Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 144


__ADS_3

Risya sedang berkutat dengan bahan masakan, meski tak jago memasak, tapi kalau hanya nasi goreng dan telor ceplok dia bisa melakukan nya, bahkan kakak nya yang anti makanan seperti itu saja sangat menyukai masakan adik nya. Mengingat semua itu, Risya merasa sedih. Dia sendirian sekarang, kakak yang menghilang sudah 3 bulanan ini entah bagaimana kabar nya, ibu nya yang tinggal menghitung hari karena operasi nya di nyatakan gagal.


"Huhh aku berasa sendirian sekarang.." Gumam Risya, tangan nya tetap lincah mengaduk nasi dan kecap agar bercampur rata.


"Kamu melupakan aku sayang? Aku ada disini bersama mu." Brian tiba-tiba datang dan memeluk Risya dari belakang dengan mesra.


"Ahh ya, aku lupa kalau punya kekasih manja dan mesuum." Jawab Risya membuat Brian memberengut, lalu mengecup singkat pipi kekasih nya.


"Aku manja, mesoom nya cuma sama kamu doang kok yang. Kalau sama cewek lain, kamu tau sendiri aku gimana."


"Iya, awas aja kalo genit sama cewek lain aku gantung kamu di pohon pisang." Ketus Risya.


"Ampunn sayang, akut takut."


"Lebay nya, ayo makan." Ajak Risya karena masakan nya sudah matang, tinggal menuang nya ke dalam piring.


Risya meletakan sepiring nasi goreng kecap dengan dua telor ceplok yang masih mengepulkan asap, pertanda kalau makanan masih panas di depan Brian yang sudah menunggu nya.


"Ini punya ku, Yang?"


"Iya, kenapa memang nya?" Balik Tanya Risya.


"Punya ku kok telor nya dua, tapi punya mu cuma satu."


"Emang nya kenapa? Mau tukeran?"


"Ya nggak gitu sih, tapi kok di bedain."


"Gapapa, kamu laki-laki biasa nya lebih suka makan banyak. Makan yang kenyang,"


"Makasih perhatian nya ayang." Ucap Brian dengan senyum manis nya.


"Ohh iya, btw kamu udah semingguan makan tidur disini, emang nya orang tua kamu gak nyariin Yang?" Tanya Risya.


"Mereka orang super sibuk, anak nya gak pulang mungkin mereka gak sadar yang. Udah lahh, aku males bahas mereka. Bawaan nya sensi terus!"


"Ohh yaudah maaf, aku kan gak tau."


"Gapapa sayang, btw bolos yuk?" Ajak Brian.


"Ngapain?"


"Bobok bareng yuk, gak tahan yang pengen."


"Pengen apa sih?"


"Pengen naikin tubuh kamu." Jawab Brian santai.


"Lahh kalau nyusu kan biasa nya sambil naik juga,"


"Ya beda sayang, aku mau nya kamu polos aku juga polos."


"Lahh terus ngapain? Bukan nya malu ya kalo saling liat-liatan gitu?"


"Kalau udah nafssu mah lupa nya ilang sayang, yang ada enak nanti." Jawab Brian, masih dengan wajah datar nya.


"Briaaannn..." Teriak Risya, dia menggeplak kepala Brandon dengan centong sayur yang kebetulan sedang dia pegang.


"Sakitt sayang." Brian meringis sambil memegangi kepala nya.


"Rasain, nyebelin banget. Mesoom super duper!" Ketus Risya, lengkap dengan ekspresi kesal nya.


"Tapi pengen yang, bentar aja nyobain doang. Kalau enak kita lanjut, kalau sakit kita udahan ya."


"Bohong ya kan? Biasa nya laki-laki itu egois, kalau wanita nya bilang sakit, aku yakin kau takkan berhenti." Sinis Risya membuat Brian cengengesan.


"Makan aja, jangan mesoom terus. Mau ku gampar?"


"Ampun sayang ampun, maafkan aku!"


