
Di kamar, Ica baru saja selesai mandi. Iseng, dia membuka kamera dan berselfie ria dengan pose yang menggoda.
"Ini bagus, aku kirim ke Daddy ahh.." Gumam nya setelah selesai memilah poto mana yang akan dia kirim ke Zen.
Terkirim, dan pria itu juga sedang online. Centang biru, dan tak lama terdapat tulisan sedang mengetik.
Tapi sudah hampir 15 menit, pria itu belum selesai mengetik juga, membuat Ica penasaran apa yang pria itu tulis.
Tapi tak lama, ponsel nya berdering nyaring tanda panggilan masuk.
"Ngetik lama tapi ujung-ujungnya video call? Ada-ada saja Daddy ini.." Gumam Ica sambil menggelengkan kepala nya, sebelum mengangkat panggilan video itu.
Ica menggeser icon hijau, dan tampaklah Zen yang sedang berada di kamar mandi dengan setelan jas nya.
"Hallo Dad.."
"Ngapain ngirim pap kek gitu hmm? Mau goda Daddy?" Tanya Zen langsung, wajah nya nampak berkeringat.
"Enggak kok Dad, Ica cuma iseng aja." Jawab Ica santai, dia tau Zen takkan tahan melihat poto yang dia kirim barusan.
"Kamu tau? Daddy sedang rapat saat kamu mengirim poto nakal itu sayang,"
"Benarkah? Maaf Daddy, Ica lupa kalau disana masih siang."
"Gapapa sayang, tapi seperti biasa senjata Daddy mengamuk sayang, lihat ini."
Zen mengarahkan kamera ponsel nya ke bawah, benar! Bagian bawah pria itu nampak menonjol.
__ADS_1
"Rasanya sakit By, Daddy pengen tapi kamu nya jauh."
"Ya terus gimana dong? Perkiraan pulang kapan Dad?" Tanya Ica penasaran, dia meletakan ponsel nya di bantal dan dia tiduran dengan posisi telungkup.
"Paling 5 hari lagi sayang, kepala Daddy udah berdenyut."
"Yaudah cepetan selesai kerja nya terus pulang ya Dad, Ica tunggu."
"Iya sayang, Daddy juga pengen cepet pulang. Pengen nerkam gadis nakal yang udah berani pose sexy gitu, jangan pake baju begituan ke kampus ya sayang." Peringat Zen, dia mana mau milik nya di lihat orang lain, terutama kaum buaya lepas kandang alias playboy kampret.
"Iya Dad, Ica kangen. Daddy kangen sama Ica?"
"Sangat, Daddy kangen banget. Tahan sebentar lagi ya By,"
"Okey Dad, Ica mau tidur dulu. Daddy semangat rapat nya, jangan lupa oleh-oleh nya Dad."
"Dah Dad, semangat rapat nya terus jangan genit ya Dad."
"Iya sayang, nggak kok. Tidur nyenyak ya, semangat juga kuliah nya, kamu juga jangan tebar pesona sama laki di kampus ya? Ingat kamu udah punya Daddy."
"Ya ampun, iya Daddy sayang. Ica bobo dulu ya,"
Setelah acar nasehat-nasehat an, sambungan telepon pun selesai. Ica merebahkan tubuh nya, besok adalah hari pertama nya kuliah di kampus, entah akan bagaiamana suasana kampus nya.
"Hari baru, aku datang.." Gumam Ica, tak lama gadis itu tertidur lelap.
....
__ADS_1
Di lain tempat, suasana sedang memanas. Dimana Meisya dan ibu nya tengah berdebat, Meisya dengan korban tangan kanan nya yang di balut perban karena terkilir, sedangkan ibu nya kena mental oleh sindiran body guard Zen.
"Ngapain sih Bu, pake ngemis ke rumah nya Zen segala? Kan malu!"
"Lah kamu sendiri, ngapain minta duit sama si Ica di mall hah? Sama aja malu nya." Jawab ibu nya tak mau kalah.
"Mana aku tau kalau si Ica di jaga banyak bodyguard."
"Si Zen pasti bakal ngelindungin apa yang jadi milik nya, kenapa semakin lama kau semakin bod*h? Sia-sia saja aku menyekolahkan mu sampe SMA kalau otak nya gak di pake." ketus nya, membuat Meisya mendelik.
"Nyesel nyekolahin aku Bu?"
"Banget, hambur-hamburin uang aja tapi gak ada guna nya! Yang ada malah nyusahin terus."
"Terserah lah," Meisya keluar dari rumah dengan membawa tas dan ponsel nya.
"Meisya, mau kemana? Ibu belum selesai bicara!" Pekik Ibu nya dari dalam, tapi wanita itu tak peduli dan tetap pergi.
"Nyesel nyekolahin aku katanya? Hambur-hamburin uang tapi gak guna, sialan!" Rutuk Meisya sambil berjalan. Tujuan nya adalah menemui om-om yang selama ini membiayai nya.
....
🌷🌷🌷
Penasaran gak pap nya Ica yang buat Daddy Zen kelabakan? Author post ya, jan salfok😂😂🤭
__ADS_1