
Arian berkumpul dengan teman sejawat nya, berbaris di depan atasan mereka, siapa lagi kalau bukan Azzendra Grew Nicholas.
Dia berdiri tegak dengan kedua tangan yang dia masukkan ke dalam saku celana bahan nya, Zen melihat raut tak biasa di wajah Arian, di tekuk dan nampak mengalami gejala 4L. Lemah, letih, lesu, loyo.
"Terimakasih untuk semua nya karena berkat kalian, rumah saya selalu aman dari terobosan pencuri, maka dari itu hari ini saya akan memberikan kalian bonus."
Mendengar kata bonus, lenyap sudah wajah cemberut Arian, berganti dengan wajah berbinar penuh kebahagiaan, membuat teman-teman nya yang memperhatikan raut Arian sedari tadi keluar dari tempat tinggal nya hingga berkumpul di lapangan basket di belakang mansion milik Zen.
"Wajah Arian berbinar ya gaes ya." Celetuk Ari, membuat yang lain kompak melayangkan tatapan ke arah Arian berdiri.
Pria itu nampak cengengesan, wajah nya sedikit memerah karena malu menjadi pusat perhatian.
"Urusan duit, kalo ada duit kan bisa belanjaan cewek nya bro." Celetuk yang lain.
"Padahal tadi keliatan lemes nya, ya kan?" Tanya pria bernama Ferry.
"Keliatan banget kalo ngerasa keganggu di panggil kesini ye kan? Tapi sekarang wajah nya cerah banget!"
"Sudah-sudah, ayo cepat mengantri. Panas nih, keburu hitam. Gue lupa pake sunscreen."
"Idih Najiss!"
Mereka pun berbaris rapi menunggu bagian mereka menerima sebuah amplop berwarna coklat yang di ketahui berisi uang bonus untuk mereka karena sudah bekerja dengan profesional tadi malam.
Tadi malam, terjadi sedikit keributan karena kedatangan segerombolan pencuri yang nekat masuk menyelinap ke mansion lewat kebun belakang. Beruntung saja, Arian yang berjaga di samping Mansion langsung peka dan mereka berhasil menangkap semua pencuri.
Kini giliran Arian berdiri di hadapan Zen, pria itu tersenyum lalu mengulurkan amplop ke tangan Arian.
__ADS_1
"Terimakasih Arian, lain kali aku berikan yang lebih. Nanti malam, aku tunggu di meja billiard."
"Saya masih shift malam, Tuan. Nanti sore, bagaimana?" Tawar Arian, kebetulan dia mengantri paling belakang.
"Oke, aku tunggu. Silahkan pulang dan lanjutkan kegiatan yang tertunda tadi." Goda Zen sambil menepuk pundak Arian. Pria itu hanya nyengir kuda, lalu pergi masuk ke dalam paviliun miliknya.
Arian memutar handel pintu, seketika aroma wangi menguar memasuki Indra penciuman nya, membuat perutnya meronta minta di isi, karena dia belum sarapan pagi ini. Tadinya mau sarapan tubuh Meisya dulu, ehh malah terganggu.
Arian berjalan ke dapur, dia melihat Meisya tengah sibuk mengaduk masakan nya di teplon, dengan rambut yang cepol asal, anak-anak rambut nya nampak menghiasi wajah cantik Meisya. Tak lupa sebuah celemek berwarna pink yang melekat di tubuh depan nya.
Pria itu merasa gemas sendiri, dia berjalan mendekat dan hap..
Dia memeluk Meisya dari belakang, membuat perempuan itu terkejut.
"Mas, aku kaget. Aku kira siapa yang tiba-tiba datang,"
"Kamu cantik banget kalo lagi serius, masak apaan tuh?" Tanya Arian.
"Wihh, enak tuh."
"Belum juga di coba udah bilang enak."
"Dari bau nya udah mencurigakan, Sayang." Jawab Arian membuat Meisya menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah Arian.
"Iyain aja deh, terserah kamu Mas. Sana duduk, udah Mateng nih."
"Oke Sayang, Mas emang udah laper banget nih. Tadinya mau sarapan kamu, ehh malah ada yang ganggu."
__ADS_1
"Makan dulu, setelah itu boleh makan aku. Makan aku kan butuh tenaga, iya kan?" Tanya Meisya sambil meletakan sepiring ayam cabe ijo, nasi dan sayur. Juga segelas kopi dan air putih.
"Kamu udah makan, Sayang?"
"Hehe, udah Mas. Tadi aku makan duluan, soalnya udah laper banget."
"Makan sama apa, Yang?" Tanya Arian. Karena ayam nya baru saja matang, jadi tak mungkin Meisya makan dengan ayam ini.
"Sama telur kecap, Mas."
"Maaf ya."
"Lho, kenapa minta maaf? Kamu selingkuh, Mas?" Tanya Meisya dengan raut wajah paniknya.
"Siapa yang selingkuh, kamu mikirnya kok gitu sih?"
"Mas kan tahu, Meisya gak sempurna. Bisa aja Mas nyari cewek laen!" Ketus Meisya.
"Mas minta maaf bukan karena Mas selingkuh Sayang, tapi maaf karena Mas kurang memerhatikan nutrisi kamu, nanti kita jalan-jalan ke mall ya?"
"Wahh, serius? Mei mau nonton KKN desa penari Mas."
"Boleh, nih Mas dapet bonus dari tuan Zen."
"Asik, ayo aku kasih dua ronde." Cetus Meisya, membuat Arian tersenyum penuh arti, dia makan dengan cepat dan langsung menggandeng tangan Meisya ke kamar.
....
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷
maaf slow update, sabar ya☺️