
Setelah beberapa menit, perawat itu pun keluar dari ruangan rawat, tentu nya setelah tugas nya merawat pasien yang baru saja melahirkan itu selesai, bekas jalan lahir nya sudah di jahit kembali, dan tak lupa perawat itu memberikan infusan pada Risya karena saat melahirkan tadi dia terlalu tegang hingga membuat darah nya banyak terbuang.
"Yang, nama anak kita siapa?" Tanya Brian pada Risya yang tengah berbaring karena kelelahan, sedangkan kedua putrinya tengah terlelap dalam box bayi di samping brankar.
"Malah nanya aku, kamu lah yang ngasih nama." Ketus Risya, sudah cukup dia merasa malu karena ulah suami konyol nya.
"Apa ya? Saint dan Laurent bagus gak?"
"Kamu kira anak kita barang hingga kau memberikan mereka nama seperti merk barang?" Tanya Risya masih dengan nada ketus nya,
"Ya kan, biar kelihatan mahal sayang. Atau enggak Gucci aja gimana?" Risya mendelik lalu menepuk dahi nya. Entah kenapa Brian malah tak punya nama apapun untuk kedua putri mereka, berbeda dengan tiga Abang nya yang langsung memberikan mereka nama setelah lahir karena sudah menyiapkan nama itu jauh-jauh hari, lah Brian? Entah apa yang merasuki mu Brian Robertson.
Tapi beberapa menit kemudian, Brian langsung tersenyum lalu mengecup singkat bibir sang istri.
"Maaf sayang, aku sudah membuatmu malu dan kesal. Tapi untuk nama anak kita, aku sudah punya nama yang cocok."
"Apa? Gak mungkin channel kan?" Tanya Risya dengan wajah kecut nya.
"Syakira Amalia Robertosan, Syakila Amelia Robertson." Jawab Brian dengan senyum simpul yang terulas dari bibir nya.
"Nahh itu kan bagus, ada makna nya gak Bby?"
"Syakira berarti perempuan yang tangguh, tentu nya dia harus tangguh karena dia seorang kakak yang harus melindungi adiknya. Syakila berarti lembut atau penyayang, ya sama seperti ibunya dia harus punya sifat lembut dan penyayang." Jelas Brian. Ternyata dia juga memikirkan nama untuk putri mereka sebaik mungkin.
"Baby Kira sama Baby Kila, aku suka Bby."
"Setidaknya nama itu lebih baik dari pada merk barang branded, ya kan?" Oke, nyeleneh nya mode on kembali.
"Kemari lah sayang, peluk istrimu ini." Risya merentangkan tangan nya, Brian yang tidak tahu apapun langsung mendekat dan memeluk Risya dengan erat. Tapi Risya yang masih kesal dengan suami nya itu langsung mencubit punggung sang suami hingga membuat pria itu meringis.
"Sakit ayang!" Rengek Brian sambil mengusap punggung nya yang terasa nyeri akibat cubitan dari tangan mungil istrinya.
"Siapa suruh nyebelin, aku tau kamu itu konyol, tapi gak di situasi gini juga dong. Bikin kesel aja!"
__ADS_1
"Iya maaf sayang, aku kan gak mau tegang aja." Jawab Brian pelan.
"Yaudah, kamu mau bobo dulu apa keluar dulu nemuin bibi sama abang-abang kamu?"
"Aku keluar dulu sebentar ya, kamu tidur aja mumpung Dedek bayi nya lagi tidur nyenyak juga." Brian mengusap kepala Risya dengan lembut lalu mengecup ubun-ubun nya.
"Jangan lama ya."
"Iya sayang, cuma nemuin bang Zen sama Bang Bim doang, paling nge ghibah bentar terus kesini lagi ya. Aku gak kemana-kemana kok, cuma diluar." Jawab Brian. Risya tersenyum lalu menganggukan kepala nya. Dia akan beristirahat dulu, benar kata Brian mumpung kedua bayi nya sedang asik tidur, jadi inilah kesempatan nya untuk mengistirahatkan tubuh yang kelelahan setelah bertarung dengan maut melahirkan kedua putri cantik nya.
