Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 146


__ADS_3

Hani dan Bimo sedang duduk di ruang bioskop, meskipun awalnya Hani bad mood karena lupa kalau drama yang ingin dia tonton itu tayang berepisode, tapi dia sadar ini kesalahan nya jadi dia memilih menonton drama lain.


"Honey, ngapain nonton film ginian sih, bikin tegang aja."


"Tegang apa nya sih Yang? Nggak kok." Jawab Hani.


"Nih yang bawah tegang, lihat aja sendiri." Tunjuk Bimo ke arah celana nya yang menggembung karena drama yang mereka tonton banyak menampilkan adegan ranjang.


"Haha, itu sih derita mu. Punya adek kok sensitif bener."


"Ya ini juga karena kamu, Honey!"


"Lho kok aku? Itu kan punya kamu."


"Kalo nonton nya gak sama yang punya sarang, burung nya juga gak bakalan mau terbang sayangku." .


"Hihh, bisa aja. Udahlah jangan ngomong mulu, aku mau fokus nonton itu dulu." Ucap Hani.


"Tapi nanti jatah."


"Sebelum kesini kan udah 2 kali."


"Yang nanti beda lagi, itu jatah pagi, kalau nanti jatah malam."


"Serah lah, aku bosen juga lama-lama. Kamu terlalu doyan, aku kewalahan."


Bimo hanya terkekeh mendengar ocehan Hani yang bilang kewalahan, padahal kalau sudah masuk dia juga menikmati, bahkan da juga yang berisik mendesahh nikmat.


Satu jam sudah kedua nya di dalam bioskop, drama sudah selesai dan pasangan itu pun keluar dari bioskop dengan Hani yang menggelayut manja di lengan Bimo.


"Makan siang dimana?"


"Disana aja, itu ayam nya enak banget. Aku sama Ica suka makan disitu, tapi sayang Ica nya sekarang makan nya di atur." Jawab Hani.


"Nona muda sedang hamil muda sayang, jadi wajar kalau tuan Zen membatasi makanan nya."


"Iya, aku tau. Seneng deh jadi Ica, punya suami yang super duper perhatian, mana ganteng lagi." Ucap Hani, sengaja memuji suami sahabat nya di depan kekasih nya sendiri.


"Heh, aku juga gak kalah ganteng sayang."


"Tapi kapan mau nikahin aku?"


"Kok kamu jadi bahas nikah sih? Kamu udah ngebet?"


"Aku cuma pengen status aku jelas aja, kamu selalu nidurin aku tapi hubungan kita aja gak jelas." Jawab Hani, meski dengan senyuman tapi dia bicara serius.


"Apa status mu sebagai kekasih itu kurang kuat, Honey?"


"Baru kekasih, yang menikah aja bisa cerai apalagi yang cuma kekasih. Jaminan apa yang berani kamu berikan?"


"Jaminan apa Sayang?"


"Jaminan kalau kamu gak bakal berpaling setelah bosan dengan aku?" Tanya Hani.


Bimo diam, permintaan kekasih nya cukup berat untuk saat ini. Terutama dia yang belum tau darimana asal-usul nya sendiri.


"Kok bengong yang? Apa permintaan aku memberatkan? Jangan terlalu di pikirkan, aku gapapa kali. Kita makan ya?"


"Iya sayang, maaf ya!"


"Maaf untuk apa sayang?" Tanya Hani, dia tak tau dimana kesalahan pria itu, tapi tiba-tiba dia meminta maaf.

__ADS_1


"Eemm, maaf sudah bengong."


"Santai aja kali, ayok makan. Aku pengen makan yang banyak!" Hani menggelayut manja di lengan Bimo.


Kedua nya pun makan di restoran ayam goreng dengan Hani yang memesan 4 porsi ayam krispi berbumbu merah itu. Bimo tak heran, dia tau mood kekasihnya saat ini tidak baik, itu juga karena dia yang tak bisa menjawab pertanyaan Hani.


.....


Pagi hari nya, Bimo bersiap untuk berangkat berkerja. Semalam dia batal meminta jatah karena terlalu malu untuk meminta nya, sedangkan dia saja tak mampu menjawab pertanyaan yang cukup mudah itu.


Sedangkan Hani, dia sudah berkutat di dapur dengan alat tempur nya. Memasak untuk sarapan dan bekal makan siang pria itu.


"Selamat pagi Honey.." Sapa Bimo, dia memeluk Hani dari belakang dengan mesra.


"Pagi kembali sayang, sudah siap?"


"Belom, pengen makan dulu." Jawab Bimo sambil mengusap perut nya yang terasa kempes karena belum terisi apapun setelah makan ayam goreng kemarin malam.


"Sebentar lagi mateng sayang, tunggu aja di meja." Ucap Hani, Bimo menurut dan duduk manis di kursi meja makan, menunggu sang pujaan hati menyajikan makanan spesial dengan bumbu cinta.


Setelah selesai, semua masakan matang, Hani menuang masakan nya ke piring, meletakan nya di depan Bimo lalu kembali ke dapyr, mencuci tangan dan melepas apron nya, menggantung nya di sisi meja kompor.


