
Tringg..
Ponsel Zen berbunyi tanda pesan masuk, dia melihat nya, ternyata notifikasi pemakaian kartu premium black card nya.
"Tiga juta? Hampir 4 juta, Ica ku memakai kartu ini untuk apa ya?" Gumam Zen.
"Mustahil rasanya kalau dia membeli makanan sebanyak ini.."
"Tapi dia perempuan, tak ada yang mustahil. Sial, kenapa aku susah-susah cari gadis ku kemana-mana, dia pasti di restoran terdekat untuk makan, mood nya kan sedang hancur gara-gara aku."
Zen bergegas pergi ke restoran terdekat dari taman dan benar saja, dia melihat Ica sedang menikmati es krim di salah satu meja yang terletak di luar restoran.
"Baby.."
"Hai Dad.." Sapa Ica santai dan tetap fokus memakan es krim nya.
"Kamu bisa sesantai ini setelah membuat Daddy kalang kabut mencari mu sayang?"
"Aku cuma makan, laper. Kan aku udah pamit tadi, Daddy kalau masih mau merenung yaudah." Jawab Ica.
"Daddy takut kamu marah sayang.."
"Marah? Lebih tepatnya kesal."
"Kesal kenapa?" Tanya Zen, lalu duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan sang gadis.
"Karena Daddy hidup dengan bayang-bayang masa lalu, kalau Daddy terus mengingat yang sudah pergi, bagaimana Daddy menikmati hidup?"
__ADS_1
"Apa Daddy tau, kalau hidup terus berjalan? Kehilangan seseorang yang sangat kita cintai itu memang menyakitkan, tapi kita bisa apa? Tak mungkin hidup di tempat tanpa kemajuan kan?"
"Biarkan masa lalu tetap di tempat nya, kalau bisa kubur dalam-dalam, mengenang lah seperlunya. Kalau kehilangan, aku juga pernah Dad, kita pernah sama-sama kehilangan." Jelas Ica, membuat Zen diam. Ya, selama ini hidupnya terlalu terfokus dengan masa lalu yang membuat cinta nya kandas.
"Maafkan Daddy, By.."
"Tak perlu meminta maaf padaku, memang nya aku siapa nya Daddy?" Celetuk Ica membuat Zen menatap gadis itu.
"By.."
"Ya, kenapa?" Jawab Ica.
"Daddy akan belajar mencintai mu, apa kamu juga akan berusaha mencintai Daddy?"
"Aku sudah melakukan nya, maaf kalau aku lancang. Kehadiran mu bagai cahaya matahari di tengah kegelapan Dad, kau yang menolong ku dari berbagai macam masalah, aku menganggap mu pahlawan." Jawab Ica datar, sebelum dia tau kalau Zen masih terikat dengan masa lalu nya, Ica sudah meyakinkan hati nya sendiri untuk mencintai Zen, tapi setelah tau kenyataan nya, dia menjadi ragu.
"Sekali lagi maaf By, mungkin yang Daddy rasakan ini bukan cinta, tapi sekedar nyaman." Cetus Zen pelan.
"Memang nya apa yang membuat Daddy nyaman dengan Ica selain hubungan ranjang? Daddy nyaman karena aku bisa melayani hasratt Daddy kan?"
"Tidak begitu By, tolong jangan salah paham."
"Lalu?" Tanya Ica, dia kembali seperti perempuan pada umum nya yang membutuhkan kepastian.
Zen diam, dia bingung harus menjawab apa. Saat ini dia terlihat seperti remaja yang plin plan, bukan seorang pria dewasa berusia 29 tahun.
"Daddy tak bisa menjawab nya? Sudahlah tak perlu di pikirkan, aku mau pulang. Acara jalan-jalan yang menyebalkan.." Ica bangkit dari kursi nya dan pergi meninggalkan Zen.
__ADS_1
"Kita ke mall By? Beli perlengkapan buat kuliah." Tawar Zen.
"Gak selera, aku mau tidur aja di rumah." Jawab Ica tanpa menoleh ke arah Zen, membuat pria itu di liputi rasa bersalah.
Di dalam mobil pun, mereka berdua mendiamkan satu sama lain, hal itu membuat supir merasa heran, karena tadi pasangan itu terlihat nampak sangat ceria, tapi sekarang? Seolah ada masalah besar yang tak menemui jalan keluar. Wajah kedua nya kusut bagai benang layangan, dengan Zen yang menunjukan raut sendu nya.
Mobil berhenti tepat di halaman mansion, tapi Ica baru ingat kalau dia pernah berhutang pada petugas keamanan saat datang kesini meminta bantuan Zen.
"Pak.." Panggil Ica.
"Iya Non, ada apa?" Tanya satpam itu, kebetulan dia bagian berjaga hari ini.
"Dulu, saya pernah meminjam uang pada bapak untuk bayar taksi kan?"
"Ahh ya Nona, tak apa.." Jawab nya sambil menggaruk tengkuk nya.
"Ini, Ica balikin ya pak. Maaf waktu itu Ica menyusahkan bapak.."
"Ini terlalu banyak Nona, hanya 150 ribu saja." Tolak bapak itu, pasalnya Ica memberi nya banyak sekali lembaran uang berwarna merah.
"Tak apa, anggap saja ini sebagai rasa terima kasih Ica. Di terima ya, Ica masuk dulu.."
"Terimakasih Non." Ica hanya menganggukan kepala nya dan pergi masuk ke dalam mansion.
"Allhamdulilah, buat beli susu anak.." Gumam nya, lalu memasukan uang itu ke dalam saku nya.
....
__ADS_1
🌷🌷🌷