengan penuh cinta. Siapa yang tahu kan kalau hasil dari tanam benih yang dia lakukan bisa menjadikan Risya wanita yang sempurna. Ya, anak adalah penyempurna wanita, tapi setiap wanita punya keistimewaan masing-masing.


Brian memeluk Risya erat, mengusap pucuk kepala nya dan melayangkan kecupan mesra di kening nya.


"Terimakasih sudah mau mengandung anak ku, Sayang."


.....

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷


Twins lagi?


__ADS_2