Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 245 S2


__ADS_3

Setelah menyelesaikan dua ronde yang cukup menyita waktu, kini pasangan yang saling melengkapi itu tengah rebahan untuk mengembalikan tenaga mereka yang sudah terkuras karena permainan mereka.


"Yang.." panggil Arian.


"Iya Mas, kenapa?" tanya Meisya, dia tersenyum lalu melingkarkan tangan nya di pinggang Arian.


"Aku ingin menikahi mu, tapi aku masih belum mendapatkan restu."


"Niat baik itu jangan di tunda Mas, aku gapapa kok kalau kita nikah tanpa restu. Perlahan, nanti juga Ibu bakal ngasih restu buat kita." Jawab Meisya.


"Kamu serius Sayang?"


"Serius dong, apa wajah ku ini terlihat sedang bercanda, Sayang?" Balik tanya Meisya, membuat wajah Arian berbinar.


"Baiklah, aku akan mendaftarkan pernikahan kita besok. Sekarang, ayo siap-siap kita jalan-jalan."


"Mandi bareng, Yang?" Tawar Meisya, dan tentu saja Arian takkan menolak. Bisa saja saat sesi mandi, keduanya mengulang permainan.


Arian menggendong tubuh polos Meisya ke kamar mandi, mendudukan nya lebih dulu di atas closet, sedangkan dia mengisi bath up tempat nya berendam dengan air hangat. Tak lupa memasukan bath bomb dan beberapa tetes aromaterapi menyegarkan.


Setelah di rasa cukup, air hangat nya juga cukup, Arian kembali mendekat ke arah Meisya dan kembali menggendong nya ala bridal style.


"Cantiknya Mas Arian ini terasa semakin berat, kamu banyak makan akhir-akhir ini ya?"


"Hehe, iya Mas." Jawab Meisya sambil cengengesan.


"Pantesan aja empuk, apalagi ini. Woaahh, kamu keliatan gemoy, Sayang." Puji Arian lalu meletakan Meisya ke bath up.


Arian mengambil sabun, dan mulai menyabuni tubuh sintal itu dengan lembut, mulai dari punggung hingga ke depan, meski beberapa kali sempat jahil dengan meremass buah kenyal yang membuat nya candu.


"Isshhh Ayang, pelan-pelan." Rengek Meisya saat Arian malah menyusu di dada nya, padahal kan mereka sedang mandi.


"Enak yang." Jawab Arian.


"Malah nyusu sih, kalo gitu kapan selesai mandi nya? Aku mau jalan-jalan." Rengek Meisya lagi, membuat Arian terkekeh lalu menghentikan aksi menyusu seperti bayi nya.


"Iya maaf cantik, jangan cemberut dong. Cantiknya luntur kalo gitu."


"Kamu makin lama pintar menggoda ya?" Tanya Meisya, membuat Arian tergelak. Dia mendekatkan wajah nya lalu bergerak mencium bibir Meisya dengan mesra, seperti biasa tangan nya akan memainkan buah kenyal milik Meisya, memilin putingg kemerahan nya dengan gemas.


"Emmhh.." Meisya melenguhh pelan, membuat nafssu Arian terpancing.


"Sayang, satu ronde lagi plis?"


"Tadi kan udah dua kali Mas, ayolah Mei pengen jalan-jalan."


"Lihat ini." Arian berdiri dan menunjukan batang miliknya yang kembali terbangun.


"Ya itu salah kamu sendiri, bukan salah aku. Udah ahh, aku mau bilas busa." Ketus Meisya, dia keluar dari bath up dan masuk ke bilik shower, membilas tubuhnya dengan air mengalir.


Lalu keluar dengan tubuh telanjaang nya, meraih bathrobe dan memakai nya. Membuat Arian semakin menegang.

__ADS_1


"Sayang.." Gantian, Arian yang merengek karena minta tambahan ronde.


"Mas, ayo lah. Aku bosen di rumah terus, aku pengen jalan-jalan, lagian tadi kamu yang ngajakin aku jalan-jalan."


"Di undur Sayang, setelah dapat bonus ronde." bujuk Arian.


"Enggak, terserah kamu kalau gak mau nganter aku jalan-jalan, aku pergi sendiri." Ketus Meisya, membuat Arian gelagapan.


"Sayang, jangan!"


"Yaudah, cepetan mandi nya. Nanti aku kasih satu ronde setelah pulang."


"Iya, iya Sayang." Jawab Arian, dia berjalan cepat setengah berlari masuk ke bilik shower dan menyelesaikan nya secepat kilat.


Arian memakai baju nya dengan terburu-buru, dia takut jatah harian nya hilang gara-gara dia lama.


"Ayo kita berangkat, Sayang."