Brian keluar dari ruangan, dia mendekati kedua Abang nya, ternyata kedua nya tertidur sambil duduk di kursi ruang tunggu. Seketika otak jahil Brian bekerja, dia menepuk paha Zen dan Bimo dengan kuat hingga membuat kedua nya langsung terbangun.
"Ehehh ayam ayam.." Latah Bimo dengan ekspresi lucu khas bangun tidur, membuat Brian tergelak.
"Sudah kudugong, kau akan melakukan itu! Nakal!" Zen menjewer telinga Brian hingga membuat pria itu meringis kesakitan. Sudah kena Jambak, kena tarik, kena cubit, sekarang telinga nya juga jadi korban. Ya itu lah hasil dari tingkah jahil nya.
"Ampun Bang, sakit.."
"Lain kali jangan nakal Brian, Abang nya lagi tidur juga." Ketus Zen membuat Brian cengengesan.
"Anak Lu apa?" Tanya Bimo ambigu.
"Ya bayi lah." Jawab Brian sekena nya, lagian yang nanya nya juga kagak jelas. Masa tanya anak nya apa? Ya jelas bayi lah, Brian benar kan?
"Heh, maksud gue cewek apa cowok?"
"Ohh, makanya nanya tuh yang jelas dong Bang."
"Jadi? Kembar sepasang atau laki dua-duanya, atau cewek dua-duanya?" Tanya Zen, dia juga ikut penasaran dengan anak Brian.
"Dua bidadari yang cantik baru saja lahir Bang." Jawab Brian sambil tersenyum manis.
"Wahh selamat ya Brian."
__ADS_1
"Btw, udah di kasih nama? Jangan-jangan nama nya Gucci atau Prada?" Celetuk Bimo, sama-sama nyeleneh jadi dia bisa menebak apa yang ada di pikiran seorang Brian.
"Tadinya gitu, tapi ayang Risya marah-marah. Katanya masa anak di namain merek barang, kan gak lucu!" Jelas saja kedua Abang nya tertawa mendengar keluhan Brian, ya jelas Risya marah, mana ada nama anak kayak merk barang.
"Jadinya nama nya siapa?"
"Syakira sama Syakila, Bang. Jadi manggil nya Baby Kira sama Baby Kila." Jawab Brian.
"Nah itu punya nama bagus, kenapa malah pengen di namain kek merk tas?"
"Tadinya biar kelihatan mahal gitu, Neng Gucci." Zen geleng-geleng kepala setelah mendengar jawaban Brian. Ada ya manusia macam Brian? Tapi ada, ya itu Brian dan hanya ada di dunia halu ciptaan author cantik ini.
"Yaudah, kapan Risya boleh balik?"
"Kata dokter, paling 2 harian lagi. Soalnya jahitan nya banyak, Risya nya tegang pas mau lahiran, banyak gerak juga." Jelas Brian.
"Ohh yaudah, tar kalo udah balik kabarin gue ya, biar Ica nengok ke rumah."
"Oke bang, udah hampir pagi nih. Kagak balik?" Tanya Brian.
"Balik lah, ogah disini terus. Yang penting Risya udah lahiran normal, selamat, bayi nya sehat, jadi apalagi yang kita tunggu? Balik Bim, biarin aja dia sendiri."
"Bibi Yasmin kemana ya?"
"Balik tadi, katanya ada keributan di rumah." Jawab Zen sambil bersiap akan pulang bersama Bimo.
"Keributan? Ohh iya sih, biang keributan pasti selalu buat masalah."
"Bisa jadi sih, yaudah kita balik dulu. Selamat berpuasa selama 40 hari adikku." Ledek Zen membuat Brian mendelik. Untung saja tadi malam sebelum tidur dia sempat bercintaa dengan Risya, dan tengah malam nya sang istri mengalami kontraksi, makanya Brian merasa tak percaya Risya sudah melahirkan, padahal tadi mereka masih sempat bertukar keringat.
Tapi ya sudahlah, berpuasa 40 hari tak masalah yang penting istri nya baik-baik saja.
….
__ADS_1
selamat pagi, pada kangen sama author cantik ini?😂 maafin author gak up beberapa hari ini karena sibuk ngurusin orang tua author yang lagi sakit, minta doanya buat semua pembaca author, biar orang tua author cepat sembuh dan cepat pulang lagi ke rumah dengan keadaan sehat wal'afiat🥺☺️