
Malam ini, terjadi keributan di rumah keluarga Chloe, mereka tengah berdebat hebat, kedua orang tua Chloe menyalahkan putri mereka sendiri karena tak bisa mendapatkan hati Brian.
"Dengar Bu, ini semua bukan keinginanku! Aku sudah berusaha sebaik mungkin, tapi Brian tetap menolak ku." Jawab Chloe dengan nada tinggi.
"Ini karena kau bodoh, Chloe. Tawarkan tubuhmu pada Brian, dia pria normal yang takkan menolak jika melihat tubuh telanjangg di depan nya!"
"Ibu menyuruh aku seperti jalangg? Cukup Bu, jangan mengajak ku berdebat, aku lelah ingin tidur!" Jawab Chloe lalu pergi dari hadapan ibunya, dia meraih tas selempang dan ponsel lalu pergi entah kemana.
"Apa-apaan wanita tua itu, masa aku di suruh telanjangg di depan laki-laki, ku kira dia sudah gila karena obsesi nya mendapatkan harta keluarga Brian." Gerutu Chloe. Tapi baru saja beberapa langkah dia keluar dari rumah, seseorang membekap mulutnya dan menyeretnya masuk ke dalam mobil.
Chloe terkulai lemas tak sadarkan diri karena pengaruh obat bius yang di pakai orang itu membekap mulut gadis itu.
"Hallo Bos, misi selesai." Ucapnya, lalu mematikan sambungan telpon itu. Ini sudah malam, tentu nya sang bos sudah terlelap, atau mungkin sedang bermain bola bersama istrinya.
Di lain tempat, Zen baru saja tiba di mansion setelah bertemu dengan Brian. Dia berjalan santai dengan kedua tangan yang di selipkan ke dalam celana nya, Ica sudah menghadang di ambang pintu utama dengan daster piyama selutut dan rambut acak-acakan.
"Dari mana Daddy?" Tanya nya, lengkap dengan tatapan tajam, setajam silet.
"Eemm, habis ketemu Brian di cafe Bby, sama Bimo juga kok."
"Kenapa gak izin dulu, lupa ya kalo Daddy udah punya istri?" Tanya Ica ketus.
__ADS_1
"Bukan begitu Sayang, tadi kamu kan tidur nya pules banget, mana tega Daddy bangunin kamu."
"Alasan, pokoknya Ica gak mau tahu, tidur di kamar lain!" Ucap Ica, lalu pergi ke kamar nya tak lupa menguncinya dari dalam, dia juga sengaja tak mencabut kuncinya agar Zen tak bisa masuk ke kamar itu dengan kunci cadangan.
Menyadari itu, Zen langsung berlari menyusul sang istri tapi terlambat.
"Baby, sayang buka pintunya." Rengek Zen sambil menggedor-gedor pintu kamar yang sudah Ica kunci.
"Tidur di kamar lain!" Bentak Ica dari dalam, membuat Zen kaget. Dia tak menyangka hanya karena di tinggal saat dia sedang tidur, membuat istrinya itu benar-benar marah padanya.
Akhirnya mau tak mau Zen harus tidur di kamar lain, tak bisa memeluk sang istri dan bercanda ria sebelum tidur, padahal tadi sebelum tidur mereka sempat bercintaa terlebih dahulu, tapi sekarang, ahh sudahlah.
Di lain tempat, Brian juga baru sampai di rumah. Berbeda dengan Zen yang mendapat amukan sang istri, Brian malah di sambut dengan penuh cinta, kekasih nya memeluk nya erat, padahal dia baru saja masuk bahkan belum sempat menutup pintu, dia sudah menghambur memeluk Brian dengan manja.
"Sabar sayang, kenapa belum tidur hmm?" Tanya Brian, beberapa kali dia mengecup lembut pucuk kepala Risya.
"Aku pikir kamu gak pulang, soalnya belum pulang juga padahal udah malem banget. Jadi aku nunggu aja disini,"
"Kok gitu? Aku kan udah bilang gak bakalan pulang kemanapun selain kesini, Sayang. Udah ya, gak usah berpikiran yang aneh-aneh. Ini bakso pesenan kamu, aku belinya dari bakso langganan kamu lho." Brian memperlihatkan satu bungkus bakso lengkap dengan kuah merah.
"Aaaaa makasih ayang, ayoo makan." Risya menarik tangan Brian ke ruang makan dan mereka pun makan bersama, sesekali di iringi canda tawa mesra seperti pasangan kekasih lain nya.
__ADS_1
Berbeda lagi dengan suasana di apartemen Bimo dan Hani. Baru saja pria itu pulang dari pertemuan unfaedah, Hani langsung menyerang nya. Awalnya Bimo hanya tersenyum nakal saat melihat Hani berdiri di depan pintu kamar dengan piyama nya, tapi sedetik kemudian Hani menyerang nya dengan beringas. Ciuman yang buas membuat Bimo kewalahan.
"Sabar sabar sayang, kenapa kamu ganas sekali." Bimo melepas paksa bibir Hani dari bibirnya, dengan nafas ngos-ngosan Bimo menatap wajah Hani yang memberengut.
"Sayang, kenapa?"
"Kenapa kamu tanya? Aku cuma pengen cium kamu, tapi kamu nya gitu."
"Kasih aku nafas dulu sedetik ya Sayang, lagian gak biasa nya kamu nyerang aku duluan, mana beringas banget."
"Kamu gak suka?"
"Suka dong sayang, banget malah." Jawab Bimo sambil tersenyum nakal menatap Hani.
"Yaudah ayo main kuda-kudaan." Ajak Hani sambil menarik tangan Bimo ke kamar. Tentu saja Bimo dengan senang hati mengikuti kemauan Hani nya, siapa yang gak suka kalau cewek ngajakin perang duluan ya kan? Namanya juga laki-laki.
......
🌷🌷🌷🌷
3 pria dengan situasi yang berbeda, kasian bang Zen🤣🤣
__ADS_1