
"Brengsekk! Jangan berani-berani nyentuh guee!" Teriak seseorang saat tangan-tangan nakal itu mulai meraba-raba tubuhnya yang tak bisa bergerak karena masih di ikat di kursi.
"Sorry Nona, kita di suruh sama bos. Ini perintah, jadi daripada kami di pecat mendingan kamu diam dan nikmati saja." Jawab salah satu anak buah Brian.
"Susah ya make nya kalau sambil di iket gini, buka terus kita ikat di ranjang." Perintah yang lain, lalu melakukan perintah itu dengan cepat. Mereka sangat antusias ketika Brian menyuruh mereka memakai tawanan secara bergilir, kesempatan yang takkan datang dua kali, apalagi tawanan mereka cantik bak model tapi sayang minum akhlak.
"Aarrgghhh, sakitt..." Pekik Chloe saat salah satu pria itu menggigiti lehernya, mereka berbagi tugas, ada yang bermain dengan bibir, leher, dada dan ada yang bermain di inti Chloe membuat wanita itu meronta, tapi tak bisa apa-apa karena tangan dan kaki nya di ikat.
"Siapa yang duluan?"
"Batu gunting kertas dulu!" Usul yang lain, pria berjumlah 4 orang itu melakukan suit batu gunting kertas dan yang pertama di menangkan oleh pria paling tegap dan berwajah menyeramkan, membuat Chloe menjerit ketakutan. Meski ini bukan yang pertama kali, dia sudah sering di masuki senjata pria, tapi yang ini dari luarnya saja sudah sangat menakutkan, apalagi senjata nya?
"Bersiaplah Nona." Ucapnya, dia membuka resleting celana nya dan keluarlah benda menegang nan besar juga berurat, ukuran nya super jumbo membuat nya merinding. Meski sudah sering merasakan nikmatnya di tusuk senjata api itu, tapi dia belum pernah melihat senjata sebesar itu, bagaimana jika miliknya robek?
"Pelan-pelan." Pasrah Chloe, tapi pria itu hanya menjalankan perintah jadi dia takkan mendengar permintaan perempuan itu, dia hanya akan peduli dengan kepuasaan nya sendiri.
Tanpa basa-basi lagi, pria itu menghentak inti Chloe dengan brutal, membuat perempuan itu menjerit kesakitan karena inti nya terasa di aduk-aduk oleh senjata besar itu.
"Kau sudah tak perawaan? Tapi ini masih sempit, sepertinya kau pandai merawat milikmu." puji pria itu, padahal senjata nya yang terlalu besar membuat lubang itu terasa sempit.
Pria itu mengerang panjang saat klimakss, dia mengeluarkan senjatanya dan pergi, membiarkan yang lain juga menikmati lubang milik Chloe, begitupun seterusnya hingga akhirnya Chloe pingsan karena kelelahan melayani nafssu 4 orang sekaligus dalam satu hari.
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain, Brian sedang meluapkan kebahagiaan nya dengan berteriak di sisi danau.
"Marisya, aku mencintaimu!" Teriaknya, membuat 3 pasangan lain itu terkekeh.
Ya, yang datang itu adalah 3 pasangan bucin. Siapa lagi kalau bukan Zen dan Ica, Hani dan Bimo juga Azwar dan Sintia, mereka datang atas undangan Brian. Pria itu mengatakan akan melamar Risya hari ini di taman dengan cara yang hampir sama dengan Azwar.
Brian benar-benar menuruti saran Zen dan Bimo untuk menikahi Risya saja, meski secara sederhana. Setidaknya, dia akan punya status yang kuat untuk mempertahankan Brian, begitu juga Brian yang mempunyai tanggung jawab melindungi Risya jika terjadi suatu hal yang tak di inginkan.
"Cieee yang udah di lamar, selamat ya Sya." Ucap Ica, Risya memeluk ibu hamil itu dengan erat.
"Terimakasih Ca, aku benar-benar gak nyangka kalau Brian bakalan lamar aku secepat ini."
"Cepetan nyusul ya, kita udah pada hamil, hampir barengan." Sintia juga mendekati Risya.
"Waahh iya ya, kalian bertiga bumil semua." Risya terkekeh saat sadar kalau 3 wanita yang hadir di tempat ini adalah ibu hamil semua.
"Iya dong." Jawab ketiganya kompak lalu terkekeh.
"Lu beneran ngikutin saran gue, Bri." Cetus Zen.
"Iya bang, makin lama gue pikir kasian Risya. Kalau gue nunggu restu dulu, itu bakalan lama." Jawab Brian.
__ADS_1
"Tenang aja Bri, Lu bisa minta tolong ke gue atau Bimo, kita pasti bantuin Lu, apapun itu."
"Thanks ya Bang Zen, kalian baik banget."
"Elahh, kayak sama siapa aja, kita kan temenan. Jadi, ada traktiran gak sih?" Tanya Bimo membuat Brian nyengir.
"Paling di traktir bakso aja, duit gue habis kalo nraktir kalian di restoran. Kalian tau sendiri, gue di pecat jadi anak orang kaya, sekarang gue hidup seadanya aja sama Risya."
"Becanda kali, gue yang bayarin Yokk." Ucap Zen lalu merangkul Brian.
"Gue kagak enak, masa gue yang lamaran malah Lu yang nraktir sih."
"Udah, kagak usah itung-itungan sama gue!" Ucap Zen lalu menarik Brian agar mengikutinya ke restoran ala korea yang jaraknya lumayan dekat dari taman.
"Ayoo kita makan toppoki." Ajak Zen membuat semuanya bersorak kegirangan. Sebenarnya Ica yang ngidam ingin makan toppoki, dan ya sekalian saja memberi traktiran pada semuanya, lagipun mentraktir 7 orang takkan membuat nya bangkrut.
.....
🌷🌷🌷🌷🌷
selamat pagi readers semua, semalem lupa up ketiduran aku🤭🤭🤣
__ADS_1