Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 79


__ADS_3

Ica sedang istirahat dari latihan nya, dia sedang makan di temani Risya dan juga Brian, meski sering di sindir tapi pria itu tetap ngintil di belakang Ica.


"Ngintil mulu Lu, sebel gue lihat tampang so imut Lu, Bri."


"Elahh, namanya cowok lagi usaha Ca." Jawab Brian.


"Usaha Lo percuma, sia-sia Bri. Gue udah jatuh cinta sama orang lain!"


"No problem, selama janur kuning belum melengkung, kesempatan akan selalu ada."


"Seterah Lu aja lah, di ingetin malah ngeyel. Jan nangis pas tau siapa cowok yang gue cinta."


"Memang nya seganteng apa sih dia Ca?" Tanya Brian.


"Jauh di atas Lo." Jawab Ica datar.


"Ohh, okey. Kali aja gue bisa bikin Lu nyaman dan Lu berpaling."


"Terserah Lu aja, gue ke toilet bentaran." Pamit Ica, dia bangkit dari kursi nya dan pergi ke toilet sendirian.


"Sya, Lu tau siapa cowok yang.."


"Kagak.." Potong Risya sebelum Brian menyelesaikan ucapan nya.


"Elahh, Lu kan temen nya.."


"Gue emang temenan sama Ica, tapi gue gak tau sama cowok mana dia nambatin hati nya."


Setelah obrolan singkat itu, kedua nya diam-diaman. Sedangkan Ica baru saja datang setelah selesai menunaikan hajat nya.


"Kok ngebisu? Kenapa?"


"Males ngomong, Ca." Jawab kedua nya kompakan.


"Ciee kompakan, jangan-jangan kalian jodoh." Goda Ica membuat kedua orang itu saling melempar tatapan tak bersahabat.


Ica tertawa melihat kedua orang itu, hingga tawa itu terhenti saat ponsel di dalam tas Ica berdering cukup nyaring.


"Diem ya, Daddy nelpon."


"Hallo Dad, kenapa?"


"Sayang, sepertinya Daddy gak bisa datang ke sana. Pekerjaan Daddy masih banyak, belum lagi meeting dengan klien."


"Yahh, Ica gak semangat kalau Daddy gak dateng." Keluh Ica, raut wajah nya berubah sendu.


"Maafin Daddy sayang.."


"Yaudah, Ica mau siap-siap dulu bentar lagi tampil. Semangat kerja nya ya Dad,"


"Iya Baby, jangan sedih ya. Anak buah Daddy datang dan menyiarkan penampilan mu secara live streaming, Daddy tunggu suara indah mu sayang."


"Ya Dad, see you."


Ica mematikan sambungan telepon nya tanpa mendengar ucapan Zen, dia terlanjur kecewa karena Zen tak bisa datang, padahal dia sangat berharap pria itu datang dan melihat nya secara langsung karena lagu ini untuk Zen, curahan hati nya tentang hubungan yang sudah melibatkan hati ini.


"Kenapa Ca?" Tanya Risya.


"Daddy gak bisa datang, Sya. Tiba-tiba aja kerjaan nya banyak, gue jadi gak semangat."


"Yahh, jangan gitu dong Ca. Inget, Lo latihan keras beberapa hari ini, jangan di buat sia-sia dong."


"Gak tau, tiba-tiba gue males tampil." Keluh Ica lesu.

__ADS_1


"Haii bestie.." Suara yang tak asing datang menyapa nya, membuat pandangan ketiga orang itu teralihkan pada sosok yang baru datang.


"Aaa Hani, Lo datang? Thanks ya.." Ica menghambur memeluk sahabatnya.


"Sya, Bri, ini sahabat gue nama nya Hani."


"Haii, salam kenal.." Mereka pun berkenalan dahulu, mengingat ini pertemuan pertama antara Hani dan Risya, juga Brian.


Hani duduk di samping Risya, berhadapan dengan Ica.


"Wajah Lu tuh kenape? Kusut amat kayak benang layangan." Tanya Hani, sambil mencomot makanan yang ada di depan nya, tanpa bertanya punya siapa.


"Daddy gak jadi dateng, Han."


"Kenapa? Katanya mau datang."


"Tiba-tiba aja kerjaan nya banyak, ada meeting juga. Gue jadi gak semangat buat tampil, gimana dong?"


