Partner Ranjang Mr Zen

Partner Ranjang Mr Zen
Bab 231


__ADS_3

"Bby, sudah bangun sayang?" Tanya Zen saat merasakan tangan Ica melingkar lembut di pinggang nya, saat ini dia sedang memasak sarapan spesial untuk sang istri tercinta.


"Udah Dad, kenapa gak bangunin aku?"


"Daddy tahu kamu capek, makanya Daddy biarin aja kamu tidur dulu. Lagipun Dave sama Daisy gak rewel, mereka anteng-anteng aja." Jawab Zen.


"Daddy lagi masak apa? Buat siapa?" Tanya Ica lagi, dia tersenyum saat melihat tangan suaminya sibuk dengan berbagai masakan yang sudah hampir matang, terbukti dari bau nya yang menguar memenuhi Indra penciuman.


"Ayam mentega, capcai seafood sama tempe mendoan."


"Wihh semua nya makanan favorit Ica, jadi masak buat Ica ya?"


"Iya dong buat istri kesayangan Daddy." Jawab Zen lalu berbalik dan mencolek hidung Ica dengan gemas.


"Kalo gitu Ica bantu ya Dad." Tawar Ica, dia melihat beberapa bahan masih belum di bersihkan dan ada yang belum di potong-potong.

__ADS_1


"Gak usah, Istri Daddy cukup lihat aja. Kamu harusnya di kamar aja, ngapain turun coba?"


"Ya masa istri nya santai di kamar, suami nya yang sibuk nyiapin sarapan buat istri nya sih? Kan terbalik Daddy."


"Kewajiban kamu sekarang itu cuma melayani Daddy, mengurus anak-anak kita dengan baik, memberi nya ASI, dan selebihnya itu bisa di lakukan orang lain Sayang. Kamu cuma perlu nurut apa kata Daddy, mengerti?" Tanya Zen membuat Ica hanya bisa menganggukan kepala nya.


"Good wife." Puji Zen sambil mengacak rambut sang istri. Ica pun memilih duduk di kursi meja makan dan memerhatikan tangan lincah Zen saat memasak. Dia tersenyum penuh kehangatan, Zen sangat romantis jika keinginan nya sudah terpenuhi.


Tak lama kemudian, sarapan pun sudah siap bertepatan dengan itu perut Ica juga sudah berbunyi menandakan kalau dia sudah sangat lapar.


"Makan yang banyak sayang, kali aja nanti Daddy pengen lagi." Celetuk Zen membuat Ica yang sedang menyuap langsung berhenti dan menatap Zen dengan tatapan yang sulit di artikan. Hanya karena mie instan dia sampai berakhir seperti ini, miliknya ngilu, sakit dan perih karena di masuki semalaman oleh sang suami.


Mereka sedang berciuman mesra di dekat kompor, ya tentu saja melihat itu Kakek Arhan langsung pergi dengan menahan malu.


"Makan Kek." Tawar Ica sambil tersenyum, dia berdiri dan mengambilkan nasi beserta lauk nya ke dalam piring.

__ADS_1


"Cobain deh kek, ini masakan aku." Ucap Zen antusias. Dia ingin tahu pendapat kakek nya tentang masakan yang sudah susah payah dia buat.


"Tumben masak, pasti buat bujuk istri ya?" Ledek Kakek Arhan sambil terkekeh.


"Mana ada kek gitu, enggak kok yang ada Ica tuh bujuk Zen sampe begadang."


"Ihh Daddy.." Rengek Ica merasa malu karena aib nya di bocorkan oleh Zen pada Kakek nya.


Kakek Arhan tergelak, pasangan ini sangat mirip dengan dia dan istrinya dulu, dimana salah satunya malu-malu, dan yang satunya lagi tak tau malu. Sangat persis, jika mengingat itu dia selalu tertawa karena mengingat mendiang sang istri yang sudah lama meninggalkan dirinya sendirian karena penyakit.


"Dimakan Kek, kok malah bengong? Apa masakan Zen gak enak?"


"Enak kok, ayo makan lagi." Ucap kakek Arhan sambil tersenyum manis.


.....

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷



__ADS_2