"Ayo Mas." Meisya mengekor di belakang Arian, keduanya pun berangkat dengan motor gede milik Arian. Tidak, tapi milik Zen, karena motor ini masih fasilitas dari pria itu agar memudahkan para anak buah nya dalam bekerja.


Namun Zen sendiri tak pernah melarang jika motor itu di pakai untuk apapun, yang penting jangan sampai rusak jika tidak sedang bekerja.


Meisya melingkarkan tangan nya di pinggang Arian, memeluk pria itu dengan erat.


Setengah jam kemudian, motor yang di kendarai Arian sampai di parkiran mall, seperti janji nya di awal, kalau dia akan membawa Meisya jalan-jalan ke mall untuk nonton bioskop.


"Yahhh, tiket nya habis." Keluh Meisya saat melihat tiket film yang ingin dia tonton sudah habis.


"Ini semua gara-gara kamu, Mas. Kalau aja kamu gak main-main di kamar mandi, pasti aku udah kebagian tiket nya!" Ketus Meisya, lalu pergi dengan langkah kaki yang di hentak-hentakan, saking kesal nya.


"Apa-apaan pria itu, bikin kesel aja!"


Arian yang melihat itu langsung berlari mengejar Meisya, memegang lengan nya dengan lembut.


"Iya, iya aku salah Sayang, aku minta maaf."


"Kita makan aja ya?" Bujuk Arian, namun Meisya masih diam dengan kedua tangan bersedekap di dada.


"Marah dong, jangan diem aja."


"Jajan es krim yuk? Atau apa aja, kamu mau makan ramen kan, ayokk."


Meisya masih saja diam, dia hanya memutar mata nya sebal lalu berjalan. Dengan Arian yang mengekor di belakang nya, dengan menggaruk tengkuknya salah tingkah. Karena menjadi pusat perhatian pengunjung lain.


"Yang, ayo dong jangan gitu. Aku malu,"


Meisya masih diam, namun dia berhenti di toko accesoris.


"Mau lihat-lihat, boleh?" Tanya nya, membuat wajah Arian berbinar.


"Boleh cantik, boleh." Jawab Arian, dia menggenggam tangan Meisya lalu menariknya masuk ke dalam toko.

__ADS_1


Meisya melihat jepitan yang sangat cantik, dengan aksen bunga-bunga berwarna biru. Arian juga melihat bahwa gadisnya sangat menyukai jepit rambut itu, terlihat dari tatapan nya yang tak berpaling dari jepit itu.


"Mau coba gak, Yang?" Tanya Arian, dia mengambil nya dari etalase dan memakaikan nya di rambut Meisya.


"Cantik, Sayang. Mau?"


"Harga nya kemahalan cuma buat satu jepitan doang."


"Kalau kamu suka beli aja, Sayang." Meisya menatap Arian, lalu tersenyum dan mengangguk.


Arian mengusap lembut puncak kepala Meisya, lalu menarik kartu dari dompet nya dan membayar jepitan rambut itu.


Akhirnya, Meisya luluh dan kembali ceria seperti tadi. Beberapa kali dia tertawa saat Arian menceritakan dia kelimpungan sendiri saat Meisya merajuk.


"Laper gak?"


"Laper Yang." Jawab Meisya.


"Makan ramen yuk." Ajak Arian, dia ingat bahwa gadis cantik nya itu ingin sekali makan ramen.


"Ihhh mau!"


"Yuk, Sayang." Arian kembali menarik tangan Meisya ke restoran ramen di mall itu.


.....


🌷🌷🌷🌷🌷


Hai-hai, hari ini author mau rekomendasiin novel karya temen author, jangan lupa mampir, favorit, like sama komen juga ya☺️


Blurb



PENAKLUK SANG CASANOVA


(Warnyi)



Diandra, perempuan dingin dan cenderung angkuh, berusia 27 tahun. Kehidupannya begitu rumit, dengan berbagai masalah yang mengelilinginya. Pertemuannya dengan laki-laki yang merupakan seorang pemain wanita, perlahan mulai merubah kehidupannya.


Giovano, laki-laki dewasa berusia 32 tahun. Seorang casanova juga pewaris perusahaan keluarganya. Dia hidup dengan sebuah janji kepada mending ayahnya. Hingga akhirnya dia harus pergi ke suatu tempat terpencil, untuk mengembalikan kembali kejayaan hotel peninggalan kakeknya. Giovano merasa tertanang saat bertemu dengan seorang perempuan yang terus menolak pesonanya.


Bagaimanakah kelanjutan kisah mereka berdua?


Mampukan Giovano membantu Diandra untuk menyelesaikan semua permasalahannya?



Penakluk Sang Casanova, karya Warnyi☺️🌷

__ADS_1


__ADS_2