Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 234


__ADS_3

Soraya berdiri di tengah-tengah ruangan, mulutnya menganga saat melihat seseorang yang sudah hampir tiga bulan ini tidak dia temui.


"Kau sudah pulang, Sayang?" Sapa nya dengan senyuman manis yang terukir di wajah tampan nya.


"Kenapa kau bisa masuk ke rumah ku?"


"Tentu saja bisa, apa sih yang tidak bisa aku lakukan demi bisa bertemu dengan mu." Jawab pria itu membuat Soraya mendengus, lalu duduk di samping pria itu.


Tentu saja pria itu langsung merangkul pundak Soraya dengan mesra, lalu mengecup leher nya dengan sensual. Soraya yang sudah cukup lama tak di sentuh tentu saja langsung bergairah.


"Eenghh.." Lenguh nya, dia menggeliat tak tenang dalam duduknya.


"Kau menginginkan nya? Kita bisa melakukan nya, aku juga merindukan mu Sayang."


Cup..


Pria itu mencium bibir Soraya dengan lembut dan mengusap kepala wanita baya itu.


"Kenapa setelah sikap ku saat terakhir kali bertemu, kamu masih datang dan berharap padaku, Anton?" Tanya Soraya, ya pria yang datang ke rumah Soraya adalah Anton. Mantan gigolo pemuas nafsuu Soraya, setelah hari itu dia memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka sebagai partner di atas ranjang secara sepihak, karena Soraya tak mau Anton semakin dalam menganggap hubungan ini.

__ADS_1


Tapi ternyata, Anton belum menyerah dan masih berusaha mengejar cinta sang wanita. Terbukti setelah dia pulang dari luar negeri karena urusan pekerjaan, dia langsung datang ke rumah wanita pujaan nya.


"Lalu, kau ingin aku menyerah? Tentu tidak Sayang, apa yang sudah jadi milikku, takkan aku lepas begitu saja." Jawab Anton sambil tersenyum, dia mengusap lembut pipi Soraya lalu mencium nya dalam-dalam.


"Kenapa harus aku, Anton? Di luar sana masih banyak gadis yang menginginkan mu, kenapa kau memilih ku? Aku pantas nya menjadi ibumu, bukan istrimu!"


"Karena aku hanya menginginkan mu, Soraya ku!" Jawab Anton, dia menatap Soraya dalam. Sorot matanya memancarkan kasih sayang yang tulus pada pemilik mata hazel itu.


"Pikirkan lagi, Anton! Apa yang akan orang lain katakan tentang kita jika pun seandainya kita menikah? Aku tak pantas untukmu, aku bahkan punya anak yang seusia dengan mu, Anton. Jangan konyol dan berhentilah mengejar ku!"


"Kenapa aku harus memikirkan orang lain, aku hanya ingin bahagia dan aku berhak mendapatkan nya, Sayang. Ayolah, bukan nya bagus jika aku menikah dengan mu? Dengan begitu Brian akan punya teman berkeluh kesah karena aku seumuran dengan nya."


Dia membuka pintu kamar nya dan berbaring di atas ranjang, tapi siapa sangka kalau Anton mengikuti nya dan ikut berbaring di samping Soraya.


"Kenapa kau ikut kesini, pulanglah."


"Memang nya kenapa? Bukan nya kau senang saat kita bersama seperti ini, Sayang?" Tanya Anton dengan senyum smirk nya.


"Itu dulu, tapi sekarang aku mohon pergilah dan jangan ganggu aku lagi."

__ADS_1


"Lho memang nya kenapa? Aku ingin dekat dengan mu." Jawab Anton santai.


"Pergilah, aku bilang pergi." Usir Soraya pada Anton dengan nada ketus membuat pria itu terkekeh.


"Jangan galak-galak, Sayang. Kamu malah terlihat semakin cantik saat marah." Goda Anton. Karena gemas, hanya ada satu cara yang akan membuat Soraya luluh. Dia langsung mengungkung tubuh Soraya dan mencium bibirnya. Meski awalnya sempat meronta, tapi akhirnya dia pasrah menerima perlakuan Anton dan ikut menikmatinya juga.


Hingga terjadilah penyatuan hebat yang menguras tenaga dan membuat banyak sekali keringat. Pertempuran itu pun harus selesai di jam pertama dengan Soraya yang kalah di bawah kungkungan Anton.


"Setelah ini aku akan menikahi mu, aku akan melamar mu secara langsung pada Brian putra mu!"


Soraya langsung menatap wajah Anton, apakah pria muda itu serius dengan perkataan nya?


Anton memeluk Soraya dan beberapa kali melabuhkan ciuman di kepala wanita itu, apa dia mampu menahan gunjingan masyarakat nantinya? Rasanya dia sendiri malu, wanita yang hampir berkepala lima bersuamikan pria muda seusia anak nya? Apa kata dunia nantinya?


....


🌷🌷🌷🌷


Nikah aja lah Sora, daripada jadi biang onar terus!

__ADS_1


__ADS_2