"Terserah, aku mau makan. Laper kalo cuma ladenin tingkat kemesumann mu yang sudah di ambang batas normal itu." Jawab Risya menyindir, pasalnya kemesuman kekasih nya itu sudah sangat mengkhawatirkan.


Risya memulai sarapan nya dengan lahap, rasa nasi goreng nya lumayan enak lah, dari pada tak ada yang bisa di makan sama sekali.


Brian memperhatikan cara gadis di hadapan nya itu makan, terlihat sangat lucu di mata Brian, apalagi pipi nya yang menggembung berisi nasi goreng.


"Yang, jangan gemesin bisa?" Tanya Brian membuat Risya mendongak, menatap wajah Brian.


"Aku? Gemesin di mana nya?" Tanya Risya.


"Kamu gak sadar sayang? Apapun tingkah mu, selalu menggemaskan menurut ku."


"Beneran? Wahh kau seperhatian itu ternyata." Ucap Risya tersipu, wajah nya merona.


"Iya dong, makanya kamu juga harus perhatian sama aku, Yang."

__ADS_1


"Perhatian apa? Perasaan aku udah perhatian sama kamu, kurang apa lagi?"


"Kamu kurang peka, aku pengen itu tapi kamu nya nolak mulu." Keluh Brian, lengkap dengan bibir yang di kerucutkan.


"Pengen apa?"


"Pengen olahraga lho yang,"


"Yaudah ayo kalo olahraga biar sehat, tapi hari ini kita ada kelas." Jawab Risya.


"Kamu ngerti apa yang aku maksud olahraga?"


"Jogging kan?"


"Ihhhh ayangg, bukan itu!"


"Lahh terus olahraga yang kayak gimana sayang?" Tanya Risya.


"Olahraga nya di atas kasur, mau?"


"Aku baru denger ada olahraga di atas kasur." Gumam Risya, tapi sedetik kemudian dia tau maksud Brian dan menatap pria itu dengan tajam.


Risya hanya diam tanpa bicara, setelah selesai sarapan, dia membawa piring kotor nya ke wastafel dan mencuci nya. Brian menyusul, meletakan piring bekas nya makan di wastafel juga, lalu memeluk Risya dari belakang.


"Siap-siap, kita harus ke kampus sekarang." Ucap Risya tanpa menoleh ke arah pria yang bermanja dengan punggung nya.


"Aku males ngampus, dosen nya galak." Jawab Brian, pantesan saja dari tadi Brian mengajak bolos ngampus, ternyata ini alasan nya.


"Gak galak kalau kamu nya gak nakal, waktu itu kena marah kan gara-gara kamu gak ngerjain tugas."


"Tapi males, pengen nya bobok lagi sama ayang." Rengek Brian.


"Bisa gak sih sehari aja gak manja atau mesoom?"


"Kalau sama kamu, aku nggak bisa. Bawaan nya pengen manja-manjaan terus." Jawab Brian, pria itu menduselkan wajah nya di punggung Risya.


"Diem dulu, aku lagi nyuci piring Bri. Geli.."


"Aku ayang bukan Brian.."


"Ganti nama ya?"


"Aku gak suka aja kamu manggil nama."


"Terserah lah, aku males. Minggir, mau mandi." Ketus Risya, dia melepas paksa tangan Brian dari perut nya lalu pergi ke kamar nya, tentu nya dengan Brian yang mengintil di belakang.


Risya buru-buru masuk ke dalam kamar mandi, tak lupa mengunci nya dari dalam, dia tau modus Brian. Pria itu pasti masuk diam-diam ke kamar mandi, dan ya sudah pasti kelakuan nya takkan jauh dari kata 'mesuum'.


Tak lama, benar saja terdengar suara ketukan di pintu, juga suara Brian yang terdengat panik.


"Yang, sayang buka!" Ucap Brian sambil menggedor pintu kamar mandi dengan cepat.


"Kenapa?"


