
Risya membuka pintu yang menghubungkan dengan balkon, dia ingin menikmati semilir angin malam sebelum kepanasan karena ulah Brian nanti.
"Sayang.." Panggil Brian, dia meletakan secangkir coklat itu di meja kecil yang ada di balkon, lalu memeluk Risya dari belakang seperti saat di dapur tadi.
"Iya Bri.."
"Kamu manggil aku gak ada mesra-mesra nya sama pacar sendiri, Yang." Keluh Brian sambil menduselkan wajah nya di leher Risya.
"Terus mau nya di panggil apa?" Tanya Risya.
"Sayang aja gapapa, dari pada manggil nama." Jawab Brian manja.
"Baiklah sayang.."
"Nah gitu kan enak kedengeran nya, uhhh cantik nya pacar aku." Puji Brian sambil mengecupi wajah kekasih nya, hingga wajah Risya basah bekas kecupan Brian.
"Iiihh geli, Ayang.."
"Kamu harum Yang, sekarang yuk? Udah gak tahan." Ajak Brian.
"A-aku takut Yang, sakit gak?"
"Apanya? Aku gak bakal masukin kamu tanpa persetujuan sayang, aku kan minta yang atas aja." Jawab Brian.
"Atau kamu mau melakukan nya? Kalau begitu ayo." Ujar Brian dengan antusias, tentu saja dia antusias. Siapa yang tak senang kan ya?
"Apa aku bisa tahan? Kamu laki-laki, mana tau rasa sakit nya kan? Lagian kita pacaran baru seminggu, masa langsung begituan."
"Lho memang nya kenapa? Gapapa dong, kalau mau sama mau." Jawab Brian sambil tersenyum.
"Rasanya aku tak siap, sesuai kesepakatan tadi saja ya? Hanya menjamah bagian atas saja."
"Iya sayang, ayo.." Brian menarik tangan Risya.
"Itu coklat nya gak di minum dulu, nanti keburu dingin."
"Gapapa sayang, bisa di angetin nanti." Jawab Brian. Risya pun pasrah saat pria itu menarik tangan nya dan berhenti di ranjang.
Brian duduk di sisi ranjang, sedangkan Risya masih berdiri kaku di depan nya.
"Duduk disini sayang.." Pinta Brian sambil menepuk paha nya, meminta Risya duduk di pangkuan nya.
"Duduk nya gimana?" Tanya Risya, membuat Brian langsung menarik Risya dan membuat duduk mengangk*ng berhadapan dengan nya.
Risya masih belum nyaman dengan posisi ini, inti nya terasa terganjal sesuatu yang keras.
"Ini yang ganjel apa sih yang?" Tanya Risya.
"Burung aku bangun yang, dia kegoda lihat kamu." Jawab Brian.
"Ihh keras banget, ngerii.." Celetuk Risya.
"Tapi kalo udah masuk enak sayang, bikin kamu mendesaah nikmat nanti."
__ADS_1
"Kamu pernah sama cewek lain yak? Kok tau sejauh itu sih?" Tanya Risya dengan tatapan curiga.
"Sekali doang yang, di negara ini kan hal seperti itu sudah biasa, setidaknya sekali saja sayang." Jawab Brian santai, tangan nya mulai sibuk membuka kancing kemeja Risya.
"Siapa?"
"Dulu, mantan waktu SMA." Jawab Brian lagi.
"Ihh kamu, masih sekolah udah perawaninn anak orang." Risya menepuk dada Brian membuat pria itu terkekeh.
"Dia udah gak perawann kok, aku dapet bekasan. Jadi belum tau rasa nya gituan sama yang perawaan." Jawab Brian.
"Ya tetep aja, kamu kok nakal banget sih."
"Ada yang lebih parah dari aku sayang, temen-temen aku malah hampir setiap ketemu pasti gituan. Aku pernah jadi kambing conge dengerin desahaan nya."
"Tegang dong?" Goda Risya.
"Iya dong, tapi aku gak punya pelampiasan waktu itu jadi main solo." Ungkap Brian tanpa malu.
"Eemmm.." Risya melenguhh pelan saat bibir Brian mulai mengecupi leher putih nya, menyesap nya hingga meninggalkan bekas kemerahan tanda cinta.
"Perih sayang, jangan terlalu kuat.." Keluh Risya, seperti nya pria itu terlalu bersemangat untuk menjamah nya.
Brian terus melancarkan aksi nya, tangan nya juga tak tinggal diam saja, dia meremass lembut buah kenyal kekasih nya dengan mesra.
"Eennghhh..." Risya kembali melenguhh saat buah ceri nya di kulumm oleh Brian, pria itu menyusu seperti bayi yang kehausan.
