
"Istrimu sangat cantik Bri." Puji Bibi Yasmin.
"Iya Bi, selain cantik Risya juga perempuan yang baik, itu yang buat Brian yakin buat nikahin Risya." Jawab Brian sambil menggenggam erat tangan sang istri, membuat Soraya berdecak beberapa kali saat mendengar putranya itu memuji gadis bernama Risya itu, yang kini menjadi menantunya.
"Semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan ya Nak, maaf bibi gak bisa ngasih apa-apa selain doa dan harapan."
"Udah gapapa Bi, bibi bangun aja Brian udah seneng banget. Jangan pernah tidur lama lagi ya Bi, Brian merasa sendirian tanpa bibi." Ucap Brian sendu, membuat Yasmin tersentuh. Dia tersenyum lalu menganggukan kepala nya.
"Tapi bibi tak bisa berjanji, Brian. Usia tak ada yang tahu bertahan berapa lama."
"Brian berharap bibi panjang umur dan sehat selalu, biar bisa main sama calon cicit bibi nantinya." Celetuk Brian membuat kening Yasmin mengernyit.
"Cicit? Kalian ini baru saja menikah, sudah mikirin cicit."
"Disini ada calon cicit bibi, maaf Brian langgar janji Bi." Jawab Brian, membuat Risya mengernyit, Janji seperti apa yang sudah Brian ingkari?
__ADS_1
"Kamu melakukan kesalahan Bri, bibi sudah bilang kalau pacaran jangan ikut arus sampe berlebihan gini."
"Tapi, bibi merasa bangga padamu karena kamu mau mempertanggung jawabkan perbuatan mu. Selamat ya, sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua." Ucap Bibi Yasmin, itulah Yasmin. Dia paling tak bisa marah pada keponakan nya, Brian. Karena dia di nyatakan mandul, jadi kepada Brian lah dia melimpahkan kasih sayang nya, seperti sebuah kebetulan pula Brian menjadi anak broken home karena orang tua bercerai dan memilih menjalani hidup masing-masing dengan cara mereka masing-masing juga.
"Terimakasih Bibi, dan bibi harus tahu kalau Risya hamil nya kembar."
"Wahh selamat, keponakan ku langsung punya dua anak sekaligus." Ucap Yasmin antusias. Tapi berbeda dengan ekspresi asam yang di tunjukan Soraya di belakang tubuh Brian, dia seperti nya tak suka saat mendengar berita kehamilan menantu nya sendiri.
"Sehat-sehat selalu ya Nak, bibi akan menantikan kehadiran mereka berdua. Tak sabar, nunggu baby twins launching."
"Tak usah Bi, Risyaku tak butuh sapaan dari wanita seperti dia, tak masalah." Brian yang menjawab, membuat Yasmin menatap keponakan nya itu dengan nanar. Dia pikir anak dan ibu itu sudah berbaikan, tapi nyatanya tidak sama sekali, malah terlihat semakin renggang.
"Tak baik bicara seperti itu, Sayang."
"Aku hanya mengatakan fakta, Sayang. Aku malah tak mau kamu terlalu banyak bicara dengan nya, wanita di penuhi dengan pengaruh buruk, aku takut kamu akan terbawa arus dan mengikuti jejak nya." Cetus Brian membuat Risya semakin yakin kalau suaminya itu sangat membenci ibunya.
__ADS_1
Yasmin termenung, dia berfikir bagaimana caranya agar keduanya itu bisa akur? Setiap bertemu pasti keduanya bertengkar, seperti anj*ng dan kucing.
'Semoga saja Risya adalah jalan untuk membuat hubungan mereka kembali membaik.' Batin Yasmin.
Brian pun sebenarnya merasa tak enak mengucapkan kata-kata pedas pada ibunya sendiri, tapi mau bagaimana lagi dia sudah sangat membenci wanita berstatus ibunya itu. Jika saja dia mau berubah, mungkin perlahan Brian juga akan menerima nya, tapi seperti nya Soraya memang takkan berubah dan tak mau berubah. Kalau memang mau berubah, pasti wanita itu sudah melakukan nya dari dulu, takkan menunggu sampai Putranya membenci nya dulu.
Soraya mengepalkan tangan nya, dia merasa marah saat mendengar kata-kata pedas yang meluncur dari mulut sang putra, tapi bukan nya merasa bersalah atau berpikir untuk berubah, dia malah memikirkan ide jahat untuk membuat Risya menderita.
'Apapun caranya, bayi itu harus tiada! Takkan kubiarkan kalian bahagia!'
.....
🌷🌷🌷🌷
Kangen gak? tadinya mau up besok aja, tapi ternyata gak bisa, gabut ternyata kalau gak nulis😂🤣
__ADS_1