"Ada itu sayang, takut. Tolong..." Pekik Brian, membuat Risya bingung, apa ini modus atau Brian benar-benar ketakutan.


"Ayangg.."


Akhirnya Risya tak tahan dengan suara teriakan Brian, dia membuka pintu dan Brian langsung memeluk nya.


"Kenapa sayang?"


"Itu ada cicak sayang, takut.."


"Cuma cicak kan? Dia gak bakalan ganggu kamu."


"Geli sayang.."


"Dimana cicak nya?"


"Tuhh di baju aku, makanya aku buka baju." Tunjuk Brian ke atas pakaian nya yang teronggok begitu saja di lantai.


Risya berjalan lebih dulu dan melihat pakaian Brian, tapi tak ada apapun.


"Mana? Gak ada, kamu bohong?"


"Tadi beneran ada disitu sayang." Ucap Brian, pria itu sibuk membuka celana nya.


"Kok buka celana?" Tanya Risya polos.


"Gerah.." Jawab Brian santai.


"Kan tadi udah mandi?"


"Gerah liat kamu Yang." Jawab Brian, membuat Risya menunduk dan melihat penampilan nya, hanya memakai handuk pendek selutut, ahhh kenapa dia lupa kalau Brian itu pria yang pandai memanfaatkan situasi dan jangan lupakan sikap mesoom nya.

__ADS_1


Brian menarik tangan Risya hingga membuat gadis itu terjatuh di atas ranjang, Brian mengungkung tubuh gadis itu di bawah tubuh nya. Tangan nya lincah membuka lilitan handuk Risya, terpampang lah sudah keindahan surgawi yang begitu menggoda.


"Aku bisa gila jika hanya melihat nya."


"Brian hentikan, jangan begini.."


"Kenapa? Kalau aku tak bisa meminta nya secara baik-baik, maka aku akan meminta nya secara paksa." Jawab Brian, pria itu tersenyum smirk menatap Risya yang mulai memucat.


"Brian, aku mohon jangan.." Pinta Risya, tapi Brian yang sudah di butakan oleh nafssu memilih tak mendengar permintaan Risya. Pria itu mulai menggerayangii tubuh Risya dengan lembut.


"Aku menginginkan nya sayang.." Bisik Brian sensual, membuat Risya merinding.


Hingga saat Brian menyibak semua handuk yang tadi membalut tubuh Risya terbuka sempurna, sebuah gundukan di bawah sana begitu terlihat sexy, membuat gairahh nya semakin besar.


Brian menelusupkan jari tengah nya, menyentuh daging kecil di antara irisan daging tanpa tulang.


"Briann.."


"Apa sayang?" Tanya Brian, pria itu mendekatkan wajah nya dan mencium bibir Risya dengan mesra tanpa menghentikan permainan jari nya di intii Risya.


"Ge-li.."


"Nanti akan terasa nikmat sayang, tahan sedikit. Setelah basah, aku akan memasuki mu sayang."


"Brian, aku takut."


"Tak usah takut, ini akan cepat jika kamu diam." Jawab Brian, dia kembali mencium bibir Risya, juga memberi tanda cinta di leher gadis itu.


Brian menyentuh semua area sensitif kekasih nya, membuat gadis itu blingsatan, bergerak tak karuan karena perlakuan Brian.


"Kamu sudah sangat basah, milik ku pasti akan masuk dengan mudah." Ucap Brian, pria itu menarik tangan nya dari inti Risya, menjilat jari nya yang basah karena cairan milik Risya. Brian membuka celana boxer nya, lalu benda seperti sosis itu mencuat begitu saja, berdiri tegak dengan gagah nya.


"Besar sekali, itu pasti takkan muat di miliku."


"Ini akan membuat mu mendesaah nikmat sayang." Jawab Brian, lengkap dengan seringaian nya.


Brian kembali mengungkung tubuh polos Risya, dia membelai lembut wajah gadis nya, mengecup kening nya dengan mesra.