"Aaawhhss, Brian jangan di gigit, sakitt.." Risya memekiik saat pria itu tak sengaja menggigit buah ceri di puncak buah pepaya itu.
"Tapi geli, Sayang. Udah ya?" Bujuk Risya.
"Kok udah sih? Belum ada 5 menit aku mainin yang, masih pengen. Belum kenyang."
"Emang ada air nya? Kan gak ada."
"Pokok nya aku masih mau sayang, boleh ya?" Rengek Brian, membuat Risya gemas dan akhirnya memilih mengizinkan pria itu menyusu lagi.
Risya mengusap wajah Brian yang masih fokus dengan kegiatan nya, membuat pria itu mendongak dan tersenyum samar karena mulut nya penuh dengan daging kenyal milik Risya.
Risya memejamkan mata nya, sesekali dia meringis karena puncak dada nya itu terasa kebas, mungkin karena terlalu lama di mainkan.
"Sayang, udah belom?" Tanya Risya pelan.
"Kenapa sayang?"
"Kebas yang.." Jawab Risya.
"Yaudah, udah dulu. Tapi nanti pas bobo mau sambil nen*n ya?"
"Terserah kamu aja," Brian menutup kembali kancing kemeja yang tadi dia buka, Risya turun dari pangkuan Brian dan merapikan sedikit pakaian nya.
"Udah gak usah di rapihin, nanti juga di ganti baju nya pake piyama."
__ADS_1
"Minum coklat dulu yuk? Tapi pasti udah dingin." Ajak Risya, Brian mengikuti gadis nya ke balkon. Duduk bersisian tanpa jarak, membuat Risya menyandarkan kepala nya di bahu Brian.
"Menurut mu bagaimana rasanya? Enak kan?" Tanya Brian.
"Geli yang.." Jawab Risya singkat lalu menyeruput coklat nya yang ternyata masih cukup hangat, padahal kedua nya cukup lama meninggalkan coklat itu di luar.
"Geli-geli enak?" Tanya Brian lagi, membuat Risya tersipu karena tebakan nya benar.
"Kalau paket komplit pasti lebih enak, kamu bakalan terbang hingga langit ke tujuh." Celetuk Brian.
"Paket komplit apaan?"
"Iya sambil nusuk yang di bawah." Jawab Brian santai, seolah yang dia katakan bukan lah hal yang besar, toh di negara ini sekss bebas sudah seperti hal yang lumrah terjadi.
"Ihhh kamu ini, otak selangk*ngan."
"Jangan ngatain sebelum tau rasa nya gimana sayang."
"Tau ahh, kamu makin lama makin mesoom." Ketus Risya.
"Jangan marah dong sayang, aku mesoom cuma sama kamu doang kok."
"Serah ahh, aku bete." Jawab Risya, dia mengerucutkan bibir nya karena kesal dengan otak mesoom Brian yang selalu saja aktif tanpa tau tempat dan waktu.
Brian meraih dagu Risya dan mendaratkan ciuman hangat nya, membuat Risya refleks memejamkan mata nya saat pria itu melumatt bibir nya dengan mesra nan lembut. Kali ini, Risya mulai bisa mengimbangi permainan bibir Brian, dia cukup belajar saat dua kali Brian mencium nya.
Brian memperdalam ciuman nya dengan menekan tengkuk Risya, dia menelusupkan lidah nya saat Risya membuka mulut nya karena kehabisan nafas.
Nafas kedua nya memburu setelah ciuman itu terlepas, Brian menatap Risya dengan penuh cinta. Membuat gadis itu tersipu dan memilih menundukan kepala nya.
"Jangan menunduk sayang, kamu terlihat sangat cantik saat tersipu."
Risya tersenyum malu-malu sambil menegakan kepala nya, kembali menyeruput coklat itu dengan tenang.
"Kemampuan ciuman mu semakin meningkat sayang, ada peningkatan yang bagus." Risya tersedak saat mendengar ucapan Brian yang memuji nya.
"Pelan-pelan saja sayang."
"Tolong jangan bicara yang membuat aku malu, Sayang."
"Baiklah sayang, tapi ciuman mu membuat aku candu. Bibir mu manis, semanis coklat yang sedang kita minum."
"Gombal.."
"Siapa yang gombal sayang?"
"Sudahlah, ayo cepat habiskan coklat nya dan kita pergi tidur, aku sudah mulai mengantuk."
Brian menurut dan sedikit demi sedikit meminum coklat nya, di temani hembusan angin malam, cuaca yang mendung karena baru saja turun hujan deras, membuat suasana terasa lebih mendukung bagi sepasang kekasih itu untuk menyalurkan kehangatan.
.....
🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Hari senin, Vote nya jangan lupa!