"Yang, ini apa?" Tanya Bimo, menunjuk menu yang sudah Hani siapkan.


"Tumis sayur campur, kenapa?"


"Kok ada toge nya, kamu lagi promil?" Tanya Bimo lagi.


"Toge? Memang nya kenapa kalau ada toge nya sayang?"


"Kata orang kan toge bagus buat pertumbuhan hormon."


"Maksudnya?"


"Iya gitu? Aku malah denger, kalau ayang gak suka jangan di makan aja ya. Biar aku yang makan, tapi gak ada sayur lain."


"Suka sih, apapun yang kamu masak aku selalu suka sayang." Jawab Bimo.


"Yaudah makan ya, sebentar lagi jam masuk kerja. Jangan sampai kena omel tuan Zen."


"Iya Honey.." Bimo pun memakan masakan kekasih nya dengan lahap, membuat Hani tersenyum senang karena apapun makanan nya, Bimo selalu memakan nya dengan senang hati.


"Sayang, aku sudah selesai. Mana bekal nya?"


"Ini, hati-hati di jalan sayang." Ucap Hani, memberikan wadah bekal untuk Bimo nanti, tak lupa Bimo memeluk singkat Tubuh Hani dan melabuhkan ciuman hangat di kening gadis itu.


"Tunggu lah sebentar lagi sayang, aku sangat mencintaimu."


"Tunggu untuk apa sayang?"


"Tidak sayang, aku berangkat kerja dulu. Kamu hati-hati di rumah, jangan kecapean ya."


"Iya, kamu juga hati-hati bawa mobil nya pelan-pelan aja." Bimo menganggukkan kepala nya dan pergi meninggalkan Hani, karena 15 menit lagi jam masuk kantor akan di mulai.


....


Bimo turun dari mobil nya dengan menenteng wadah bekal di tangan nya, membuat karyawan lain menganga. Pasalnya, pria berwajah datar itu tak biasa membawa bekal dari rumah, tapi hari ini dia membawa nya, mana wadah nya berwarna pink.


"Selamat pagi Pak."


"Hmmm, pagi.." Jawab Bimo, tak menghentikan langkah tegap nya memasuki lift.

__ADS_1


Setelah sampai di lantai tempat ruangan nya, Bimo segera masuk ke dalam ruangan nya untuk menyimpan kotak bekal itu di meja, dan segera keluar untuk menyapa atasan nya, Azzendra.


Bimo membuka pintu ruangan bos nya itu dengan perlahan, dia melihat Zen sedang menelungkup di atas meja.


"Selamat pagi tuan, agenda kerja anda hari ini adal..."


"Berhenti Bim, jangan bicarakan tentang pekerjaan dulu. Aku pusing sekaligus lemas." Keluh Zen, wajah nya pucat dengan kantung mata yang terlihat jelas.


"Anda kenapa tuan?"


"Tak usah formal Bimo, gue capek."


"Capek kenapa? Kan harus ada alasan nya."


"Lu tau gak? Kemaren habis pulang dari rumah sakit, gue kan mampir di warung ayam bakar, masa gue di suruh nyisirin pengunjung yang rambut nya kribo? Kan gak lucu Bim!"


"Ya terus?"


"Dan lebih memalukan nya lagi, bini gue videoin gue dan dia upload di IG nya, ngeselin banget. Mana tadi malam gak bisa tidur."


"Kenapa?"


"Mules, tapi gak pup. Tadi pagi juga gue muntah-muntah parah."


"Ya ampun Zen, malang sekali nasib mu."


"Kau puas?"


"Belum, aku ingin melihat video nya dulu." Jawab Bimo, pria itu mengeluarkan ponselnya dan membuka media sosial nya, ternyata video itu sedang jadi topik pembicaraan di IG.


Bimo menahan tawa nya, apalagi saat melihat ekspresi tertekan Atasan nya itu, terlihat sangat lucu.


"Hahahhaa..." Tawa Bimo seketika menggelegar saat dia melihat Zen di marahi oleh pelanggan lain karena tak sopan menyisir di tempat makan.


"Kau puas Bimo?"


"Haha, seorang Azzendra di marahi ibu-ibu rempong."


"Bagus ya kau berani mengatai atasan mu sendiri, selama seminggu ini kau lembur, tanpa bonus!"


"Yaaa, kok gitu? Jangan begitu tuan, saya mohon yang lain saja."


"Kalau begitu gaji mu aku potong 50%."


"Tuan, saya minta maaf!"


"Terserah, keluar kau dari ruangan ku. Lihat wajah menyebalkan mu itu membuat aku mual lagi."


Dengan lesu, Bimo pun keluar dari ruanagn Zen. Dia membayangkan bonus nya raib bulan ini.


"Malang nian nasib kau Bimo, gak bisa nabung buat ngelamar ayang dong."


.....


🌷🌷🌷


Sabar Bim, Lu nya sih nyebelin. Tau bos Lu algi sensian😂


maaf baru up, author capek habis healling dulu🤭🤭🤣


Nah lho di tatap sama Daddy, makanya jangan pelit hadiah dongg🤭

__ADS_1



__ADS_2