"Tahan sedikit, kamu bisa mencakar punggung ku, atau menggigit. Tak masalah, lampiaskan rasa sakit mu nanti."


"Apa ini akan sakit?"


"Sedikit sayang," Jawab Brian. Pria itu mulai menggeseka senjata nya dengan bibir inti Risya, membuat Risya membeku seperti tersengat aliran listrik.


Brian menekan senjata nya dengan perlahan, membuat Risya meremass seprai dengan kuat.


"Jangan gigit bibir mu sayang, nanti terluka." Ucap Brian, dia juga mengambil tangan Risya dan melingkarkan tangan itu di leher nya.


Brian mencium bibir Risya lagi, setelah gadis itu menikmati ciuman nya, Brian segera mendorong senjata nya hingga masuk sempurna. Risya membulatkan mata nya, dia menggigit bibir Brian, hingga membuat ciuman mereka terlepas.


"Sakitt Brian.."


"Ini takkan lama sayang, akan nikmat nanti."


"Tidak, aku tidak percaya. Kau membohongi ku Brian, katanya hanya sedikit sakit, tapi ini sakit sekali." Risya terisak, dia tak menyangka di masuki begini saja rasa nya sangat sakit.


"Jangan menangis sayang, kalau benar sakit, kenapa Ica atau Hani ketagihan? Mereka bilang ini enak kan?" Risya mengangguk.


"Mereka juga mengalami ini sayang, tapi setelah ini akan terasa nikmat, tak usah khawatir." Jawab Brian, dia mengecup lembut kening Risya dan memulai gerakan maju mundur nya.


"Santai sayang, ini akan nikmat jika kau menikmati nya, jangan tegang."


Risya menurut, dan benar saja semakin lama rasa nya begitu nikmat, hingga dia mendesaah beberapa kali, membuat Brian bersemangat bergerak di atas tubuh gadis nya.


Mereka begitu menikmati penyatuan pertama di pagi hari dengan suasana romantis, meski beberapa kali Risya meminta berhenti karena ingin pipis, tapi Brian tau ini bukan pipis biasa tapi pipis enak.


Penyatuan itu berlangsung cukup lama, hingga 2 jam lebih, membuat Risya kewalahan melayani nafssu Brian.


"Sayang, sudah ya? Aku lemas, milik ku juga sakit, perih sekali."


"Tidak, aku belum keluar sayang." Jawab Brian, pria itu terus bergerak memacu tubuh nya. Keringat bercucuran dari kening nya, tapi itu tak menghentikan gerakan nya.


Jam di dinding menunjukan pukul 8 lebih, mereka benar-benar akan bolos ngampus hari ini. Hingga puncaknya Brian menggeram nikmat saat dia meraih pelepasan nya, pria itu menekan senjata nya sedalam mungkin.


"Jongkok sayang, cepat!" Brian menarik tangan Risya dan membuat gadis itu jongkok di lantai, cairan yang di keluarkan Brian menetes ke lantai.


"Kenapa aku harus jongkok? Aku lemas ingin tidur!"


"Lap dulu milik mu dengan tissu basah, setelah itu kita tidur lagi." Jawab Brian. Dia kembali membaringkan Risya di ranjang, dan mengelap inti Risya dengan tissu.


"Sudah, kamu bisa tidur sayang. Terimakasih.." Brian mengecup singkat kening Risya dengan mesra dan pergi mengelap sisa cairan nya di lantai.


Brian tersenyum puas, dia sangat menikmati penyatuan nikmat nya bersama Risya. Dia sangat yakin untuk menjadikan Risya milik nya, seutuhnya. Dia kembali tersenyum saat melihat gadis nya terlelap dengan nyenyak, dia pun kembali membaringkan tubuh nya di samping Risya, memeluk nya dengan mesra dan kembali tertidur.


.....

__ADS_1


🌷🌷🌷


Abang Brian unboxing🤤🤤🤣😂


__ADS_2