"Menurut gue Lu semangat aja, gimana lagi? Gue yakin si Daddy pasti nyuruh orang buat liat Lo, dia kan berkuasa. Jadi Lu tetep harus semangat beb.."


"Aku setuju." Risya ikut nimbrung.


"Okelah, gue ganti baju dulu ya. Kalian ngobrol aja dulu."


Kedua perempuan itu kompak mengangguk membuat Ica tersenyum samar.


...


Sebentar lagi Ica akan tampil, dia di landa kegugupan luar biasa, untung saja ada Hani dan Risya yang terus memegang tangan Ica yang berkeringat dan dingin.


"Gue nervous beb.."


"Semangat, Lu harus buat Daddy bangga. Fighting bestie!" Hani menyemangati Ica, begitu juga Risya.


Zen sebenarnya ada disana, mana bisa dia melewatkan penampilan gadis cantik nya, dia hanya ingin membuat kejutan, meski membuat mood Ica anjlok seketika.


Ica naik perlahan, dia berdiri dengan dress putih dan rambut yang terurai, membuat hati Zen berdebar, Ica terlihat seperti bidadari di mata nya, sangat cantik.


"Bim, kenapa hati ku berdebar begini?"


"Itu tanda nya Tuan sudah benar-benar jatuh cinta pada Nona Ica,"


"Benarkah?"


"Tentu saja, tuan takkan berdebar jika melihat gadis lain."


"Iya juga, kau benar Bim."


Alunan musik mulai terdengar merdu, Ica tersenyum manis sebelum bernyanyi.


*Author sarankan baca lirik nya sambil dengerin lagu Ailee, I Will Go To You Like The First Snow, karena ini terjemahan lagu nya😙*


*Sebelum memelukmu, aku tak tahu bahwa..


Dunia yang kutinggali ini ternyata begitu cerah..


Aku menggapaimu dengan secercah nafas kehidupan..


Itu adalah Cinta yang memanggilku tanpa rasa takut..


Aku sangat menyukai nya..


Ketika aku memperhatikan mu, hati ku berdebar kencang..

__ADS_1


Bahkan ketika saat dimana dengan bodoh nya aku cemburu pada mu..


Semua kenangan yang biasa-biasa saja itu..


Di penantian panjang dalam kegelapan kekal..


Layaknya sinar matahari, kau datang padaku..


Sebelum aku melepasmu, aku tak tahu bahwa..


Dunia yang kutinggali begitu sunyi..


Bunga-bunga yang bermekaran dan layu disini..


Begitu juga dengan musim dirimu yang takkan pernah datang lagi..


Aku mulai menjadi serakah..


Karena aku ingin hidup dan menjadi tua bersama mu..


Menggenggam jari keriput mu..


Dan mengatakan betapa hangat nya hidupku bersama mu..


Itu hanya satu berkat setelah pertemuan yang singkat ini..


Kau menangis seperti hujan..


Aku ingin bahagia setidak nya sekali saja..


Tapi itu mungkin akan membuatmu menangis..


Lupakanlah segalanya karena aku akan datang padamu, ketika kau memanggilku lagi..


Aku takkan pernah melupakan nya, ketika hati ku berdebar kencang saat menatapmu..


Bahkan di saat ketika dengan bodoh nya aku cemburu padamu..


Semua kenangan yang kau berikan padaku..


Suatu hari nanti kita akan bertemu lagi, dan disitulah kita akan bahagia..


Pada hari itu akan datang padamu seperti salju pertama*.


Sorak sorai tepukan tangan begitu riuh terdengar, bahkan Zen sampai berdiri dengan senyuman bangga nya, dia yang paham benar bahasa korea tau arti dan makna lagu yang baru saja gadis nya nyanyikan.


Sangat dalam dan menyentuh hati, membuat kedua mata Zen berkaca-kaca. Ica tersenyum, membungkukan setengah badan nya dan mengucapkan terimakasih, lalu turun dari panggung.


Zen berlari, membuka topi dan masker nya. Dia tak peduli apapun, dia hanya ingin memeluk gadis nya, gadis yang sudah membuat nya terbawa suasana hanya karena lagu.


....


🌷🌷🌷


Awas baper🤭🤭



bayangin aja Daddy nya pake topi sama masker ya🤭



baju yang di pake Neng Ica perform😙🌷

__ADS_1


__ADS_2