
Zen sedang duduk di pinggir kolam dengan laptop di pangkuan nya, dia sedang bekerja dari rumah. Sedangkan istrinya tengah bermain air, beruntung kolam itu tak dalam jadi Zen bisa membiarkan istri cantiknya itu bermain sementara dia bekerja.
Tapi, rasanya bekerja sambil mengasuh istri nakal nya itu tak tenang, setiap beberapa detik sekali Zen melirik istrinya, tentu saja itu membuat nya tak fokus bekerja.
"Baby.."
"Iya Dad, kenapa?" Tanya Ica, dia memakai pakaian renang yang lumayan ketat, hingga membuat perut buncit nya nampak terjepit.
"Ngapain pake baju gituan sih? Kasian dedek twins, ketat banget."
"Lahh kan namanya juga pakaian renang Dad, emang ada ya pakaian renang yang gak ketat gitu?" Tanya Ica.
"Pake baju aja sana."
"Ini juga baju Dad." Cetus Ica membuat Zen menggeleng, dia memilih membiarkan saja istrinya itu dengan segala kemauan nya. Tanpa setahu Zen, Ica malah berjalan ke arah kolam yang dalam, tapi karena licin Ica tergelincir hingga jatuh ke kolam.
"Aaaaa Daddy.."
Byurr...
__ADS_1
Ica yang tak bisa berenang langsung melambaikan tangan nya meminta pertolongan, Zen langsung terjun ke air dan membawa sang istri ke pinggir kolam.
"Ngapain ke kolam dalam, Sayang? Nakal sekali."
"Maaf Dad."
"Masuk ke rumah."
"Tapi Dad, Ica mau main lagi."
"Masuk ke rumah!" Tegas Zen lagi membuat Ica langsung pergi ke rumah dengan pakaian basah nya, beruntung nya di rumah ini hanya ada sepasang suami istri itu dan Bi Arin, sedangkan kakek Arhan sedang pergi bersama teman nya. Reuni kakek-kakek seperti nya.
"Lho kok basah? Perasaan tadi udah di lap, tapi kok basah lagi." Gumam Bi Arin keheranan, baru saja dia mengeringkan lantai bekas Nona mudanya berjalan, tapi sekarang sudah basah lagi?
Di kamar, Zen sedang mengganti pakaian nya, dia membuka semua pakaian nya hingga membuat tubuh atletis nya langsung terekspos, bertepatan dengan itu, Ica keluar dari kamar mandi dengan bathrobe dan handuk kecil yang membungkus rambut basahnya.
"Dadd, ngapain gak pake baju?" Tanya Ica.
"Basah Bby, kan tadi habis nolongin gadis nakal. Udah tahu gak bisa berenang, malah kecebur, di kolam dalam lagi." Sindir Zen membuat Ica cemberut.
__ADS_1
"Pengen mainin itu, boleh?" Tunjuk Ica saat melihat timun laut yang bergelantungan di antara paha Zen.
"Boleh, ini kan milikmu." Jawab Zen, Ica tersenyum kesenangan, dia menabrak dada bidang Zen dan menciumi wajah suaminya itu bertubi-tubi, membuat Zen terkekeh.
"Ayo disana, Ica pengen bobo." Ica menarik tangan Zen ke ranjang dan keduanya pun berbaring sambil berpelukan. Tangan Ica merayap nakal, hingga tangan nya meremass lembut timun laut yang kenyal dan keriput itu.
"Kenyal ya Dad, keriput."
"Dia kedinginan Bby." Jawab Zen sembari menciumi kening Ica dan tangan nya mengusap punggung istrinya dengan mesra.
"Jangan di cubit, Sayang."
"Gemesin Dad." Jawab Ica, dia terus mencubiti timun laut milik suaminya itu dengan gemas.
"Jangan keras-keras, sakit." Pinta Zen, tapi bukan Ica namanya kalau tidak keras kepala.
"Kamu sudah aku ingatkan ya Bby, semakin lama kamu semakin nakal!" Ucap Zen, dia membalik tubuh Ica dan sedikit menindih nya, dan ya kalian tau apa yang terjadi. Keduanya larut dalam percintaan nikmat yang membuat keduanya mendesaah keenakan, dengan tubuh banjir keringat.
π·π·π·π·π·
__ADS_1