Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 192


__ADS_3

Di sebuah bangunan tua, gelap nan dingin yang menusuk kulit, seorang gadis terkulai lemas dengan tali yang mengikat tangan dan kaki nya di kursi, membuatnya tak bisa melarikan diri. Terlebih dia pun tak tau dimana dia berada sekarang. Padahal di luaran sana sudah pagi, tapi disini masih gelap.


Byurrr...


Seseorang datang dan langsung menyiram gadis itu dengan seember air, hingga membuat nya gelagapan karena terkejut saat air dingin itu membasahi tubuhnya. Air yang sangat terasa dingin, air es yang masih terdapat es yang belum mencair di dalamnya.


"Assshh dingin.." Gumam nya sambil menggerak-gerakkan tangan nya, tapi tak bisa karena ada tali yang mengikat nya.


'Di ikat? Dimana aku ini?' Batin Chloe, dia mengedarkan pandangan nya, tapi tak ada yang bisa terlihat, semua nya gelap. Ya, gadis itu adalah Chloe, orang-orang yang menculik nya membawa nya kesini, tempat asing dan berbau tak sedap.


"Selamat pagi Nona Chloe, apa kabar? Bagaimana tidur mu, nyenyak?" Ucap seseorang dengan suara datar nan tegas nya, membuat aura tempat gelap nan sunyi ini seketika terasa menakutkan, bahkan bulu-bulu halus gadis itu berdiri.


"Siapa kau?" Teriak Chloe.


"Kau tak mengenaliku? Suaraku?"


"Aku tak kenal siapapun dengan suara semenakutkan ini." Jawab Chloe dengan lantang.


"Kau yakin Nona?" Tak ada jawaban apapun dari gadis itu, mungkin dia masih mencoba mengingat-ingat, siapa orang yang dia kenal dan mempunyai suara semenakutkan ini.


Tiba-tiba saja, lampu menyala dengan terang, hingga membuat Chloe menyipitkan matanya karena silau.


Seorang pria berbaju merah berdiri membelakangi Chloe, dari postur tubuhnya Chloe seperti mengenal nya, tapi masih samar-samar. Dia masih merasa belum yakin kalau pria yang berdiri di depan nya adalah pria yang dia incar.


Pria itu berbalik, seketika itu juga Chloe melotot saat melihat Brian, pria itu benar-benar Brian Sebastian. Pria yang dia incar, bukan untuk hatinya tapi untuk hartanya.

__ADS_1


"Brian.."


"Ya, aku Brian. Kau mengenalku sekarang?" Tanya Brian dengan senyum smirk nya, membuat Chloe bergidik ngeri. Sumpah demi apapun, Brian yang saat ini berdiri di depan nya seperti Brian yang lain, terlihat sangat menakutkan. Aura nya menguar membuat Chloe tiba-tiba saja merasakan ketakutan luar biasa, apalagi saat pria itu berjalan mendekat.


Brian mencengkram dagu Chloe dengan kuat, hingga membuat nya meringis.


"Jadi ini tampang perempuan yang sudah berani menyakiti Risyaku? Cihh, jalangg!" Brian berdecih saat melihat wajah Chloe, dia sangat membenci wanita itu sekarang.


"Brian, sakiitt.." Ringis Chloe, tapi Brian malah memperkuat cengkraman tangan nya di dagu Chloe.


"Aaaassshh, sakittt..." Pekik Chloe lagi. Brian menghempaskan dagu Chloe hingga membuatnya terhuyung ke samping.


"Alasan apa yang akan kau katakan, kenapa kau menyakiti kekasihku? Gadis yang tak bersalah apapun padamu."


"Tak bersalah, dia sudah membuatmu menolak perjodohan kita, Brian!" Teriak Chloe membuat Brian terkekeh, bahkan kekehan pria itu terdengar menakutkan di telinga Chloe, baru kali ini dia melihat Brian seperti ini, sungguh sangat menakutkan.


"Tentu saja." Jawab Chloe, dia berpikir Brian masih punya rasa kemanusiaan dan takkan berani menyakitinya.


"Jadi, hukuman apa yang setimpal untuk perbuatan mu ini, Chloe? Bagaimana kalau aku lukis wajahmu dengan ini?" Tanya Brian, dia mengeluarkan pisau lipat kecil dari sakunya.


Chloe kembali mengedarkan pandangan nya, ternyata di sekeliling tempat ini di penuhi lukisan, tapi lukisan berbau mistis dan lekat dengan seorang psikopat, Chloe meronta dari kursi hingga kursi itu terjatuh.


Brian berjalan mendekat dan menendang kursi yang di duduki Chloe dengan keras hingga membuat kursi itu terpental cukup jauh. Chloe meringis kesakitan karena pundaknya membentur dinding lapuk.


Brian membuat kursi itu berdiri kembali, dia menatap wajah Chloe yang sudah di banjiri air mata.

__ADS_1


Plakk...


"Ini balasan karena sudah menjambak Risya ku di mall."


Plakk...


"Ini balasan untuk tamparan yang kau berikan pada Risyaku juga."


"Kenapa kau kasar sekali, Brian!" Teriaknya dengan keras, Brian tergelak mendengar teriakan Chloe.


"Aku takkan melakukan hal kotor semacam ini kalau kau diam dan tak mengusik ketenangan ku dan Risya." Jawab Brian, nada suara nya berubah. Lagi-lagi bulu kuduk Chloe berdiri, aura yang menguar dalam diri Brian sungguh menakutkan.


"Jadi dengar, aku akan membalas mu berpuluh kali lipat, kalau perlu membusuk lah disini." Ucap Brian, dia tertawa jahat dan pergi dari tempat itu, menyisakan Chloe yang berteriak meminta pria itu melepaskan nya.


"Jaga dia, kalau berisik pukul saja tapi jangan biarkan dia mati semudah itu." Perintah Brian dengan tegas.


"Baik tuan muda."


"Kalian tak berminat pada wanita itu?" Tanya Brian tanpa menoleh ke belakang, tatapan mata nya lurus ke depan nan tajam.


"Kami pria normal Tuan, tentu saja kami tergoda."


"Pakai saja dia bergiliran." Jawab Brian lalu pergi meninggalkan tempat itu dengan mengendarai motor milik Arian, karena pria itu masih menjaga Meisya di rumah sakit, otomatis motor itu tak ada yang memakai jadi Brian meminjam nya sementara waktu, tentunya dengan izin Zen dan Arian juga.


......

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷


Author kembali dengan semangat baru, masih ada yang nungguin novel ini up kah? atau udah pada pindah lapak?🤭


__ADS_2